Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Episode 14. Mama Pergi Ke Amerika


__ADS_3

Keesokan harinya Salsa masih berdiam diri dikamarnya, dia mengurung diri dari semalam. Papa yang menyuruh dia makan saja tidak dibuka kan pintu oleh Salsa, dia benar-benar sedih.


Papanya sudah pergi kekantor dan tidak bisa meninggalkan pekerjaanya hanya untuk membujuk Salsa, tapi dia sudah berpesan kepada Mbok Jum untuk mengawasi Salsa takut dia berbuat macam-macam.


Salsa masih berguling-guling diatas kasur, dia gusar antara mau pergi kebandara atau tidak karena sebentar lagi pukul sepuluh pagi. Memang dia sudah berncana untuk tidak sekolah, tubuhnya sangat lelah dan pikiranya kemana-mana.


"Ahhh...ini sungguh berat" teriak Salsa sambil memijit kepalanya yang sakit.


"Apa aku harus pergi, setidaknya aku bisa berpisah dengan Mama baik-baik. Aku juga harus memikirkan kebahagian Mama, sudah cukup dia menderita selama ini" ucap Salsa.


Salsa bergegas menganti pakianya dan berlari turun kebawah untuk pergi kebandara. Dia benar-benar dilema, tentu saja ada rasa kecewa dihatinya tapi perasaan sayang nya lebih besar.


"Non mau kemana?" tariak Mbok Jum melihat Salsa yang berlari menuju pintu.


"Aku akan pergi keluar sebentar tidak akan lama, Mbok tidak usah khawatir" Teriak Salsa yang masih berlari.


Mbok Jum hanya bisa diam dan beberapa saat kemudian dia mengejar Salsa tapi Salsa sudah pergi menaiki taksi.


Saat keluar tadi Salsa langsung mengandak taksi yang tak jauh dari ruamhnya, dia langsung menyuruh sopir tersebut untuk pergi kebandara. Sebenarnya dia bisa mengandari mobil tapi sudah lama dan dia juga takut.


"Pak kebandara sekarang ya, saya buru-buru" ucap Salsa pada sopir itu.


"Baik Non" jawabnya langsung tancap gas.


Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai, sesudah membayar Salsa langsung turun dan menuju lobi penumpang. Dia terus berlari dan mencari Mamanya.


Sebentar lagi pukul 10, Salsa sudah berpikir Mamanya sudah masuk kedalam pesawat. Tapi dia mendengar suara Mamanya yang memanggil namanya dan Salsa langsung menoleh kesumber suara.


"Salsa !!" teriaknya.


"Mama...." Salsa langsung berlari dan memeluk Mamany.


"Maafkan Salsa, seharusnya Salsa datang lebih awal" ucap Salsa disela pelukan mereka.


"Tidak sayang, Mama senang kamu datang" ucap Mama sambil mencium pucuk kepala Salsa.


Setelah itu pemberitahuan untuk penumpang dari informasi penerbangan.


"Nomor penerbangan Bf00876 dengan tujuan Amerika dipersilahkan untuk memasuki pesawat" Pemberitahuan informasi penerbangan.


"Sudah waktunya Mama masuk, Jaga diri kamu sayang. Jika ada apa-apa langsung telpon Mama" pesan Mama sambil mengelus pundak Salsa.


"Salsa mengerti Ma, hati-hati dijalan. Tolong jaga Mama Om, Salsa harap Om bisa membahagiakan Mama" ucap Salsa sambil melihat kearah Jhon.


"Tentu saja Om akan menjaga Mama kamu, kami pergi dulu" jawabnya sambil menepuk pundak Salsa.

__ADS_1


Mereka berjalan menjauh dan Salsa masih ditempatnya sambil melambaikan tanganya, Salsa menunggu sampai Mamanya tidak kelihatan lagi baru lah dia berbalik. Salsa menangus sampai segukan, banyak orang memperhatikanya tapi dia tidak perduli.


Salsa keluar bandar dan langsung memasuki taksi yang berhenti didepan, dia langsung menyuruh sopirnya jalan.


"Kita mau kemana Neng?" tanya nya yang melihat Salsa yang menagis.


"Kita ketaman B ya pak" jawabnya.


"Apa Neng baik-baik saja?" tanya sopir taksi itu kepada Salsa yang masih menangis.


"Saya baik-baik saja pak, tadi saya mengantar Mama saya pergi. Makanya saya sedih" cerita Amira.


"Baiklah kalau begitu tidak usah menangis Neng, dia juga akan pulang lagi kan" hiburnya.


"Emm" jawab Salsa sambil menganggukan kepalanya.


Setelah beberapa menit kemudian Salsa susah samapi di sebuah taman yang sepi, dia menangis sampai puas disana. Dunia benar-benar hancur baginya, tidak ada tempat bersandar baginya. Ini seperti mimpi baginya, tiba-tiba Mama pergi meningalkanya.


Tidak ada kerabat dekat yang bisa dia kunjungi, Mama hanya dua saudara dan mereka juga diluar kota. Sama dengan kerabat Papanya memang cukup banyak tapi Salsa sama sekali tidak dekat dengan mereka, yang dia tau ada kakak Papanya dia kota ini tapi jarak rumahnya juga jauh. Sedangkan kakek dan neneknya juga sudah meninggal semua, apa lagi orang tua Papa sudah meninggal dari Salsa masih kecil.


***


Sedangkan ditempat lain Refan sibuk mencari Salsa kemana-mana, dia bertaya kepada Tiara dan lainya tapi tidak ada yang tau Salsa kemana.


"Apa kamu benar-benar tidak tau Salsa kemana?" tanya Refan sekali lagi kepada Tiara.


"Susah berapa kali aku bilang Fan, aku nggak tau Salsa kemana. Dia juga tidak menghubungi aku" jawab Tiara.


"Kalian juga tidak tau?" tanya Refan kepada Veny dan Sintia.


"Iya kami tidak tau Fan, kalau kami tau pasti sudah aku kasih tau" jawab Veny.


"Apa Salsa sakit tapi kenapa dia tidak mengirim surat ya, aku juga khawatir " ungkap Tiara pada semuanya.


"Apa kita pergi kerumahnya saja?" tanya Veny.


"Ide bagus tu, Refan kamu tau ruamah Salsa kan?" tanya Tiara kepada Refan.


"Iya aku tau, kita kesana nanti. Aku juga khawatir karena nomornya juga tidak aktif" Refan setuju dengan ide Tiara.


Kemudian Nadia dan Lisa masuk kekelas mereka untuk mencari Refan, Nadia sengaja membawakan bekal sehat untuk Refan sekalian modus untuk mendekati Refan.


"Hay Refan" sapa Nadia dan diikuti Lisa dibelakangnya.


"Hay juga Nad, ada apa kalian kesini" tanya Refan.

__ADS_1


"Aku mau ngasih bekal buata kamu, aku masak sendiri" ucap Nadia memberikan bekal itu kepada Refan.


"Terima kasih Nadia, tapi besok-besok kamu tidak perlu repot karena aku sering makan dikantin" tolak Refan.


"Nggak papa lah Fan, terima aja. Nadia udah sudah payah bikin bekalnya buat kamu" sambung Lisa.


"Iya terima kasih" jawab Refan terpaksa.


"Apa mau aku temani makanya?" tanya Nadia percaya diri sekali.


"Emm tidak usah Nad, aku akan makan bekalnya dikantin bersama mereka" tunjuk Refan pada Tiara dan Veny serta Sintia.


"Baiklah kalau gitu aku permisi dulu, sampai jumpa lagi Fan" ucapanya sambil melambaikan tanganya dan berjalan pergi.


Setelah Lisa dan Nadia pergi, Tiara dan Veny langsung mengintrogasi Refan. Sangat terlihat sekali Nadia menyukai Refan, merekajuga tidak tau jika Lisa adalah sepupu Refan.


"Wah gila loh Fan, bisa dekatin cewek sekelas Nadia dan Lisa" ucap Tiara sambil menonjok pundak Refan.


"Iya bolehlah, tapi aku lebih suka kamu dekatin Salsa" sambung Sintia.


"Sintia" bentak Tiara, pasti Refan malu jika mereka tau kalau Refan menyukai Salsa.


"Kenapa sih, kan aku cuma bicara jujur" jawab Sintia santai.


"Apa kelihatan banget ya, aku jadi malu" ucap Refan yang mukanya mulai memerah.


"Tapi kami dukung loh sama Salsa kok Fan, karena Salsa pantes dapetin cowok baik kayak loh" ucap Tiara sambil menepuk-nepuh pundak Refan.


"Iya aku menyukai Salsa dari pertama masuk sekolah, tapi aku tidak berani mengungkapkannya takut akan merusak hubungan kami" jawab Refan.


"Pelan-pelan aja Fan, yakinkan dia. Aku yakin dia juga akan membalas perasaan kamu" sambung Tiara lagi.


"Terima kasih karena sudah mendukung aku, aku jadi tambah semangat" Refan berterima kasih.


Setelah itu mereka pergi kekantin untuk makan siang, sampai saat ini Refan tidak malu pergi bersama mereka, walaupun hanya dia cowoknya.


.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2