Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Episode 15. Salsa Sakit


__ADS_3

Siang harinya setelah pulang sekolah mereka pergi bersama keruamah Salsa tapi sayangnya, Mbok memberitahu jika Salsa pergi dan belum pulang sampai sekarang. Terpaksa mereka pulang tampa bertemu dengan Salsa.


"Cepat pencet bel rumahnya" ucap Tiara yang menyuruh Refan menekan bel rumah Salsa.


Sudah beberapa kali Refan menekan belnya tapi tidak ada tanda-tanda orang yang akan membukakan pintu.


"Aneh sekali kenapa rumah ini sangat sepi, apa tidak ada orang diruamh ya?" tanya Veny.


"Aku pikir juga begitu, apa sebaiknya kita pulang. Jika Salsa tidak masuk juga, besok kita kembali lagi kesini" sambung Tiara.


"Iya aku pikir juga begitu, rumah Salsa besar juga ya" puji Sintia.


"Dasar kamu, mulai lagi kumatnya" kesal Veny.


"Jangan pulang dulu, kita tunggu sebentar lagi. Aneh sekali padahal kemarin, ada penjaga juga didepan sini" jawab Refan.


Tidak lama setelah itu Mbok membuka pagar ruamh dan bertanya kepada mereka dan ada keperluan apa datang kesini, karena Papanya Salsa berpesan tidak boleh membawa orang masuk sebarangan kerumah.


"Mau cari siapa ya" tanya Mbok setelah membuka pintu.


Dia melihat seragam mereka sama dengan Salsa, mungkin temanya Non Salsa pikirnya.


"Kami mau ketemu Salsa, Kami semua teman kelasnya Salsa Bu" jawab Refan.


"Oh teman-temanya Non Salsa, tapi Maaf Non Salsa nya sedang pergi" ucap Mbok.


"Pergi kemana ya Bu? soalnya kami khawatir karena Salsa tidak masuk sekolah hari ini?" tanya Refan lagi.


"Aduh maaf saya tidak bisa memberitahu" jawab Mbok.


"Iya tidak apa-apa Bu, salam saja pada Salsa jika dia sudah pulang nanti. Kami persmisi dulu" sambung Tiara.


Akhirnya mereka pun memutuskan untuk pulang, percuma juga bertanya karena Mbok tidak tau Salsa pergi kemana.


***


Sore harinya Papa sudah pulang bekerja, tapi Salsa belum juga pulang. Mbok Jum semakin khawatir dan takut dimarahi oleh Tuanyan karena tidak menghentika Salsa pergi.


"Dimana Salsa Mbok?" tanyanya.


"Maaf Tuan Non Salsa pergi dari pagi tadi" jawab Mbok Jum sambil menundukan kepalanya.


"Apa? kenapa kamu tidak memberitahu saya" ucapnya panik.


Papa langsung berlari kekamar Salsa, dia cukup tanang karena barang Salsa masih ada disana.


"Untung lah barang-barangnya masih ada" ucap Papa lalu mengelurkan ponselnya untuk menghubungi Salsa tapi sayang ponselnya tidak aktif.

__ADS_1


Papa menunggu cemas diruang Tv, jika Salsa masih tidak pulang malam nanti dia akan lapor polisi. Papa takut Salsa berbuat nekad, tadi Karla juga sudah menghubunginya beberapa hari lagi surat gugatanya akan datang dan dia sudah pergu ke Amerika bersama pacarnya.


"Sayang kamu dari mana?" tanya Papa saat Salsa baru masuk kedalam rumahnya.


"Salsa dari taman dan ingin jalan-jalan saja" jawabnya.


Papa tau bukan saatnya untuk marah pada Salsa karena pasti saat ini dia lagi tertekan, Papa juga sangat kasihan pada Salsa.


"Lain kali kabari Papa jika ingin pergi atau kasih tau Mbok agar kami tidak khawatir" ucap Papa.


"Iya Pa, Salsa keatas dulu mau mandi" jawabnya sambil berjalan kearah kamarnya.


Salsa pun pergi kekamarnya dan Papanya hanya bisa menganggukan kepalanya, sesaat kemudian tiba-tiba ada yang menelpon Papanya. Salsa mendengar sekilas lalu pergi kekamarnya.


"Halo, iya ada apa?" tanya Papa yang menerima panggilannya.


"Kapan kami pindah kesana, istri kamu juga sudah pergi?" tanyanya.


"Sabar kamu harus menunggu dulu, tidak semuda itu meyakinkan Salsa. Aku tutup telponya dulu, nanti Salsa mendengar" kesalnya lalu menutup panggilanya.


Malam harinya Salsa juga belum keluar dan Papa menyuruh Mbok Jum untuk mengantar makan malam kekamar Salsa, dari kemarin dia tidak makan kata Mbok Jum.


"Salsa kemana kok belum turun?" tanya Papa kepada Mbok Jum.


"Non Salsa belum turun dari sore tadi Tuan, saya juga khawatir karena dia belum makan dari kemarin Tuan" keluh Mbok Jum.


"Baiklah Tuan" jawab Mbok Jum lalu menyiapakan makan dan membawanya kekamar Salsa.


Mbok berjakan kekamar Salsa sambil membawa nampan berisi makan, dia mengetuk pintu dan Salsa langsung membukakan pintunya.


"Ada apa Mbok?" tanya Salsa.


"Non belum makan dari kemarin, ini Mbok bawakan makanan" jawab Mbok Jum.


"Terima kasih Mbok letakan saja disana nanti aku makan" suruh Salsa.


"Non pasti tidak akan makan, apa mau Mbok suapi?" tanya Mbok dan Salsa pun tersenyum.


"Mbok ada-ada saja, aku bukan anak kecil lagi Mbok" jawabnya lalu duduk disopa sambil mengambil nampan tersebut.


"Nah gitu dong Non harus makan yang banyak, Nyonya pasti sedih melihat Non tidak mau makan seperti ini. Oh iya muka Non pucat sekali, apa Non sakit?" tanya Mbok Jum dan duduk disamping Salsa.


Mbok meletakan tanganya dikening Salsa dan benar saja badanya sangat panas, Mbok Jum jadi khawatir dan langsung kebawah menemui Papa.


"Non demam, kenapa Non tidak memberitahu Mbok" ucapnya.


"Ini hanya demam biasa Mbok, besok juga sembuh tidak usah khawatir" jawab Salsa yang masih memakan nasinya.

__ADS_1


"Tunggu disini Mbok panggil Tuan dulu" ucapnya lagi dan berlalu pergi.


Tidak lama kemudian Papa datang dan memeriksa keadaan Salsa, saat menetahui Salsa demam. Papa langsung menelpon dokter yang bisanya sering datang kerumah.


"Kata Mbok kamy sakit sayang" tanya Papa masuk kedalam kamar Salsa.


"Cuma demam biasa kok Pa, besok juga sembuh. Mbok aja yang terlalu berlebihan" jawab Salsa.


Papa mendekat dan nempelkan telapak tanganya kekening Salsa, badanya memang panas.


"Halo dokter Daniel, ini saya Sinda. Putri ku sedang demam sekarang, apa kamu bisa datang kerumah?" tanya Papa setelah dokter Daniel merima panggilanya.


"Iya bisa, aku akan kesana sekarang" jawabnya dan panggilan pun berakhir.


Beberapa menit kemudian dokter Daniel datang dan langsung memeriksa keadaan Salsa, katanya Salsa hanya demam biasa. Dia hanya meresepka obat dan vitamin, dia berkata jika panasnya belum turun sampai besok disuruh kerumah sakit saja.


"Bagaimana dokter?" tanya Papa.


"Salsa hanya demam biasa, ini aku berikan obat dan Vitamin. Kalau besok demamnya masih belum turun, dibawah kerumah sakit saja" jawabnya.


"Kamu juga harus banyak minum air putih ya Salsa, jangan telat makan lagi" sambung dokter Daniel sambil mengelus kepala Salsa.


"Iya terima kasih dokter" jawab Salsa.


"Iya sama-sama, kalau gitu saya pamit dulu" ucapnya lagi.


Papa mengantar dokter Daniel sampai kedepan dan Salsa meminta Mbok Jum untuk menemaninya.


"Papa antar dokter Daniel kedepan, kamu cepat istirahat. Biar cepat sembuh" ucap Papa.


"Iya Pa, apa boleh Mbok Jum tidur disini? Aku mau Mbok Jum menemani aku malam ini" tanya Salsa pada Papanya.


"Tentu saja sayang, Mbok malam ini kamu tidur dikamar Salsa saja" suruh Papa.


"Baik Tuan" jawab Mbok Jum.


Akhirnya Mbok Jum menemaninya tidur malam ini, Salsa sebenarnya hanya kesepian. Tidak ada tempat dia mengadu lagi, Mama sudah pergi dan hanya Mbok Jum lah yang ada sekarang.


.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2