Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Episode 89. Persahabatan Kita


__ADS_3

Pagi nya Kenzo dan Salsa sudah siap berangkat kesekolah, mereka keluar bersama dari apartemen sambil tertawa dan bercanda seperti biasanya. Kenzo juga menggandengan tangan Salsa dan saat mau berjalan keparkiran mereka berdua bertemu dengan Aldo dan Vino yang menghampiri mereka.


“Selamat pagi Bro, asik banget pagi-pagi udah gandengan aja” teriak Vino yang berjalan menghampiri mereka.


“Ngapain kalian kesini?” tanya Kenzo bingung, sedangkan Salsa langsung melepaskan gengaman mereka dan bersembunyi di belakang Kenzo karena dia malu.


“Ya kita mau ngajak loh pergi bareng, tapi kami malah dikejutkan dengan kehadiran Salsa disini. Apa kalian tinggal bareng?” tanya Aldo yang terkejut.


“Aku bisa jelasin, jangan berpikir macam-macam” jawab Kenzo dan dia kembali menggengam tangan Salsa.


“ Mungkin saat nya kalian harus tau kalau aku dan Salsa sudah menikah” ucap Kenzo dan membuat Aldo dan Vino terkejut.


“Hahaha..candaan loh nggak lucu tau” jawab Vino sambil menepuk pundak Kenzo.


“Aku lagi nggak bercanda“ ucap Kenzo dengan serius.


“Jadi kalian berdua memang sudah menikah beneran?” tanya Vino yang masih tak percaya tapi Salsa dan Kenzo menganggukan kepalanya.


“ Wah gila, aku nggak nyangkah yang pertama kali menikah itu Kenzo” ucap Vino lagi.


“Sudah lah, lebih baik kita pergi sekarang” sahut Kenzo.


Mereka pun pergi bersama menggunakan mobil Aldo, Vino duduk didepan bersama Aldo. Kenzo dan Salsa duduk dibelakang, sepanjang perjalanan Vino melihat Salsa dan Kenzo secara bergantina.


“Kenapa kamu melihat kami seperti itu?” tanya Kenzo dengan kesal.


“Apa kalian juga udah…ini?” tanya nya samabil mendekatkan kedua telunjuknya.


“Iya lah kan udah menikah, kenapa mau coba juga?” tanya Kenzo sambil tertawa mengejek Vino.


“Wah gue kalah, loh aja udah gituan. Kita masih jadi perjaka tua seperti ini” ucap Vino sambil menepuk pundak Aldo.


“Biasa aja kali, nggak usah tepuk-tepuk. Makanya jangan jadi buaya terus, saat ini cewek lebih pengen kepastian dan nggak mau di gantung terus” jawab Aldo sambil terus fokus menyetir mobilnya.


“Kalian berdua sama saja!!” ucap Vino dengan kesal.


Setelah sampai disekolah mereka berpisah dengan Salsa karena Salsa pergi kekelas nya, Kenzo sebenarnya ingin mengantar Salsa kekelasnya tapi Aldo bilang jangan berlebihan dan Salsa pun juga tidak mau diantar karena akan banyak siswa yang memperhatikan mereka.

__ADS_1


“Aku pergi kekelas dulu Kak” ucap Salsa yang sudah turun dari mobil Aldo.


“Ayo aku antar sampai kekelas sayang” jawab Kenzo yang ingin mengantar Salsa pergi kekelasnya.


“Jangan berlebihan deh Ken, Salsa masih bisa berjalan sendiri” teriak Aldo yang sudah mau pergi ke kelas mereka.


“ Iya sayang, pergi lah kekelas bersama mereka. Nanti penggemar kamu marah lagi saat idola nya dekat-dekat dengan cewek” jawab Salsa sambil memegang tangan Kenzo.


“Hemmm, baiklah. Aku pergi dulu” ucap Kenzo sambil melihat kiri kana dan saat tidak ada yang melihat merek, Kenzo pun langsung mencium pipi Salsa lalu berlari pergi dari sana.


Salsa memegang pipinya sambil tersenyum memandangai Kenzo yang mulai menjauh dari sana, setelah Kenzo tidak kelihatan dia pun pergi menuju kelasnya. Saat dikelas dia sudah disambut dengan teman-temanya. Tapi beberapa hari ini Refan menghindarinya, Salsa juga tidak tau apa yang salah dengan dirinya.


"Selamat pagi gaiss" sapa Salsa yag baru masuk.


"Ceria banget ni pacarnya kak Kenzo, udah secerah matahari pagi" sindir Tiara sambil tersenyum.


"Bisa aja loh Ra, nggak senang banget lihat teman bahagia" jawab Salsa.


"Mana pajak jadian nya dong, jadian diam-diam kami nggap pernah tau duluan. Kalau Veny nggak cerita kami juga nggak tau apa-apa, kebiasaan banget si sa" marah Tiara karena tidak memberitahu dirinya.


"Maaf Ra nggak sempat dan kamu juga nggak naya juga" jawab Salsa dengan alasanya.


“Refan belum datang Sa” jawab Veny sambil memandang Salsa bingung.


“Tumben kamu cari Refan sa, kalian lagi marahan ya?” tanya Tiara yang juga penasaran karena Salsa mencari Refan.


“Dari kemarin Refan selalu menghindari aku, aku juga bingung apa salah ku. Perasaan aku tidak berbuat salah” jawab Salsa yang tidak mengerti apa salah nya.


“Mungkin karena dia dengar kamu jadian sama kak Kenzo” sambung Sintia memberitahu Salsa.


“Memang apa hubunganya sama Refan?” tanya Salsa lagi yangtidak mengerti.


“Kamu bodoh apa pura-pura bodoh si sa, Refan tu udah lama suka sama kamu tapi kamu tidak peka sama sekali” jawab Tiara yang menjelaskanya agar Salsa mengerti.


“Kamu ada-ada aja nggak mungkin dia suka sama aku, kalian tau kan kita sama-sama berteman. Kenapa jadi dia suka sama aku, jangan bercanda de”ucap Salsa yang masih tidak percaya.


“Beneran Sa, kali ini kami semua bicara jujur. Lebih baik kamu jelaskan baik-baik jika kamu tidak menyukai Refan, aku yakin dia mau mengerti” Veny memberikan saranya.

__ADS_1


‘'Tapi aku masih nggak percaya, ini akan jadi sangat rumit” jawab Salsa sambil memijit kepalanya pusing, masalah tidak pernah berhenti menghampirinya.


Setelah mendengar kata Venya, Salsa baru percaya dan terkejut saat tau Refan menyukainya. Ini permasalahan yang cukup rumit, karena Salsa juga tidak mau merusak pertemenan mereka. Beberapa menit kemudian Refan datang dan duduk di kursinya, Salsa pun duduk disamping nya dan dia menyapa Refan seperti biasanya.


“Selamat pagi Fan” sapa Salsa pada Refan yang duduk disampingnya.


“Hemmm” jawab nya cuek.


“Kamu marah sama aku ya?” tanya Salsa memberanikan diri.


“Nggak kok, aku marah kenapa memangnya?” dia balik bertanya pada Salsa.


“Jika kamu tidak marah kenapa beberapa hari ini kamu menghindari aku?” jawab Salsa kesal dengan Refan.


“Apa kamu marah aku jadian sama kakak Kenzo?” tanya Salsa lagi dan Refan hanya diam saja.


“Ayo lah Fan, ini bukan kamu. Kenapa kamu ngambek nya kayak gini” ucap Salsa sambil menggoyangkan tubuh Refan.


“Aku kesal karena kamu jadian sama kak Kenzo, sudah aku bilang dia nggak baik buat kamu. Aku sangat menyayangi kamu Sa, bukan sebagai teman tapi lebih dari itu” ucapnya pelan agar yang lain tidak mendengarnya dan Refan juga memegang tangan Salsa agar Salsa benar-benar percaya.


“Tapi aku menganggap kamu hanya sebagai teman Fan, aku yakin kamu bisa mendapatkan perempuan yang baik” jawab Salsa yang ingin Refan mengerti.


"Kamu jangan mengaitkan persahabatan kita dengan perasaan" sambung Salsa yang juga agak kesal.


“Iya aku paham” jawabnya singkat lalu pergi dari sana.


"Tunggu Fan..!" teriak Salsa tapi Refan tidak menghiraukanya.


Salsa hanya bisa menghembuskan napas dalam nya, dia tidak menyangka pertemanan mereka akan berakhir seperti ini. Refan adalah laki-laki yang baik, dia juga berhak mendapatkan wanita yang lebih baik dari Salsa.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2