Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Episode 11. Memberi Pelajaran Pada Monika


__ADS_3

Tadi malam Salsa benar-benar menginap diaparteman Kenzo, Salsa tidur diruang tamu sedangkan Kenzo tidur dikamarnya. Salsa juga sadar diri jika dirinya menumpang disini, tapi dia cukup senang karena rasanya seperti mimpi bisa dekat dengan idola sekolah.


Pagi nya Salsa terbangun dan dia tidur cukup nyenyak, setelah bangun dia melipat selimut dan buru-buru mengecek baju seragamnya.


"Nyenyak sekali rasanya, walaupun cuma tidur disopa saja" ucap Salsa saat bangun dari tidurnya.


"Sebaiknya aku, periksa bajunya udah kering atau belum" sambungnya lagi dan berjalan menuju balkon.


Pagi harinya Salsa sudah terbangun siap-siap untuk menyetrika seragam sekolahnya, sedangkan Kenzo belum keluar dari kamarnya.


Tadi Mama juga menelpon, kenapa Salsa tidak pulang kerumah. Salsa memberikan alasan jika dia sedang mengerjakan tugas dirumah temannya dan menginap disana, beruntunglah Mama mempercayainya.


"Apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Kenzo saat Salsa masih menyetrika seragamnya.


"Ehh...kakak udah bangun. Maaf nggak bilang dulu, aku mau setrika seragam tadi masih agak lembab dikit" jawabnya sambil melihat Kenzo yang sudah menggunakan seragam sekolahnya.


"Kakak sudah ganti pakaian cepat sekali" sambung Salsa.


"Iya lah kamu kira jam segini aku belum bangun, sana mandi setelah seterika bajunya. Lalu sarapan disini, aku tunggu jangan lama-lama" jawab Kenzo yang sudah ada didapur.


Kenzo menyiapakan sarapan mereka sedangkan Salsa pergi kekamar mandi.


Beberapa menit kemduan Salsa sudah rapi dengan seragam sekolahnya, dia tidak menggunakan riasan sama sekali dan rambutnya hanya diikat setengah. Walaupun begitu dia masih cantik dan imut, walaupun masih ada lebam dipinggir bibirnya.


"Sini sarapan dulu, nanti kamu pingsan lagi pas jam pelajaran" ajak Kenzo yang sudah duduk di meja makan.


Salsa pun duduk disamping Kenzo dan Kenzo langsung memberika segelas susu serta nasi goreng yang baru saja dia masak tadi.


"Wahh, kakak bisa masak? Nasi gorengnya kelihatan enak sekali" ucap Salsa dengan mata berbinar-binar melihat sepiring nasi goreng.


"Tentu saja aku bisa, cepat makan nanti keburu dingin" jawab Kenzo dan Salsa langsung memakanya.


Mereka makan bersama, Salsa sangat menyukai momen ini. Salsa juga mengetahui sisi lain dari seorang Kenzo yang dingin dan cuek tapi hatinya sangat lembut serta suka menolong.


Setelah sarapan mereka pergi kesekolah, awalnya Salsa menolak dan ingin naik taksi saja. Tapi Kenzo tidak mempebolehkan nya dan memaksa Salsa untuk pergi bersamanya.


"Sebaiknya aku pergi naik taksi saja kak, lagian ngga enak diliat sama anak lain" ucap Salsa sebelum masuk kedalam mobil Kenzo.


"Masuk saja, jangan banyak omong nanti kita berdua telat, aku mau raziah baju anak-anak nanti" jawab Kenzo sudah mulai kesal.


"Tapi nanti aku turun dekat perempatan saja ya Kak" mohon Salsa dengan muka sedihnya.


"Iya sana naik" jawab Kenzo lagi.


Mereka pun pergi bersama, benar saja saat sampai diperempatan jalan dekat sekolah Salsa turun dan berjalan kaki. Kenzo pun langsung tancap gas, karena harus meraziah anak-anak yang baru masuk kesekolah.

__ADS_1


***


Setelah jam pelajaran pertama akan dimulai Kenzo baru memasuki kelasnya, dia langsung menghampiri Monika yang duduk dikursinya.


"Monik ikut aku, aku mu ngomong sama kamu" ucap Kenzo dan Monika yang mendengar itu pun langsung tersenyum.


"Mau ngomongin apa Ken?" tanyanya bingung tapi dalam hatinya dia merasa senang dan teman-teman lainya memperhatikan mereka.


"Ikuti aku.." ajaknya dan Monika langsung mengikuti Kenzo dari belakang.


Saat sampai disamping kelas mereka, Kenzo langsung berbicara tentang sikap Monika yang menurutnya sangat berlebihan.


"Apa maksud kamu, keroyok Salsa sampai mukanya lebam kayak gitu. Aku mohon ya Ka, kota nggak punya hubungan apa pun dan aku bukan pacar kamu" kesal Kenzo dan Monika terdiam beberapa saat.


"Tapi kan Ken, aku sangat mencintai kamu" jawab Monika.


"Tapi aku nggak mempunyai perasaan apa-apa sama kamu, aku harap ini terakhir kalinya kamu bikin ulah karena masalah nggak penting kayak gini" ucap kenzo lagi dengan nada marah.


"Apa dia pacar kamu, sampai kamu bela dia segininya?" tanya Monika lagi.


"Itu bukan urusan kamu, ini peringatan jika kamu mengulanginya lagi aku tidak akan segan sama kamu" ucap Kenzo lalu meninggalkan Monika.


"Akhhhhh, berani-beraninya dia ngadu. Awas saja apa yang akan aku lakukan sama kamu Salsa" Kesalnya.


Kenzo pergi meninggalkan Monika yang masih kesal disana, dia benar-benar ngga menyangka pada Monika. Padahal dia terlihat baik dan suka membantu, oleh sebab itu lah Kenzo cukup dekat dengan nya. Tapi kedekatan mereka membuat Monika salah paham, jika Kenzo juga menyukainya.


***


"Kok bisa muka kamu kayak gini Sa, siapa yang lakuin ini sama kamu?" tanya Refan sambil melihat muka Salsa.


"Nggak ada kok, cuma berantem sama teman aja pas pulang sekolah kemarin ketemu dijalan. Biasalah orangnya irian" jawab Salsa sambil tersenyum.


"Teman kamu yang mana?" tanya Tiara curiga, bukanya Salsa ngga punya teman selain mereka.


"Teman SMP dulu Ra, beneran lain kali aku akan hati-hati" jawab Salsa lagi.


"Kalau ada yang ngeroyok kamu bilang aja sama kita, biar aku yang balas Sa. Kamu nggak perlu takut" sambung Veny.


"Veny benar kamu nggak perlu takut, bilang sama kita jika ada yang ganggu kamu" ucap Tiara dan Sintia menganggukan kepalanya.


"Udah lah bahas ini, nggak penting banget. Bagaimana kalau kita bahas hubungan Kak Aldo sama Veny" ajak Salsa.


"Benar juga ni, yang diam-diam udah pacaran kali ya" ledek Tiara pada Veny.


"Siapa yang pacaran?" tanya Sintia yang ikut-ikutan mau tau apa yang sedang mereka bicarakan.

__ADS_1


"Kamu sama Bobon Sin, gimana udah jadian?" tanya Salsa sambil tertawa kecil.


"Udah lah nggak seru banget bahas Bobon terus" sambung Refan yang memang Bobon teman sebangkunya.


"Lah Fan kenapa, bilang aja kalau iri. Bobon aja laku, kamu sama siapa emang ada yang suka sama kamu?" tanya Veny.


"Ya malas aja bahas dia terus, ya ada lah doain semoga dia juga suka sama aku" jawabnya percaya diri sambil tersenyum lebar.


"Wahh, siapa tu Fan? tanya Salsa penasaran.


Dalam hati Refan itu loh Sa, aku suka sama kamu dari pertama kali kita masuk sekolah. Tapi Refan tidak mempunyai keberanian untuk mengungkapkannya.


"Adalah, nanti jika wantinya tepat aku akan kasih tau kalian" jawabnya.


"Nggak seru banget sih" kesal Salsa yang terlanjur penasaran.


"Oh iya bagimana dengan Aldo tadi, Apa kalian udah jadian Ven?" tanya Tiara yang juga penasaran.


Veny menunjukan gelang perak, itu adalah hadia dari Aldo tanda mereka sudah jadian.


"Ini gelang dari Kak Aldo tanda kami udah jadian" ucap Veny malu sambil memperlihatkan gelangnya.


"Tu kan benar udah jadian, mana pajak jadian nya" tagih Salsa pada Veny.


"Baiklah nanti akan aku teraktir dikantin" jawab Veny yang ingin mentraktir teman-temanya.


"Horeee" jawab mereka bertiga.


"Gue juga kan?" tanya Refan menunjuk dirinya sendiri.


"Tentu aja Fan, karena loh baik. Loh boleh ikut" jawab Veny.


"Oh ya, Aldo yang kalian maksud itu. Kak Aldo anggota Osis kita?" tanya Refan, memastikan dan mereka semua menganggukan kepalanya.


"Wahh..keren loh Ven" Aldo mengacungkan jempolnya kepada Veny.


Percakapan mereka berakhir sampai dengan jam pelajaran selesai, walaupun Refan sendiri yang cowoknya tapi dia masih enjoy aja ikut geng mereka.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2