
Hari ini Mbak Putri memberi kabar jika akan ada syukuran kehamilan nya, satu minggu yang lalu dia dinyatakan hamil. Tentu saja itu adalah kabar gembira karena kedua orang tua Kenzo akan segera mempunyai cucu pertama mereka, Mbak Putri menyuruh Salsa dan Kenzo untuk datang kerumah.
Sebelum kesana mereka berdua membeli beberapa bingkisan untuk Mbak Putri dan Salsa juga membeli beberapa hadia untuk Mama mertuanya.
"Apa kakak tau apa kesukaan Mama ?" tanya Salsa sambil melihat-lihat kue disana.
"Mama paling suka macam-macam kue kukis, apa kita mau beli itu juga?" Kenzo balik bertanya pada Salsa.
"Tentu saja, ini adalah misi pertama untuk mendekati Mama martua sayang" jawab Salsa dengan senyuman nya.
"Dasar kamu ya, tapi itu ide yang bagus" Kenzo mengacungkan jempolnya.
Mereka pun membeli beberapa macam kue kukis, Salsa sangat yakin Mama mertuanya akan menyukainya karena bentuk nya unik dan lucu-lucu.
Setelah itu mereka berdua bergegas pergi kerumah Kenzo, ini sebenarnya hanya acara keluarga saja bukan acara besar-besaran.
Beberapa menit kemudian mereka telah sampai, rumah terlihat cukup ramai dan ada keluarganya Mbak Putri juga disana. Mama dan Papa tidak berani menunjukan rasa tak suka nya pada mereka berdua karena besan nya juga ada disana, tapi dia masih bersikap cuek dengan Salsa.
"Salsa kamu beneran datang..!!" ucap Mbak Putri memeluk Salsa.
"Iya Mbak, selamat ya atas kehamilanya" jawab Salsa diselah pelukan mereka.
"Selamat ya Mbak, bentar lagi mau punya jagoan" sahut Kenzo yang berada disamping Salsa.
"Terima kasih Om-Om Kenzo" canda nya lalu memeluk adik iparnya itu.
"Minta maaf lah dengan Mama dan Papa, Mbak yakin dia akan memaafkan kalian. Dia nggak akan berani marah-marah karena ada Mama dan Papa disini" Bisik Mbak Putri pada Kenzo.
"Iya Mbak tentu saja, terima kasih" jawab Kenzo dan setelah itu Putri mengajak mereka masuk.
Saat mereka masuk Mama Ayu bertanya siapa yang datang, dia kira itu adalah teman nya Putri atau Angga. Tapi saat melihat Kenzo dan Salsa mukanya berubah masam, ingin sekali dia mengusir mereka tapi tidak enak dengan besanya.
"Siapa yang datang Put, teman kamu ya?" tanya Mama yang mengambil beberapa cemilan dan membelakangi pintu masuk.
"Bukan ma.." belum sempat Putri menyelesaikan ucapan nya Mama berbalik dan melihat Kenzo dan Salsa disana.
Kenzo langsung menyapa Mama dan Papa nya Mbak Putri dan mereka sangat senang karena Kenzo sangat sopan, mereka juga bertanya siapa yang di samping Kenzo. Tidak lupa mereka juga menggoda Kenzo karena pacarnya sangat cantik, Kenzo yang mendengar itu sangat senang.
__ADS_1
"Selamat siang Om dan Tante, lama tidak bertemu" sapa Kenzo pada mereka.
"Ken udah lama ya nggak ketemu makin ganteng aja, peluk dulu dong udah rindu" jawab Mama Meta pada Kenzo dan dia langsung memeluk nya.
"Kebiasaan Mama nggak tau siapa yang menantu nya, giliran Kenzo aja dicium-cium" sahut Angga yang cemburu.
"Kamu cemburu sayang, habis nya adik kamu lebih imut" jawabnya setelah itu melepaskan pelukanya dan mencubit pipi Kenzo gemas.
"Selamat siang juga Ken, oh iya bawah siapa tu?" Goda Papa Reno.
"Saya teman nya Kenzo Om, nama saya Salsa" sambung Salsa sopan dan menundukan kepalah nya.
"Wah benarkah, salam kenal Salsa. Selamat ya Fer bentar lagi kamu akan punya menantu lagi kayak nya" canda Papa Reno sambil tertawa kecil.
Papa dan Mama yang dari tadi hanya diam saja pun langsung ikut tertawa karena tidak mau menceritakan apa yang telah terjadi, Salsa pun memberikan bingkisan yang dia beli tadi dan tidak lupa dia memeluk Mama mertuanya itu.
"Selamat sing Tante lama tidak bertemu" sapa Salsa pada Mama Ayu yang masih berdiri ditempat tadi.
"Emm iya.." jawab nya terpaksa.
Salsa langsung meletakan bingkisan nya dan memeluk nya, perbuatan Salsa membuat mereka semua terkejut. Kenzo juga bangga karena Salsa benar-benar sungguh-sungguh ingin mendekati Mama nya.
Saat Salsa berbicara seperti itu, dia hanya diam dan dia bisa merasakan banyak kesedihan dalam setiap kata yang Salsa ucapkan.
"Oh iya ini tadi Salsa bawah beberapa kue, ada kue kukis juga untuk tante Ayu" tunjuk Salsa yang seketika langsung ceria lagi dan menyembunyikan kesedihan nya.
"Wah tidak perlu repot-repot sa, kamu datang saja kami sudah sangat senang" sambung Mbak Putri.
"Tidak apa-apa Mbak, Salsa juga jarang kesini" jawabnya sambil tersenyum.
Setelah itu mereka semua duduk diruang tamu sambil makan-makan, Mama Meta juga banyak bertanya pada Salsa. Salsa juga sangat senang karena Mama nya Mbak Putri sangat ramah, jadi dia tidak terlalu canggung.
"Kamu masih sekolah juga cantik?" tanya Mama Meta pada Salsa yang duduk disamping nya.
"Iya tante, Salsa masih sekolah dan kebetulan satu sekolah dengan Kenzo" jawab Salsa sambil tersenyum.
"Wah benarkah, tambah semangat dong kalau pacaran sambil sekolah" sahut Papa Reno.
__ADS_1
"Nggak juga kok Om, kami hanya berteman" jawab Salsa yang tau jika dia tidak boleh memberitahu mereka yang sebenarnya.
"Tidak apa-apa sayang, yang penting pacarannya secara sehat. Jadikan motivasi untuk belajar" ucap Mama Meta sambil mengelus rambut Salsa dan Salsa hanya menganggukan kepalanya.
"Kamu tinggal dimana sayang?" tanya nya lagi.
"Di jalan jeruk nomor 3 tante" jawab Salsa mengatakan jika itu adalah alamat kontrakan nya yang dulu.
"Wah bukan kah disana banyak kontrakan dan rumah susun, apa kamu tinggal dirumah susun sayang?" tanya lagi pada Salsa.
"Mama..!" sambung Putri agar Mama nya berhenti bertanya pada Salsa.
"Nggak pap kok Mbak, Salsa memang tinggal dikontrakan tente" jawab Salsa yang sangat tegar.
Bisa-bisanya Kenzo berpacaran dengan anak dari kalangan bawah, tinggal di daerah yang sempit. Apa mereka juga menyetujui hubungan mereka, pikir Mama Meta dan orang tua Kenzo hanya diam dari tadi.
"Kamu tinggal dikontrakan bersama keluarga kamu?" sambung Papa Reno yang juga penasaran.
"Saya tinggal sendirian karena Mama dan Papa saya sudah bercerai" jawabnya lagi sambil tersenyum kecil.
Kenzo sengaja tidak mencelah agar padangan Mama dan Papa nya bisa terbuka dengan cerita Salsa, Putri dan Angga juga hanya bisa diam mendengarkan cerita Salsa.
"Ya ampun maaf sayang, tante nggak tau. Kasihan sekali kamu, pasti susah hidup tanpa orang tua" ucapnya merasa kasihan sambil mengelus pundak Salsa.
"Sekarang kemana mereka, kenapa kamu tinggal sendirian?" tanya nya lagi.
"Papa saya pindah keluar kota bersama dengan istri pertama nya tante, sedangkan Mama saya menikah dengan pacarnya diluar negeri" jawab Salsa sambil menahan air matanya.
Mama Meta yang mendengar itu menutup mulutnya tak percaya, bisa-bisanya orang tua menelantarkan anak nya. Apa lagi anak nya sebaik Salsa, cantik dan imut.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC