
Setelah pulang sekolah Salsa dan Veny langsung pergi keruangan Osis karena mereka akan mengikuti kegiatan pertama menjadi anggota Osis. Kebetulan minggu depan akan diadakan acara tahunan, acara ini bisanya diadakan satu tahun sekali.
Osis mempunyai banyak kegiatan termasuk menyusun rencana semua acara yang akan diselengarakan dan termasuk peringatan hari-hari besar disekolah.
Saat di koridor sekolah mereka berempat bepisah karena Sintia dan Tiara pulang duluan, mareka juga tidak sedang latihan hari ini.
"Kalian langsung pulang ya?" tanya Salsa pada Tiara dan Sintia.
"Iya kami berdua nggak latihan hari ini, kalian mau kumpul Osis ya?" Tiara balik bertanya.
"Iya ni, kami duluan ya. Kalian hati-hati dijalan" sambung Veny.
Tiara dan Sintia bergegas pergi keparkiran untuk pulang, sedangkan Salsa dan Veny pergi keruang Osis.
Pada saat mereka sudah sampai disana ternyata semuanya sudah berkumpul dan membahas tentang acara yang akan diadakan minggu depan.
"Salamat siang semuanya" Sapa kenzo kepada semua anggota Osis yang hadir.
"Selamat siang Juga Kak" jawab mereka bersamaan.
"Hari ini kita akan membahas tentang rencana kegiatan kita yang akan dilaksanakan minggu depan. Kita akan bagi-bagi tugas sesuai dengan kelompok divisinya masing-masing, untuk adik-adi yang baru masuk silahkan bergabung dengan ketua divisinya" ucap Kenzo.
"Siap kak" jawab mereka lagi dan langsung bergabung dengan ketua divisinya masing-masing.
"Semuanya sudah dikelompok masing-masing kan?" tanya Kenzo untuk memastikan.
"Sudah kak" jawab mereka serentak dan Kenzo langsung menganggukkan kepalanya.
"Baiklah setiap kelompok akan dibagi tugasnya oleh kak Agnes, nanti kak Agnes dan kak Monika yang menjelaskan tugas kalian masing-masing" jelas Kenzo.
Pertemuan itu berlangsung cukup lama sampai sore hari dan sesudah pertemuan itu semuanya satu persatu pulang. Salsa yang memang biasanya dijemput oleh Mang Darto pun hanya menunggu jemputan dan Veny pulang bareng Kakak Aldo.
"Sa kamu pulang naik apa?" tanya Veny, saat mereka sudah keluar dari ruangan.
Tidak lama setelah itu Aldo menyusul Veny dan mengajaknya untuk pulang berdua, sepertinya mereka sudah jadian. Dari kemarin kak Aldo sangat perhatian sama Veny dan mereka juga sering pulang bareng juga.
"Aku pulang dijemput sama Mang Darto, kamu duluan aja. Itu kak Aldo udah nungguin" jawab Salsa yang melihat Aldo menunggu Veny.
"Beneran atau mau bareng aja sekalian, biar kak Aldo ngantar kamu juga?" ajak Veny agar Salsa mau ikut bersama mereka.
"Nggak usah Ven, bentar lagi Mang Darto juga datang. Sana duluan aja" jawab Salsa.
"Emm..Baiklah kalau gitu aku duluan ya Sa" ucap Veny, sebenarnya dia juga merasa tidak enak pada Salsa tapi Kak Aldo menunggunya dan terpaksalah dia pulang duluan.
Salsa menunggu didepan sekolah dan duduk di halte bus tempat anak-anak sering menunggu angkutan umum, tapi sore ini sangat sepi karena semuanya sudah pulang.
__ADS_1
Hanya Salsa yang duduk sendirian disana, dia sudah menghubungi Mang Darto tapi ponselnya tidak aktif.
"Kok nggak aktif ya? mana hari udah mendung kayak gini sepertinya mau hujan" ucap Salsa sambil meliaht kearah atas, langit sudah berawan memang sudah mendung.
Benar saja tidak lama setelah itu turun hujan deras dan angin kencang, walau pun dia sudah berteduh bajunya masih saja basah karena hujanya kencang.
"Bagaimana ini? hujanya semakin kencang. Mau naik taksi juga susah, kalau telpon Papa sekarang pasti dia marah ini kan masih jam kerja" ucap Salsa sambil menghembuskan nafas dalam.
Salsa masih menunggu disana, dia duduk sendiri sambil termenung. Tidak lama setelah itu ada mobil berhenti pas sejahar dengan halte bus tersebut.
"Tinn..tinnnn"( Bunyi klakson mobil).
Sontak saja Salsa terkejut dan melihat kearah mobil tersebut, kaca mobil itu pun diturunkan dan ternyata itu kak Kenzo. Kenzo berusaha bertanya pada Salsa, tapi sayangnya Salsa tidak mendengarnya.
"Hey boca kenapa belum pulang?" Kenzo bertanya dengan suara kencang agar Salsa mendengar.
Tapi sayangnya hujan sangat deras dan Salsa sama sekali tidak mendengarnya. Dengan terpaksa Kenzo turun dari mobil dan menghampiri Salsa yang masih duduk disana.
"Ngapai kamu belum pulang?" tanya Kenzo saat sudah berada didepan Salsa.
"Iya Kak nunggu jemputan, tapi nggak datang-datang. Mau naik taksi keburu ujan dan ngga ada yang lewat juga" jelas Salsa.
Karena kasian melihat Salsa sendirian, akhirnya Kenzo mengajak Salsa untuk pulang bareng. Dia tidak membawa payung dan langsung melepas jaketnya lalu diberikan kepada Salsa.
"Emm makasih kak" jawabnya dan langsung memakai jaket tersebut dan kenzo memakaikan topi jaket itu.
"Dimana rumah kamu, biar aku antar aja?" tanya Kenzo kepada Salsa.
"Tidak usah kak, sebentar lagi juga udah mau redah ujanya. Aku naik taksi saja" tolak Salsa padahal dalam hati nya girang setengah mati.
"Udah sore lagi, mana sepi akan susah cari taksi. Jangan ngeyel ayo aku antar" ajak Kenzo sekali lagi.
Salsa juga berpikir jika dia akan tinggal sendirian disini, belum lagi hujanya tambah deras akan susah dapat taksi. Akhirnya Salsa mau ikut Kenzo dan Kenzo benar-benar mengantarnya pulang.
"Baiklah, maaf merepotkan kak" jawab Salsa lalu mengikuti Kenzo dan masuk kedalam mobilnya.
Setelah masuk kedalam mobilnya, Kenzo bertanya dimana alamat rumah Salsa. Salsa pun langsung menjelaskan alamat rumahnya.
"Dimana alamat rumah kamu?" tanya Kenzo.
"Jalan kenangan, Blok C. nomor 3 Kak" jawab Salsa menjelaskan alamat rumah nya.
"Oh iya kentulan searah dengan rumah ku juga, lain kali jika telat dijemput itu langsung pulang naik taksi saja. Jangan menunggu seperti tadi" nasehat Kenzo pada Salsa agar dia tidak terjebak hujan seperti tadi.
"Iya kak, Salsa mengerti. Kalau boleh tau rumah Kak Kenzo dimana?" Salsa balik bertanya pada Kenzo.
__ADS_1
"Jalan Indah Sari Blok A" jawab Kenzo sambil menyetir mobilnya.
Salsa terus memperhatikan Kenzo yang berada disampingnya, baju sekolahnya terlihat pas dan namanya terpampang jelas bertuliskan Kenzo Barawijaya.
"Oh jadi nama panjang kakak Kenzo Barawijaya ya?" tanya Salsa sambil melihat kearah Kenzo.
"Iya memangnya kenapa? Sudah berapa bulan kamu masuk sekolah, jangankan hapal nama guru. Nama saya aja kamu nggak tau, apa lagi anggota Osis yang lainya" jawab Kenzo, masih dengan ekspresi muka yang datar.
"Maaf aku tidak terlalu memperhatikan kak, aku janji besok aku akan menghapalkanya" ucap Salsa sambil tersenyum.
"Bagus memang seharunya begitu" jawbanya lagi.
"Apa kakak benar-benar tidak mempunyai pacar?" tanya Salsa, dia bagitu penasaran tentang kehidupan Kenzo.
"Kalau aku bilang aku punya pacar kamu mau apa?" Kenzo balik bertanya sambil tersenyum tpis dan nyaris tidak terlihat.
"Tidak ada, hanya bertanya saja kak. Kalau kakak punya pacar, pasti banyak cewek yang terluka. Dikelas kami saja ada lima cewek yang mengidolakan kakak" cerita Salsa dan yang dia maksud terluka itu adalah diri nya sendiri.
Jarang gosip beredar tentang Kenzo tapi gadis yang paling dekat denganya adalah Kak Monika, itu yang Salsa dengar dari orang-orang. Tidak hanya itu dia juga menjadi idola sekolah dan tidak heran banyak cewek-cewek yang memberikan hadia setiap hari pada nya.
"Oh jangan bilang kamu ini, mata-mata teman sekelas kamu lagi? Aku harus berhati-hati kalau begitu" jawab Kenzo sambil metap kearah Salsa.
"Nggak kok kak, sumpah cuma naya aja" sambil mengisyaratkan tanganya agar Kenzo percaya.
"Sudah lah membahas hal yang tidak penting, apa jalanya benar? Soalnya aku sudah lama tidak pergi kearah sini"tanya Kenzo.
"Benar kok kak, lurus aja" jawab Salsa menujuk kearah jalan nya.
Percakapam mereka berlanjut sampai mereka berhenti dirumah Salsa, Kenzo bisa menebak jika Salsa adalah anak orang kaya. Rumahnya saja sudah sebesar apa, tapi jika dibandingkan dengan rumahanya lebih besar rumahnya.
"Terima kasih sudah mengantar aku pulang kak, hati-hati di jalan" ucap Salsa setelah turun dari mobil dan hujan nya sudah tidak sederas tadi.
"Iya sama-sama, cepatlah masuk hujan nya masih lumayan deras" jawab Kenzo dan Salsa pun berlari kegerbang rumahnya lalu masuk.
Setelah melihat Salsa masuk kedalam rumahnya, Kenzo pun melajukan mobilnya pergi dari sana. Dia benar-benar ngga tega jika melihat seseorang sedang kesusahan apa lagi cewek, Mama nya sangat ingin memilki anak perempuan tapi sayang nya dia dan kakak nya laki-laki.
.
.
.
.
TBC
__ADS_1