Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Episode 44. Suasana Baru


__ADS_3

Pulang sekolah Refan langsung menjemput Salsa di hotel dan mereka langsung pergi kerumah tante Refan untuk menanyakan apa masih ada bedengan kosong.


"Ayo Sa, kita pergi sekarang" ajak Refan Saat Salsa membuka pintu kamar hotel tersebut.


"Iya Fan, aku ambil tas dulu" jawabnya.


Setelah itu mereka pergi kesana, beruntung disana masih ada bedengan kosong karena kemarin penghuni lamanya baru pindah.


Tante Refan yang mengetahui jika itu teman Refan pun langsung menyambut mereka dengan ramah, dia juga kasihan saat mereka mengatakan jika Salsa datang dari luar kota dan jauh dari orang tuanya.


"Ini teman Refan, yang Refan ceritakan tadi malam. Dia ingin ngekos disini Tan, apa ada bedengan kosong?" tanya Refan saat mereka sudah duduk diruang tamu rumah Tante nya.


"Wah kebetulan sekali ada satu yang kosong Fan, penghuni lamanya baru pindah kemarin" jawab Tente Leni sambil tersenyum.


Dia melihat Salsa sepertinya anak baik-baik, tapi ada kesediaan di matanya. Karena dia teman Refan jadi Tente Leni percaya-percaya saja.


"Oh iya berapa kosan nya Tante?" sambung Salsa.


"Refan harap ada diskon nya Tan, kasihan kami masih anak sekolah" canda Refa dan Tante Leni pun tertawa.


"Untuk kosan nya bisa bayar bulanan atau pertahun sayang. Jika kamu bayar pertahu cukup bayar 8 juta saja karena kamu teman Refan kalau harga bisa nya 10 juta sayang, kamu juga bisa bayar per bulan 700 ribu saja. Disini airnya udah geratis tapi untuk listrinya kamu bayar sendiri karen punya token masing-masing" jelas Tante Leni.


"Bagaimana Sa, apa kamu mau?" tanya Refan.


"Iya saya mau tante, apa boleh saya barat untuk 2 bulan dulu?" tanya Salsa.


"Tentu saja boleh sayang" jawab Tante Leni.


Salsa mengelurkan uang dari dompetnya, pagi tadi dia sudah menarik uang dari Atm dekat hotel. Sebanrnya dia takut jika Papa tau, karena pemberitahuan penarikan akan tersembung padanya.


"Ini uangnya Tante, apa boleh saya pindah hari ini juga?" Salsa bertanya sekali lagi.


"Tentu saja boleh, ayo tante antar untuk melihat bedengan nya" ajak Tante Leni.


Mereka bertiga pun langsung pergi kesana, bedengan itu hanya berjarak dua rumah dari rumah Tante Leni. Lingkungannya cukup bersih walaupun tidak semewah yang mereka mau, Tante Leni juga bilang jika yang mengekos disana kebanyakan sudah berkeluarga dan ada juga yang masih kuliah.


Saat Salsa melihat bedengan itu, dia senang walaupun tempatnya sederhana tapi bersih. Perabotanya juga sudah ada, ada Tv kecil dan sopa di ruang tamu. Mempunyai satu kamar tidur dan kamar mandi didalamnya dan dapur kecil juga, menurut Salsa ini sudah lebih dari cukup untuknya.


"Ini sudah lebih dari cukup Tante, Salsa suka. Oh iya untuk perabotanya ini dari sini atau ini milik pemilik sebelumnya Tante?" tanya Salsa.


"Ini milik kosan sayang, kamu bisa menggunakannya dan untuk yang lainya kamu bisa lengkapi sendiri" jawabnya.


"Iya terima kasih banyak Tante" ucap Salsa.


Suasana baru tanpa ada Mama dan Papa, semoga kamu bisa memulai awal yang baru ini Sa walupun tidak ada Mbok Jum dan Mang Darto yang membantu kamu, kamu pasti bisa menghadapi ini semua ucap Salsa dalam hatinya untuk memberikan semangat pada dirinya sendiri.


"Kalau kamu mau belanja, tanya saja dengan Ririn. Kosanya pas di sebelah kamu ini, dia bekerja di salah satu mini market dekat pasar" jawab Tante Leni memberitahu Salsa.

__ADS_1


"Iya Tente terima kasih banyak" jawab Salsa.


"Kalau tidak ada lagi, tante permisi dulu ya soalnya ada acara di luar" pamit Tente Leni.


"Iya terima kasih banyak Tan" jawab Refan.


Tante Leni pergi dari sana, mereka berdua melanjutkan untuk bersih-bersih. Setelah bersih-bersih Refan mengajak Salsa untuk untuk membeli beberapa keperluan Salsa di pasar, Refan yakin jika Salsa tidak pernah pergi kesana.


"Akhirnya selesai juga, terima kasih Fan" ucap Salsa saat mereka sudah membersihkan semuanya.


"Sudah berapa kali kamu bilang terima kasih dari kemarin Sa, santai saja kita kan teman. Sudah sepantasnya teman saling membantu" jawab Refan.


"Tapi kamu terlalu baik Fan" ucap Salsa sambil menundukan kepalanya.


"Aku memang baik, kamu saja yang baru sadar" canda Refan dan Salsa pun tertawa.


"Kamu bisa saja, oh iya apa kamu sudah makan siang. Kamu kan baru pulang sekolah?" tanya Salsa.


"Iya aku sedikit lapar, Ayo kota beli makan keluar sambil membeli beberapa perabotan kamu yang kurang" jawab Refan.


"Baiklah ayo" ucap Salsa.


Mereka berdua pun berjalan kerumahTante Leni tadi untuk mengambil mobil Refan, karena mobilnga masih terparkir disana.


Setelah itu mereka pergi ke pasar tradisional, jarak pasar kekosanya tidak terlalu jauh hanya 20 menitan.


"Baiklah ayo Fan" jawabnya sambil tersenyum kecil.


"Kamu pasti belum pernah pergi kepasar ini kan?" tanya Refan sambil berjalan memasuki kawsan pasar.


"Kata siapa aku belum pernah, aku sudah pernah kesini dengan Mbok ku. Aku jadi rindu Mbok Jum" jawbanya.


"Aku kira kamu belum pernah kesini, karena melihat gerak-gerik kamu kurang meyakinkan kamu mau pergi kesini" ucap Refan lagi.


"Memang gerak-gerik aku gimana?" tanya Salsa sambil bercanda.


"Ya seperti itu lah" jawab Refan.


"Ayo kita mau beli apa dulu?" tanya Refan pada Salsa.


"Kita beli makanan dan bahan untuk memasak Fan, kalau perabotan nyusul saja tidak harus beli hari ini" jawab Salsa.


"Baiklah ayo boss" jawabnya dengan semangat dsn Salsa pun langsung tertawa.


Mereka berdua bekeliling untuk membeli bahan makanan dan sayur-sayuran segar, untuk mengisi kulkas kecil dikosanya.


Setelah berbelanja sayuran mereka berdua mampir untuk membali makan, Refan mengajak makan nasi padang yang ada di rumah makan pinggir jalan.

__ADS_1


Awalnya mereka ingin makan disana tapi Salsa melihat banyak sekali laki-laki yang ada disana dan akhirnya mereka memutuska untuk makan di kosan.


"Sepertinya kita makan dikosan saja Fan" ajak Salsa.


"Baiklah, kamu mau pesan apa Sa?" tanya Refan, dia juga melihat mungkin tempatnya tidak nyaman bagi Salsa.


"Aku mau rendang dan ditambah perkedel satu Fa" jawabnya.


"Oke" Refan pun masuk kedalam.


Refan pun masuk kedalam dan memesan makanan mereka, sedangkan Salsa masih menunggu didepan di memutuskan untuk tidak masuk.


Beberapa menit kemudian Refan sudah datang membawa dua bungkus nasi dan mereka langsung bergegas pulang.


Saat sampai dikosan, mereka makan bersama diruang tamu. Refan memilih duduk lesehan dengan nasinya diletakan diatas meja dan Salsa juga mengikuti Refan duduk seperti itu juga.


"Nah kalau makan gini enak Sa, jangan pakai sedok makanya pakai tangan aja" ucap Refan.


"Apa tidak akan belepotan?" tanya Salsa.


"Tentu saja tidak, gini caranya" Refan menunjukan cara memakan nasi padang dengan tangan.


Salsa pun tergiur dan bergegas mencuci tanganya, dia menirukan cara Refan makan dan dia sangat menikmatinya.


"Benar ternyata se enak ini" ucap Salsa sambil tersenyum.


"Makan nasi padang saja sudah se bahagia ini kamu Sa, beruntung sekali suami kamu. Bisanya cewek suka berbelanja barang mahal baru dia akan bahagia" canda Refan.


"Aku memang jarang berbelanja seperti mereka, jika makanan ini se enak ini kenapa aku tidak mencobanya dari dulu ya" jawabnya sambil tersenyum.


"Aku lebih suka cewek seperti kamu" ucap Refan lagi.


"Memang nya aku kenapa?" Salsa bertanya lagi.


"Ya nggak suka belanja kan jadi hemat" jawabnya sambil tertawa.


Mereka melanjutkan makan dengan di iringin obrolan, terkadang Refan suka bercanda dan itu membuat Salsa sedikit terhibur.


Setelah makan Refan memutuskan untuk pulang kerumah karena dia juga berpikir Salsa ingin istirahat, dia capek karena harus membersihakn semuanya tadi dan Refan hanya membantu sedikit.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2