
Hari ini mereka berencana akan jalan-jalan ke kebun raya bogor dan sianganya makan-makan di kopi Tubing, kata Veny disana wisatanya bagus. Mereka membawa dua mobil satu mobil Veny dan Aldo yang membawanya, satu lagi mobil Kenzo.
Karena mobil Veny sudah berempat dan Tiara menyuruh Salsa untuk pindah kemobil Kenzo karena mereka cuma bertiga disana, dengan terpaksa Salsa pindah duduk kemobil Kenzo. Dia duduk bersama Cici dan Loly sudah duduk didepan bersama dengan Kenzo.
"Maaf Kak Cici boleh aku duduk disini?" tanya nya sebelum naik.
"Tentu saja" jawabnya dan dia bergeser kesamping.
"Apa sudah siapa, kalau udah kita berangkat" ucap Kenzo.
"Sudah ayo berangkat sayang" jawab Loly dan Salsa yang mendengar itu pun sedikit kesal, terlihat sekali jika Loly ingin diperhatikan oleh kami.
Ternyata Kak Cici orangnya asik juga, walupun mereka tidak pernah mengobrol sebelum nya. Dia lebih baik dari pada Loly ucap Salsa dalam hatinya dan dia sangat tidak suka melihat Loly yang manja pada Kenzo.
Diperjalanan Salsa banyak mengobrol dengan Kak Cici, sesekali Loly dan Kenzo juga ikut menyahut pembicaraan mereka.
"Kenapa kakak Cici juga ikut? Apa nggak jalan sama pacar Kakak" tanya Salsa.
"Kebetulan kakak lagi dirumah aja , pacar kakak lagi dinas diluar kota" jawabnya.
"Wah begitu ya, aku kiri kakak dipaksa sama Kak Loly" ucap Salsa sambil tersenyum kearah depan.
"Apa pacar Kakak Cici sudah kerja ya?" tanya Salsa lagi.
"Sudah pacarnya seorang polisi, makanya kamu cari pacar juga biar nggak naya terus" sahut Loly.
"Benarkah, hebat banget kakak Cici. Kasih tau rahasianya dong kak" ucap Salsa sambil bercanda.
"Loly ada-ada saja, kami dijodohkan dek. Kamu juga masih kelas 2 baru naik lagi, jangan dengarkan Loly fokus belajar saja" jawabnya menasehati Salsa.
"Tentu saja Kak Cici sangat baik, andai saja aku punya saudara penyanyang kayak kakak" ungkap Salsa.
"Memangnya kamu nggak punya saudara?" tanya kakak Cici.
"Nggak kakak, aku anak tunggal" jawab Salsa.
"Pasti jadi anak kesayangan banget anak tunggal, mana cewek lagi. Kamu sangat beruntung Sa" ucap Kak Cici.
"Kata siapa aku beruntung kak" jawanya sambil melihat kearah Loly yang sudah diam saja.
"Memangnya kenapa, biasanya anak tunggal ya begitu lah" ucap Cici sambil memandang Salsa.
"Orang tua aku bercerai Kak, karena Papa aku punya istri simpanan" jawab Salsa sengaja ingin memanas-manasi Loly.
"Ya ampun aku nggak bermaksud Sa, kamu jadi ingat itu lagi. Maaf ya" sambung Cici merasa tidak enak.
__ADS_1
"Benarkah, kenapa kamu nggak pernah cerita?" tanya Kenzo yang mendengar ucapan Salsa.
"Kenapa dia harus memberitahu kamu sayang" jawab Loly karena dia nggak suka Kenzo perduli pada Salsa.
"Ya maksud ku, teman-temanya nggak pernah bicara kami kan sering satu tongkrongan" jawab Kenzo berusaha meyakinkan Loly agar percaya.
"Kenapa kalian jadi ribut, aku kan cuma bercerita" sahut Salsa sambil tersenyum kecil.
"Udah lah jangan ribut, bentar lagi kayaknya kita sampai deh" sambung Cici.
Benar saja tidak lama kemudian mereka sudah sampai dan langsung masuk kawasan taman raya bogor. Disana sangat sejuk sekali dan banyak juga tempat foto yang bagus dan unik.
Setelah memarkirkan mobil semuanya turun dan berjalan bersama, sesekali ada juga yang foto dan minta foto bersama.
"Wah indah banget ya, udaranya sejuk sekali" ucap Salsa.
"Iya benar Sa, aku sudah pernah kesini tapi dulu. Sekarang sudah banyak berubah dan banyak tanaman juga" sambung Veny.
"Kami berdua akab berjalan-jalan kearah sana, Kamu ikut mereka aja ya Ci" ucap Loly pada Cici.
Loly pun pergi berdua dengan Kenzo, menurut Salsa dia sangat egois masa temanya ditinggal sendiri sedangkan dia enak-enak pacaran.
"Udah nggak papa, kak Cici ikut sama kita aja" jak Salsa.
Aldo dan Veny juga ikut kita karena dia nggak mau berpencar-pencar nanti susah ketemunya. Setelah banyak berfoto mereka memutuskan untuk pergi ketempat wisata lainya.
"Beneran ni nggak mau keliling lagi?" tanya Veny pada mereka semua.
"Nggak udah capek kita, iya kan Sin mana lapar lagi. Cari tempat makan aja" sambung Tiara.
"Iya benar tu apa kata Tiara, udah siang juga" jawab Salsa.
"Sana telpon Kak Kenzo sayang, kita udah mau pergi ni" ucap Veny pada Aldo.
Aldo menghubungi Kenzo agar kembali ke parkiran karena mereka udah mau pergi ketempat lain. Kenzo yang mendapat telpon itu pun langsung mengajak Loly kembali, padahal Loly masih menikmati waktu bersama Kenzo.
***
Setelah dari sana mereka pergi Kopi Tubing untuk makan-makan disana, tempatnya sangat santai dan pemandangannya sangat indah. Kenzo sesekali melirik ke arah Salsa, Salsa yang merasa diperhatikan pun risih banget.
"Aku mau ketoilet" ucap Salsa pada Veny yang duduk disampingnya.
"Ayo aku temani, sepertinya dibelakang tadi ada toilet deh" jawab Veny.
Mereka berdua pun pergi dari sana, sambil berjalan mereka bercerita tentang kejadian tadi malam. Awalnya Salsa yang bertanya pada Veny, kemana dia tadi malam.
__ADS_1
"Kamu kemana Ven tadi malam? aku cari kamu tau" tanya Salsa pada Veny sambil mereka masih berjalan bersama.
"Kamu cari aku, aku lagi cari angin segar diluar karena nggak bisa tidur tadi malam" jawabnya pada Salsa.
"Benarkah tapi aku lihat kamu sama kak Aldo lagi itu" jawab Salsa sambil mendekatkan jarinya.
"Diam Sa, jangan bilang-bilang sama yang lain ya" ucap Veny menyuruh Salsa untuk merahasiakannya.
"Iya aman aja kok Ven, aku nggak akan bilang sama siapa-siapa" jawab Salsa sambil tersenyum.
"Aku juga punya rahasia kamu" ucapnya sambil tertawa.
"Apa Ven?" tanya Salsa penasaran.
"Nah itu toiletnya, sana pergi lah aku tunggu disini" jawab Veny sambil tersenyum.
Salsa pun masuk dan buang air kecil disana, setelah itu dia keluar. Veny masih menunggu disana dan Salsa bertanya lagi pada Veny, apa yang ingin Veny katakan tadi karena dia sangat penasaran.
"Udah Sa, ayo kita balik lagi keatas" ucap Veny saat Salsa sudah keluar dari sana.
"Tunggu dulu, apa yang ingin kamu katakan tadi jangan bikin aku penasaran dong?" tanya Salsa yang mengikuti Veny berjalan dari belakang.
"Mau tau banget kayak nya, sini aku bisikin" jawabnya dan Salsa pun mendekat dengan Veny.
"Kamu berdua sama Kak Kenzo dikamar kan, kalian ngapai ayo?" tanya Veny.
"Nggak ada, kami hanya mengobrol biasa saja. Lagian untuk apa aku ngapa-ngapain sama pacar orang" jawab Salsa.
"Beneran nggak ngapa-ngapain, jangan-jangan kalian lebih hot dari kami tadi malam" goda Veny dan muka Salsa langsung memerah.
"Ihh beneran, terserah kalau nggak percaya" jawabnya lalu berjalan mendahului Veny.
"Hey tunggu jangan ninggalin" teriak Veny.
Veny pun dengan cepat mengejar Salsa, Veny sengaja menggoda Salsa karena dia tau kslau mereka berdua saling suka tapi gengsi untuk mengungkapkan nya.
.
.
.
.
TBC
__ADS_1