
Kenzo yang melihat Salsa keluar dari sana pun langsung bimbang, antara ingin mempertahankan pertunangan ini atau pergi mengejar Salsa. Akhirnya sebelum acara pemasangan cincin Kenzo memutuskan untuk pergi dari sana, sebelumnya dia sudah minta maaf pada Loly.
"Maaf Ly, aku nggak bisa lanjutin pertunangan ini" ucap Kenzo lalu pergi dari sana.
"Tapi Ken.." jawab Loly yang belum memyelesaikan ucapanya karena Kenzo sudah pergi dari sana, Loly pun hanya bisa menangis.
Semua pun terkejut karena Kenzo pergi dari sana, Papa Ferdi sangat marah dan berteriak mengejar Kenzo. Kenzo pun menghiraukanya dan terus belari pergi dan Mama Ayu pun sudah menangis, Para tamu mulai berbisik membicarakan pertunangan yang batal ini.
"Kenzo mau kemana?" teriak Papa Ferdi yang mengejar Kenzo.
"Bagaimana ini Ma, apa yang harus kita lakukan?" tanya Putri pada Mama Ayu.
"Mama juga nggak tau, bukanya Kenzo sudah setuju kemarin dan dia mau meninggalakan wanita itu" jawab Mama Ayu pusing sambil memijit kepalanya.
"Kita tunggu saja kabar dari Kenzo, sebaiknya kita tunda dulu acara ini" sahut Angga, lalu dia pergi ke atas untuk memberitahu jika pertunangan ini di tunda.
Papa Sindi terlihat sangat marah dan dia terus menggepalkan tangan nya, Mama Maria terus menenangkan Loly yang terus menangis. Keadaan nya sangat kacau saat ini, setelah Angga berbicara pada semua tamu jika acaranya ditunda dan mereka pun mulai pulang satu persatu.
"Maaf semuanya acara pertunangan ini kami tunda, kami dari pihak keluarga minta maaf atas ketidaknyamanan ini. Terima kasih" ucap Aldo menggunakan mikropon.
Para tamu yang mendengar itu pun ada yang meledek mereka, ada juga yang prihatin dengan Loly. Setelah itu mereka semua pulang dan tersisa hanya kerluaga mereka berdua, saat ini Papa Sindi sedang marah besar dan merasa di permalukan oleh kelurganya Ferdi.
"Saya sangat kecewa dengan keluarga kalian, bisa-bisanya Kenzo meninggalkan Loly sendirian disini. Kami sangat dipermalukan, saya harap pertunangan ini dibatalkan saja" ucap Sindi dengan nada dingin.
Ferdi yang sudah ada disana pun langsung menyahut dan minta maaf atas kelakukan Kenzo, dia akan mempertanggung jawabkan semua nya.
"Maaf Sin, kami juga tidak tau kenapa Kenzo pergi. Aku janji ini tidak akan terjadi lagi, jangan batal kan pertunangan nya" jawab Ferdi yang membujuk Sindi agara tidak membatalkan pertunangan anak mereka.
"Tapi aku sudah tidak berminat untuk melajutkan pertuangan mereka, masih bertunangan saja Kenzo sudah tidak bertanggung jawab seperti ini" sambung Sindi yang sudah marah-marah, bahkan mukanya sudah memerah.
"Tapi Loly masih mau sama Kenzo Pa..." sahut Loly yang masih duduk bersama dengan Mama nya.
"Tidak akan, jangan mau sama laki-laki yang mempermalukan keluarga kita seperti ini, cepat bawah Loly kekamarnya" suruh Papa pada Mama Maria dan mereka pun pergi kekamar Loly.
__ADS_1
Setelah Loly dan Mama Maria pergi, Papa Sindi menyuruh keluarga Kenzo untuk pulang. Dia benar-benar sakit hati dengan perlakuan Kenzo yang kabur dari pertuangan mereka, dia tau jika Ferdi sahabat nya tapi karena kecewanya dia tidak bisa untuk menahan emosinya saat ini.
"Sebaiknya kalian pulang, anggap saja pertunangan ini sudah berakhir" ucap Sindi lagi.
"Tapi Sin...." belum selesai Ferdi menjawab Angga sudah mengajak Papa nya pulang.
"Ayo Pa kita pulang dulu, kita bicarakan masalah ini nanti. Om Sindi juga butuh waktu untuk menenagkan diri, sebaik nya kita pulang kerumah dulu" ucap Angga sambil menarik tangan Papa nya.
"Iya Pa, sebaiknya kita pulang dulu" bujuk Putri agar Papa mertuanya itu mau pulang.
Setelah itu kelurga Kenzo pun memutuskan untuk pulang, dalam perjalanan Angga dan Putri terus saja menghubungi Kenzo tapi nomornya tidak aktif. Papa Ferdi sangat kesal, bukan keluarga Loly saja yang malu tapi mereka juga sangat malu. Saat Papa Ferdi mengerjar Kenzo tadi, Kenzo sama sekali tidak memperdulikan perkataanya dan terus saja pergi menggunakan mobilnya.
***
Salsa yang sudah lelah berjalan pun duduk didepan sebuah mini market, dia tidak membawa uang atau pun dompetnya. Dia hanya menggenggam ponselnya, karena terlalu jauh berjalan kaki nya lecet. Dia hanya bisa duduk disana sambil melihat luka lecet pada kaki nya, dia tidak menyadari jika Kenzo sudah ada didepan sana.
Kenzo memarkirkan mobilnya di depan dan turun menghampiri Salsa, Salsa yang melihat Kenzo berdiri didepanya pun langsung terkejut dan tak percaya.
"Siapa yang menyuruh kamu jalan kaki sampai lecet kayak gini?" tanya nya pada Salsa.
"Kak Kenzo!!" ucap Salsa yang masih terkejut.
"Kenapa kakak bisa ada disini? bukanya acaranya belum selesai?" tanya Salsa bingung.
"Ini karena kamu, ayo ikut aku kita obati luka kamu" jawab Kenzo dan Salsa pun semakin bingung.
"Kaki ku sakit, sebaiknya kakak pulang saja. Aku akan kembali kerumah" ucap Salsa lalu berdiri dan ingin pergi dari sana.
"Dasar keras kepala!!" jawab Kenzo yang sudah kesal.
Kenzo pun menggendong Salsa sampai ke mobilnya, Salsa memberontak dan ingin turun tapi Kenzo tidak menghiraukannya.
"Turunkan aku, aku bisa mengobati lukanya sendiri" ucap Salsa yang ingin turun.
__ADS_1
"Diam atau aku cium kamu disini" ancam Kenzo dan Salsa tidak berani berkutik.
Setelah didalam mobil Kenzo langsung melajukan mobilnya dengan kencang, Salsa yang dari tadi sangat takut. Salsa hanya bisa berpegangan pada pegangan mobil, dia juga masih sempat bertanya kemana Kezno akan membawah nya.
"Kenapa ngebut sekali? aku belum mau mati konyol seperti ini" ucap Salsa yang marah pada Kenzo dan Kenzo hanya diam, itu yang membuat Salsa semakin takut.
"Apa kamu dengar aku, kita mau kemana sebenarnya?" tanya Salsa yang terus saja bertanya pada Kenzo.
"Ikut saja jangan banyak bertanya" jawabnya dingin.
"Sepertinya kamu memang sangat gila, kenapa kamu bersikap seperti ini" tanya Salsa yang mulai menangis.
"Iya kamu baru sadar aku gila, iya aku memang gila karena aku sangat mencintai kamu. Kamu puas sekarang!!" jawab Kenzo dengan nada membentak.
"Ini bukan waktunya membahas tentang cinta" ucap Salsa dengan nada sedih.
"Jangan bilang kamu pergi dari acara pertunangan kamu?" tebak Salsa yang sangat yakin jika Kenzo kabur dari sana.
"Iya aku pergi dari sana karena kamu selalu mengganggu pikiran ku" jawab Kenzo yang masih emosi.
"Kenapa kamu pergi, kamu membuatnya semakin rumit" bentak Salsa.
"Aku tidak mau menyesal nantinya, jadi aku pilih kamu. Ayo berjuang bersama Sa" ajak Kenzo dengan nada yang lembut.
Salsa hanya diam dan terus saja menangis, bahkan sesekali Kenzo menghapus air matanya menggunakan tangan kirinya. Salsa juga bingun apa yang harus mereka lakukan sekarang, bagaimana mengatasi kekacawan ini.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC