Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Episode 102. Kedatangan Mama Karla


__ADS_3

Besok nya mereka datang ke bandara untuk menjemput Mama Karla, selama disini mereka akan tinggal dirumah Om Jhon. Salsa sangat bahagia karena sudah lama tidak bertemu dengan Mama nya, mungkin sudah satu tahun belakangan ini. Tapi ada rasa takut juga jika Mama memgatahui Salsa sudah menikah, apa dia akan kecewa pikir Salsa dalam hatinya.


"Kenapa ekspresi kakak tegang begitu?" tanya Salsa yang melihat Kenzo disampin nya.


"Tegang aja, soal nya belum pernah ketemu sama Mama mertua. Aku jadi sedikit gugup" jawab Kenzo memegang tangan Salsa.


"Aku sebenarnya juga takut, aku juga nggak tau bagaimana cara nya memneritahu Mama tentang kita" sambung Salsa.


"Sudah tidak apa-apa, nanti coba kita jelaskan pelan-pelan. Aku yakin Mama akan mengerti" jawab Kenzo meyakinkan Salsa.


"Iya semoga yang kakak katakan benar" ucap Salsa sambil menganggukan kepalanya.


Beberapa menit kemudia pesawat yang Mama tumpangi sudah mendarat, Mama langsung menelpon Salsa. Setelah Mama memberitahu dimana mereka sekarang, Kenzo dan Salsa pun langsung menuju kesana.


"Mama..!!" teriak Salsa saat melihat Mama nya yang masih agak jauh disana.


"Sayang.." jawabnya langsung memeluk Salsa setelah Salsa mendekat.


"Terima kasih sudah menjemput Mama, Mama sudah bilang ketemu di aparteman saja" ucapnya diselah pelukan mereka.


"Ini siapa? pacar kamu ya?" sambung Mama melepaskan pelukanya dan menujuk pada Kenzo.


"Iya kenal kan dia Kenzo" sambung Salsa memperkenalkan Kenzo pada Mama dan Om Jhon.


"Salam kenal Om dan Tante, saya Kenzo" sahut Kenzo sambil tersenyum.


"Pintar juga kamu cari pacar sa, ganteng lagi" sambung Om Jhon menggoda Salsa.


"Om Jhon bisa saja, ayo kita pergi sekarang. Apa ada barang yang belum diambil?" tanya Salsa memastikan.


"Ada sayang tapi sudah didepan, ada asisten Mas Jhon disana" sambung Mama.


"Baiklah ayo kita pergi" jawab Salsa sambil sesekali memperhatikan perut Mama nya yang memamg sudah agak membesar.


Benar saja saat sampai didepan ternyata sudah ada Pak Eden, dia adalah asisten Om Jhon. Mereka pergi menggunakan mobil Om Jhon dan Salsa sertan Kenzo mengikutinya dari belakang.


Beberapa menit perjalanan mereka sudah memasuki kawasan apartemen mewah, mereka masih terus memgikuti mobilnya. Setelah sampai Mama dan Om Jhon langsung mengajak mereka masuk kedalam apartemen.


"Ayo masuk sayang, biar kah para cowok yang mengangkat barang nya" Mama menarik tangan Salsa masuk kedalam, sedangkan Kenzo membantu Om Jhon dan Pak Eden.


"Duduk lah sayang, apa kabar kamu sayang disini?" sambung Mama bertanya pada Salsa dan duduk disamping Salsa.


"Salsa baik-baik saja Ma, ada juga kabar yang harus Mama dengar. Salsa sebenarnya tidak mau memberitahu masalah Papa ini tapi Salsa pikir Mama harus tau" sambung Salsa yang akan menceritakan tentang Papa nya.


"Ada apa dengan Papa?" tanya Mama penasaran.


"Papa bangkrut Ma, bahkan dia tidak punya apa-apa lagi. Istri pertamanya dan anak mereka juga pergi meninggalkan Papa, Papa saat ini hidup sendirian di kota P" Sambung Salsa menceritakan semuanya.

__ADS_1


"Ya ampun aku nggak nyangka nasip Mas Sindi akan seperti ini, kenapa kamu baru cerita sekarang sayang?" tanya Mama pada Salsa.


"Mama juga punya kehidupan sendiri sekarang, jadi untuk apa juga Mama tau. Salsa yakin itu adalah balasan dari tuhan untuk Papa, karena dia sangat sering menyakiti kita" jawab Salsa dengan yakin.


"Entah lah mungkin kamu benar, bagimana dia disana. Apa pekerjaan Papa kamu?" sahut Mama lagi.


"Papa bekerja sebagai petani disana, ada Mang Darto juga yang membantunya" jawab Salsa.


"Bagus lah kalau Mang Darto membantunya, Mang Darto memang baik" ucap Mama sambil menganggukan kepala nya.


"Salsa mau tanya, apa benar perusahan tempat Papa bekerja dulu adalah perusahaan orang tua Mama?" tanya Salsa penasaran.


"Iya memang benar, tapi mau diapakan lagi jika perusahaan itu sudah atas nama Papa kamu semua. Mama dan keluarga Mama juga tidak bisa berbuat apa-apa" jawab Mama jujur mengatakan yang sebenarnya.


"Aku nggak menyangka Papa sejahat itu, pantas saja dia mendapatkan ganjalan yang setimpal. Tapi aku kasihan juga karena dia benar-benar sendirian disana" ucap Salsa mengungkapkan keluh kesah nya.


"Benar juga, kamu harus sering menjenguk dia bagimana pun dia Papa kamu. Kalau Mama sudah tidak mungkin karena kami sudah berpisah" Mama memberikan nasehatnya pada Salsa.


"Salsa kemarin juga baru dari sana Ma" jawab Salsa.


"Kamu tinggal dimana sekarang?" sambung Mama lagi dan tidak mungkin juga dia pindah ikut Papa nya katanya masih sekolah di tempat yang sama saat telponan kemarin.


Belum sempat Salsa menjawab Om Jhon datang bersama Kenzo, mereka membawa makanan dan duduk bergabung bersama dengan Salsa dan Mama nya.


"Apa yang kalian obrolkan?" sahut Om Jhon yang masuk kedalam bersama dengan Kenzo.


"Ini ada teh sama kopi kami beli didepan, ada beberapa kue juga" jawab Om Jhon meletakan makanan itu di atas meja.


"Wah kebetulan sekali udah laper juga, ayo dimakan sayang. Oh iya kemana Pak Eden?" tanya Mama setelah Om Jhon duduk.


"Dia sudah pulang setelah mengantarkan barang keatas tadi, dia juga sudah capek mengurus semua nya dari kemarin" jawabnya.


"Iya benar juga, ayo diminum nak Kenzo jangan malu-malu" sambung Mama melihat kearah Kenzo yang diam saja.


"Sebenarnya ada yang mau Kenzo dan Salsa bicarakan sama Om dan Tante, mumpung kita ketemu seperti ini jadi lebih enak" jawab Kenzo yang langsung pada intinya.


"Apa maksud kamu, kalian pacaran? tante sejutu-setuju saja dan kelihatan nya kamu juga baik" ucap Mama Kayla sambil tersenyum kepada Kenzo.


"Tapi ini bukan sededar pacaran Ma" sambung Salsa.


"Jadi apa? jangan buat Mama penasaran" jawabnya santai sambil bertanya lagi pada mereka berdua.


"Sebenarnya Kenzo dan Salsa sudah menikah, kami menikah secara agama. Rencanannya setelah lulus sekolah nanti kami akan mengadakan resepsi dan mengurus berkas pernikahanya" sambung Kenzo yang mengatakan maksud sebenarnya dan Mama yang memegang kue ditanganya pun langsung jatuh karena terkejut.


"Apa kamu hamil?" tanya Mama dengan marah.


"Nggak Salsa nggak hamil Ma, kami menikah karena kami memang saling mencintai dan saat ini Salsa tinggal bersama dengan Kenzo dan orang tuanya" jawab Salsa.

__ADS_1


Mama menundukan kepalanya sambil memijit kepala nya yang pusing setelah mendengar ucapan Salsa tadi.


"Jadi selama ini kamu tinggal dirumah Kenzo, Papa kamu benar-benar keterlaluan sekali. Mama nggak habis pikir, seharusnya dia belum cukup dihukum seperti itu" ucap Mama kesal memikirkan nasip Salsa selama ini, sedangkan mantan suami nya senang-senang dengan istri nya dan anak nya.


"Sabar Mama, Mama jangan emiso ingat kamu sedang hamil sekarang" sahut Om Jhon yang duduk disamping Mama Karla.


"Tapi tetap saja, dia membiarkan putri kadungnya sendiri seperti ini. Bahkan semua harta juga dia yang memegang semua, kamu tau sendiri kan aku hanya membawa badan saat keluar dari rumah" Ucapnya serak karena menangis dan Salsa yang melihat itu pun tak kuasa menahan tangisnya.


"Sudah lah, ini sudah terjadi. Salsa baik-baik saja sekarang. Kita perbaiki semuanya, Salsa juga tidak putus sekolah. Itu yang paling penting" Ucap Om Jhon sambil mengelus pundak istrinya.


"Malang sekali nasip kamu sayang" Mama menangis sambil memeluk Salsa, niatnya membuat Salsa bahagia dengan semua harta yang dimiliki suaminya tapi Salsa malah disingkirkan.


"Maaf Salsa tidak bisa menuruti kata Mama, Salsa minta maaf" jawab Salsa disela pelukan mereka.


"Ini bukan salah kamu sayang, maaf juga Mama tidak tau jika akan seperti ini. Sekarang kamu sudah jadi istri orang, menurutlah pada suami kamu" sambung Mama lagi sambil mengelus kepala Salsa.


"Papa kamu memang gila, mati saja dia sekalian" ucap Mama sangat emosi.


"Sudah Ma, jangan emosian malu sama menantu kamu" sahut Om Jhon yang melihat Kenzo diam saja dari tadi.


Kenzo juga tidak tau menau masalah harta istrinya, apa lagi perselingkuhan dalam keluarga mereka.


"Maaf kan Tente jadi emosi, Terima kasih kamu sudah menjaga Salsa selama ini" ucap Mama Kayla lalu melepaskan pelukan mereka.


"Tidak apa-apa Tente, Kenzo juga mengerti" jawab Kenzo sambil tersenyum kecil.


"Eh tunggu jangan panggil Tante, panggil Mama seperti Salsa. Kamu juga sayang panggil Papa pada Om Jhon, sebenarnya dia juga tidak nyaman seperti kamu tidak menerima kehadiran nya" ucap Mama pada mereka berdua.


"Iya panggil Om dengan Papa saja, Om ingin jadi bagian keluarga kalian. Terutama kamu Salsa, anggap Om sama seperti Papa kamu jangan menganggap Om seperti orang asing atau hanya suami Mama kamu" sambungnya dan mereka berdua pun mengerti jika Om Jhon ingin diterima jadi bagian keluarga mereka.


"Iya Salsa paham, mulai saat ini Salsa akan memanggil Om dengan sebutan Daddy saja karena Papa udah familiar banget" sambung Salsa menghapus air matanya dan tersenyum.


"Ya itu bagus sekali, Daddy.." jawabnya sambil tetsenyum kepada Salsa.


"Apa Mama dan Daddy mau makan malam bersama dengan Mama dan Papa Kenzo?" sambung Kenzo bertanya pada mereka.


"Tentu saja, kami mau. Mama mau berterima kasih dengan kedua orang tua kamu secara langsung" jawabnya dan Kenzo pun menganggukan kepala nya.


Jauh dari bayangan Salsa, Mama menerima hubungan mereka dan sepertinya dia juga menerima Kenzo dengan tangan terbuka. Yang paling dia sesali adalah menyerahkan semua hasil jerih payah nya pada mantan suaminya, mereka menikmati hasil uang mereka bersama istri pertama nya.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2