
Setelah pulang sekolah Loly pun mengikuti Salsa kemana-mana, dia melihat Salsa pergi bersama dengan teman-temanya.
"Mau kemana mereka rame-rame?" tanya Loly yang masih mengikuti mereka dari belakang.
Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai disebuah rumah yang Loly tidak tau rumah siapa itu, apa rumah salah satu temanya pikir Loly dan dia masih menunggu di kejauhan. Tapi dia melihat semua tidak langsung masuk dan menunggu diluar.
Satu jam berlalu tidak ada tanda-tanda pemilik rumah itu akan membukakan pintu untuk mereka, Salsa sudah sangat pasrah. Sulit sekali untuk menemui Riyan, sebenarnya apa yang dilakukan oleh dia setelah berhenti sekolah.
"Sepertinya tidak akan ada yang membuka pintu, apa lebih baik kita pulang saja Sa" ajak Kenzo.
Salsa juga berpikir teman-temanya pasti capek, dia tidak boleh memaksakan untuk menyelesaikan kepentingan nya sendiri.
"Iya ayo pulang teman-teman, sepertinya Riyan memang tidak ada dirumah" jawab Salsa.
"Memang nya kemana dia, kenapa sulit sekali ditemui seperti mau nemuin pejabat aja" kesal Veny.
"Kita akan mencari cara lain, ayo kita pulang dulu. Aku yakin kita pasti bisa menemukan Riyan, kamu tenang saja Sa" sambung Tiara.
Mereka memutuskan untuk pulang dan hari ini juga tidak ada kemajuan, Salsa kesal dengan Riyan. Seolah-olah dia menghilang dan meninggalkan noda yang sangat banyak dan susah dihilangkan.
Salsa tidak menyadari jika Loly mengikuti dirinya dari tadi, Saat Refan sudah mengantar Salsa pulang dia pun tidak mampir dan memutuskan untuk pulang.
"Hati-hati Fan, terima kasih untuk hari ini" ucap Salsa sebelum Refan melajukan mobilnya.
"Iya sama-sama Sa, aku pulang dulu ya" jawabnya sambil tersenyum.
Loly langsung mengabari Papa nya dan mengirimkan lokasinya saat ini, Papa yang melihat pesan dari Loly langsung menuju kesana.
Tidak lama kemudian Papa datang bersama dengan Mang Darto dan dia langsung mengajak Loly untuk menemui Salsa disana.
"Tok...Tokk...tokkk" ( Bunyi ketukan pintu).
"Siapa ya, apa Mbak Ririn tapi ini belum waktunya pulang kerja. Apa Refan balik lagi?" tanya Salsa lalu membuka pintu.
Salsa sangat terkejut dengan kedatangan Papa nya, Loly dan juga Mang Darto. Papa seperti bisanya dia terlihat sangat marah.
__ADS_1
"Akhirnya Papa menemukan kamu, ayo pulang sekarang" ajak Papa sambil menarik tangan Salsa.
"Salsa nggak akan pulang, rumah Salsa disini. Jika Papa ingin Salsa pulang, bawah pergi tante Maria dan Loly dari rumah. Aku sangat muak melihat mereka" jawab Salsa lantang.
Mendengar hal itu Papa langsung menampar pipi Salsa, menurut nya Salsa sudah sangat keterlaluan. Dia jadi anak pembangkang dan kurang ajar, padahal selama ini Salsa sangat penurut.
"Bagus belajar dari mana kamu kata-kata seperti itu, Papa tidak pernah mengajarkanya pada kamu. Kemasi baju kamu kita pulang sekarang" ucap Papa lagi.
"Tidak akan, sebaiknya Papa pulang sekarang" kesal Salsa.
Papa terus menariknya tapi Loly kasian melihat Salsa yang sudah menangis dan Papa tidak mau kalah untuk mengajak Salsa pulang kerumah.
"Sudah Pa kasian Salsa" sambung Loly.
"Anak nakal seperti dia tidak pantas dikasihani" jawab Papa.
"Papa sudah seperti Papa tiri yang jahat, Salsa benci sama Papa. Kalau Salsa bisa memilih, Salsa tidak akan mau dilahirkan dari Papa yang bejat kayak Papa. Aku dan Mama menderita karena Papa, jika Papa tidak mencintai Mama seharusnya kalian tidak menikah maka aku tidak akan dilahirkan di dunia ini" Ungkap Salsa mengelurkan semua yang ada dalam hatinya.
Papa terdiam kerana yang dikatakan Salsa benar, dia lah yang salah sehingga Salsa dan Mamanya menjadi korban.
Mang Darto pun tidak bisa berbuat apa-apa walupun dia sangat kasian pada Salsa, Loly pun begitu. Dia tidak menyangka Salsa akan sesakit itu, dia pikir lama kelamaan Salsa bisa menerima dia dan Mamanya.
Salsa mengambil kartu Atm dan Surat mobil nya dari tas dan memberika nya pada Papanya, dia tidak mau bergantung dengan Papanya lagi. Dia memutuskan untuk hidup sendiri dan akan dia pikirkan cara nya untuk mencari uang.
"Ini Atm dan surat mobil dari Papa, sekarang sudah tidak ada lagi harta Papa yang Salsa ambil. Oh iya ambil ponsel ini juga" Salsa memberikan itu semua pada Papa nya.
"Baiklah jika ini keputusan kamu, kita lihat saja sampai kapan kamu bisa bertahan" jawab Papa lalu meninggalkan tempat itu.
"Pa tunggu" teriak Loly mengejar Papa nya.
Mang Darto pun bepamitan pada Salsa dan dia sangat sedih kejadian ini harus terjadi padahal Salsa adalah anak yang baik.
"Mang pamit dulu Non, jaga diri Non baik-baik. Jika ada apa-apa jangan sungkan untuk menelpon Mamang" ucapnya sedih dan Salsa hanya menganggukan kepalanya.
Setelah semuanya pergi Salsa menutup pintu dan bersandar sampai terduduk, dia terus saja menangis. Dia juga bingung apa keputusannya ini sudah tepat atau dia akan menghancurkan hidup nya sendiri.
__ADS_1
"Ahkkkk" teriak Salsa sambil menangis kencan, dia tidak perduli jika ada orang yang mendengar nya.
"Aku benci hidup ini" teriaknya lagi.
Salsa tidak akan memberitahu Mama nya, Mama harus berbahagia dengan Om Jhon. Salsa akan berusaha sendiri karena sekarang dia benar-benar seperti anak yang tidak mempunyai orang tua lagi.
***
Saat sampai dirumah Mama Maria sudah tau saat Loly memberi nya kabar tadi dan dia langsung pulang.
"Mana Salsa nya Pa, kenapa dia tidak pulang bersama dengan kalian?" tanya Mama.
"Jangan tanya anak itu lagi" jawabnya dingin lalu pergi dari sana.
Mereka mendengar pintu ruang kerja Papa nya ditutup dengan keras dan setelah itu terdengar bunyi pecahan kacan dan barang jatuh.
"Sepertinya Papa ngamuk Ma" ucap Loly.
"Kamu benar sayang, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Mama penasaran.
"Salsa tidak mau pulang dan lebih parah nya lagi dia memutuskan hubungan dengan Papa. Mungkin itu lah yang membuat Papa marah sekarang, aku juga kasihan dengan Salsa" jawab Loly dengan nada sendu.
"Jangan kasihan ni anak itu, lebih baik kamu kasihani hidup kita. Hidup kita juga hancur karena anak itu dan Mamanya" Ucap nya yang tak kalah kesal.
"Kenapa Mama menyalahkan mereka, sebenarnya yang salah itu Mama dan Papa" sahut Loly yang marah.
Loly pun pergi dari sana dan meninggalakan Mamanya, Loly juga berpikir yang salah disini bukan dia dan Salsa. Mereka hanya terjebak dengan masalah orang tua mereka, tidak ada yang mau dilahirkan dengan keadaan seperti ini.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC