
Hampir tengah malam mereka baru sampai ke kota dan Salsa minta diantar kerumah Veny, Kenzo pun mengantar nya kerumah Veny. Sampai disana rumah terlihat sangat sepi, satpam juga tidak ada yang berjaga mungkin sudah tidur karena hari ini hampir jam satu malam.
Salsa pun mencoba untuk menghubungi Veny, tapi dia tidak mengangkatnya. Saat menekan bel pun tidak ada tanda-tanda orang yang akan keluar, mereka menunggu beberapa menit dan akhirnya Kenzo mengajak Salsa untuk pulang keaparteman nya.
"Sudah lah mungkin tidak ada orang yang masih bangun jam segini, ayo pulang keapartemen ku saja. Aku janji ngga akan macam-macam" ucap Kenzo yang duduk bersender didepan mobilnya sedangkan Salsa masih berdiri didepan pagar.
"Tapi aku tidak percaya dengan kamu" jawab Salsa jutek.
"Jika aku ingin macam-macam sudah dari tadi aku bawah kamu kabur dan tidak mengantar kamu pulang" sahut Kenzo.
Salsa pun berpikir hari sudah malam, harus kemana dia. Uang juga menipis jika ingin menginap di hotel dan ini sudah hampir jam satu malam.
"Baiklah aku akan ikut kamu, jika kamu macam-macam. Awas saja aku tidak akan tinggal diam" acam Salsa dan Kenzo hanya tersenyum saja.
"Iya aman kok, ayo naik" jawab Kenzo.
Mereka berdua pun pergi dari sana, dalam perjalan tidak banyak yang mereka obrolkan. Hingga beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di apartemen Kenzo, Kenzo pun mengajak Salsa untuk masuk kedalam apartemenya.
"Ayo masuk" ajak Kenzo saat dia sudah membuka pintu apartemenya.
Salsa pun masuk dan sebenarnya dia sangat canggung sekarang, berbeda dengan kemarin saat belum terjadi apa-apa diantara mereka.
Kenzo berjalan kearah dapur dan membuka kulkas lalu mengambil air mineral, Salsa pun mengikuti Kenzo dari belakang.
"Aku sangat lapar, apa kamu lapar?" Tanya Kenzo pada Salsa.
"Apa ada yang bisa dimasak?" Salsa balik bertanya pada Kenzo.
"Ngga ada si, tapi ada mie instan didalam lemari dan telur di dalam kulkas" jawab Kenzo yang mengambil air mineral dan meminumnya.
"Baiklah aku akan memasak sebagai tanda terima kasih ku karena kamu telah membantu aku hari ini" ucap Salsa lalu mengambil dua telur dan mengambil mie instan yang ditujuk oleh Kenzo.
"Apa tidak ada cara lain yang bisa kamu lakukan, cuma memasak mie instan" sahut Kenzo yang kesal dan dia duduk di meja makan sambil menunggu Salsa.
"Ya aku harus bagaimana?" Tanya Salsa yang mulai memasak.
"Sudah lah jangan di bahas, cepat lah memasak aku lapar" jawabnya sambil melihat kearah Salsa.
Saat Salsa sudah selesai, dia memberikan semangkuk mie dan telur diatanya kepada Kenzo. Mereka pun makan bersama, Kenzo sangat senang karena Salsa tidak canggung lagi bahkan mereka tertawa bersama.
"Ini makan, aku sudah memasak nya dengan susah payah" ucap Salsa sambil membawa mangkuk nya juga dan dia duduk disamping Kenzo.
__ADS_1
"Terima kasih calon istri" jawab Kenzo sambil tersenyum dan memakan-makanan nya.
"Siapa yang kamu bilang calon istri?" Tanya Salsa sambil cemberut.
"Kamu lah, siapa lagi" jawab Kenzo dan saat Salsa melihat muka Kenzo ada bekas bumbu mie yang menempel di samping bibir nya.
"Aku bukan calon istri kamu, lagian pacar kamu kan Loly" ucap Salsa sinis.
Kenzo pun terdiam dan Salsa pun ikut merasa bersalah, apa Kenzo marah pada nya. Salsa juga sangat bahagia bisa menghabiskan waktu bersama Kenzo, begitu juga dengan Kenzo.
"Udah dewasa tapi makan masih belepotan, siapa yang mau dengan kamu jika kelakuan kamu seperti anak-anak begini" sahut Salsa sambil mengelap bekas bumbu mie di dekat bibir Kenzo.
"Kamu yang mau, bukan kah kamu bilang sangat memcintai aku?" Tanya Kenzo pada Salsa.
"Ngga kok, aku ngga ngerasa pernah bilang seperti itu. Kenapa juga aku suka dengan laki-laki yang kenak-kenakan " jawab Salsa tidak mengakui nya.
"Jika aku tidak kekanak-kanakan kamu mau jadi istri aku?" Tanya Kenzo dengan semangat.
"Ngga lah" jawab Salsa spontan.
"Dasar pemberi harapan palsu" ucap Kenzo dengan muka cemberut nya dan itu pertama kali Salsa melihat Kenzo seperti itu.
"Aku juga manusia jadi biasa saja, itu juga hal yang wajar" Kenzo membalas ucapan Salsa dengan nada dingin.
"Ya terserah kamu aja" ucap Salsa santai dan melanjutkan makan nya.
Setelah makan Kenzo memberikan baju nya pada Salsa dan Salsa pergi kekamar mandi, lalu membersihkan diri nya. Kenzo menunggu Salsa dari luar kamar, dia takut Salsa akan berpikir jika dia akan berbuat macam-macam.
"Ini pakai kaos dan celana panjangnya, kamu bisa mandi dikamar mandi. Aku akan keluar" ucap Kenzo memberikan pakai nya pada Salsa.
"Iya terima kasih" jawab Salsa lalu mengambil pakaian yang diberikan oleh Kenzo dan pergi ke kamar mandi.
Setelah Salsa keluar dari sana dan Kenzo pun pergi kekamar mandi, dia juga berganti baju disana.
"Aku sudah selesai, kamu mandi lah" ucap Salsa membuka pintu kamar dan bicara pada Kenzo yang duduk di sopa ruang tamu.
"Iya aku mau mandi dulu" jawab Kenzo lalu pergi kekamar mandi.
Beberapa menit kemudian Kenzo sudah selesai mandi dan pada saat keluar dia sudah melihat Salsa berbaring di ranjang, dia tertidur dengan pulas.
"Bisa-bisanya dia tidur pada saat keadaan kita begini?" Ucap Kenzo sambil melihat Salsa yang sudah tidur di kasurnya.
__ADS_1
"Benar-benar unik, ya ngga papa lah. Dia kan tidur jadi bisa meluk dia dong, kalau udah bangun udah kayak singa betina. Buas benget" sambung Kenzo yang ikut bergabung bersama Salsa.
Seperti janjinya dia tidak akan berbuat macam-macam dan hanya akan memeluk Salsa, Salsa juga begitu nyaman saat dipeluk bahkan dia membalas pelukan Kenzo. Kenzo pun sesekali mencium Salsa, dia sangat senang saat Salsa tidak terganggu sama sekali.
Salsa sebenarnya belum tidur dan dia hanya memajamkan matanya karena lelah, dia juga tidak menolak saat Kenzo tidur di samping nya. Dia ingin kenangan indah bersama Kenzo bisa dia ingat selamanya, sebelum Kenzo menjadi milik Loly dan dia juga berpikir apa dia egois jika ingin Kenzo jadi milik nya.
****
Pagi nya Salsa bangun duluan dan melihat Kenzo masih tidur, cepat-cepat dia membangun kan Kenzo karena udah jam setengah 7 pagi. Mereka harus sekolah, dengan kasar dia memggoyangkan tubuh Kenzo sambil berteriak.
"Heyy bangun, udah siang!!" Teriak Salsa sambil menggoyangkan tubuh Kenzo.
"Ya..ampun Sa, santai jangan teriak-teriak ini masih pagi" jawabnya sambil membuka mata nya.
"Kenapa kamu tidur disini? Kamu bisa tidur dibawah atau disopa" marah Salsa pada Kenzo.
"Dasar menyebalkan, padahal dia yang paling menikmati tidur sambil dipeluk" ucap Kenzo pelan.
"Apa kata kamu?" Tanya Salsa yang menahan emosi nya.
"Sudah lah sebaiknya kamu mandi, katanya takut telat" jawab Kenzo agar Salsa tidak marah.
"Benar juga, tapi aku ngga punya seragam sekolah lagi. Masa pakai yang kemarin?" Tanya nya bingung.
"Kalau bodoh jangan dipelihara sayang, kamu kan bisa minta tolong bawakan sama teman kamu. Itu aja pusing" jawab Kenzo memberikan solusi.
"Benar juga, kamu memang pintar" ucap Salsa tertawa sambil memegang tangan Kenzo.
"Emm tunggu aku bukan sayang kamu, jangan panggil aku seperti itu" sambung Salsa.
Sesaat kemudian mereka sama-sama terdiam karena Salsa masih memegang tangan Kenzo tapi saat dia sadar dia langsung melepaskan nya, jujur saja Salsa bahagia saat bersama Kenzo. Tapi dia juga tidak boleh egois karena Kenzo bukan miliknya dan seharusnya dia merasa bersalah karena menyembunyikan semua ini dari Loly.
.
.
.
.
TBC
__ADS_1