
Hari ini adalah hari senin semua orang berbaris dilapangan untuk mengikuti upacara bendera, hari ini sangat lah panas sehingga pada saat pertengahan upacara Salsa hampir pingsan. Dengan sigap Refan langsung menggendongnya dan membawa Salsa ke Uks sekolah.
"Lihat tu Salsa, cari perhatian banget tiap baris pingsan mulu" ucap seseorang yang tidak suka dengan Salsa.
"Loh benar, Salsa itu memang suka cari muka" jawab Nadia.
Kenzo juga melihat kejadian itu hanya diam saja, jarak mereka jauh tidak mungkin dia membantu Salsa dan teman kelas mereka juga banyak pikiranya.
Saat di Uks Salsa langsung diberi minum oleh bu guru dan dia menanyakan jika Salsa tidak kuat lagi, sebaiknya pergi ke klinik terdekat.
"Ini di minum dulu" Bu guru Fina memberikan segelas air putih.
"Terima kasih banyak Bu" jawab Salsa sambil mengambil minum tersebut dan meminumnya.
"Apa kamu masih kuat Salsa, kalau nggak Ibu suruh Pak joko antar ke klinik saja?" tanya Bu Fina.
"Saya nggak papa Bu, saya cuma butuh istirahat saja" jawabnya.
"Jangan bilang kamu nggak sarapan lagi, kenapa anak jaman sekarang susah sekali makan" kesal Bu Fina.
"Ibu benar, saya lupa tadi" jawabnya sambil tersenyum kecil.
Bu Fina sudah hapal dengan Salsa karena dia lah yang paling sering masuk Uks, walaupun tidak pingsan dia juga suka pura-pura sakit.
"Sudah ibu tebak, kamu mau makan apa. Biar teman kamu ini yang belikan?" tanya Ibu lagi pada Salsa.
"Iya Bu Fina benar, kamu mau makan apa Sa?" sambung Kenzo.
"Kayaknya aku mau bubur sumsum Mbok Yem dikantin Fan, sekali lagi maaf merepotkan kamu ya" jawab Salsa merasa tidak enak pada temanya.
"Baiklah tunggu aku belikan dulu ya" ucapnya.
Refan pun pergi kekantin untuk membeli bubur yang ingin dimakan oleh Salsa.
"Beneran kamu nggak papa Sa, soalnya Ibu masih ada kerjaan diperpustakan" ucap Bu Fina.
"Nggak papa Ibu pergi aja, saya nunggu disini saja. Kalau udah mendingan saya akan kembali kekelas" jawab Salsa.
"Baiklah, kalau ada apa-apa teriak aja. Ibu dengar kok kamu manggil dari depan" ucapnya lagi.
Ibu Fina pun pergi dari sana, perpustakaan mereka memang bersebelahan dengan ruang Uks. Jika teriak juga memang kedengaran oleh Ibu Fina, ada Refan juga yang menemaninya.
Tidak lama kemudian Refan kembali membawa bayak makanan, ada susu dan roti serta beberapa cemilan juga. Apa sih yang nggak untuk wanita yang dia sukai, itu lah yang Refan katakan dalam hatinya.
"Ini Sa loh makan semuanya, biar loh tambah sehat" ucapnya memberikan banyak makanan pada Salsa.
__ADS_1
"Wah loh gila ya Fan, banyak banget" jawab Salsa terkejut.
"Biarin, kan udah aku bilang makan dulu sebelum berangkat sekolah. Kamu bisa makan dimobil kalau memang kesiangan, ingat kesehatan itu penting" oceh Refan.
"Iya-iya besti maaf tadi itu benar-benar lupa, lain kali nggak akan diulangi lagi" jawab Salsa meyakinkan Refan.
Salsa pun memakan bubur dan minum susu yang dibelikan oleh Refan tadi, Refan pun masih menemani Salsa disitu.
Setelah makan Salsa menyuruh Refan untuk pergi kekelas karena sebentar lagi pelajaran utama akan dumulai, Refan tidak mau karena tidak mau meninggalkan Salsa sendiri disana.
"Kamu duluan aja kekelas Fan, bentar lagi jam pelajaran akan dimulai" ucap Salsa.
"Nggak mau, biarin aja aku nungguin kamu disini kita barengan aja masuk kelasnya" jawab Refan.
"Nanti aku akan menyusul, aku mau istirahat sebentar" ucap Salsa lagi.
Refan berpikir mungkin Salsa ingin tidur sebentar dan dia pun mengiyakanya, dengan berat hati dia meninggalalkan Salsa sendirian.
"Ya udah deh, aku pergi dulu" ucapnya dan Salsa pun menganggukan kepalanya.
Beberapa menit kemudian datang lah seseorang, Salsa berpikir itu pasti Refan. Salsa kesal kenapa Refan kembali lagi padahal dia sudah menuruhnya untuk kembali ke kelas mereka.
"Ngapain lagi loh kesini lagi Fan" kesalnya.
"Oh kamu pikir aku ini cowok yang bawak loh kesi tadi" jawabnya yang tak kala kesalnya.
"Kenapa Kak Kenzo kesini?" tanya Salsa.
Kenzi pun merebahkan tubuhnya di tempat tidur yang ada di samping Salsa, Salsa pun bingung apa Kenzo sakit tanya nya dalam hati.
"Apa Kak Kenzo sakit?" tanya lagi saat melihat Kenzo merbahkan tubuhnya dan memejamkan matanya.
"Banyak tanya banget kamu, aku pusing maka nya aku kesini" jawabnya.
"Benarkah apa perlu aku panggil bu Fina?" tanya Salsa lagi.
"Tidak perlu aku hanya butuh istirahat saja" jawabnya.
Setelah itu susana menjadi sunyi karena Salsa tidak bertanya lagi dan hanya memperhatikan Kenzo yang tidur disana.
"Tidur saja dia sangat tampan" ucap Salsa pelan sambil tersenyum.
Salsa tidak tau jika Kenzo tidak benar-benar tidur, dia mendengar semua yang dikatan oleh Salsa.
Salsa pun memberanikan diri untuk bangun dan mendekat pada Kenzo, dia memperhatikan Kenzo dari dekat. Salsa sangat penasaran dan ingin sekali memegang wajah Kenzo.
__ADS_1
"Wah kulitnya sangat halus" ucapnya lalu tertawa kecil.
Salsa terus mengelus wajah Kenzo dan Kenzo yang tidak tahan pun langsung membuka matanya dan menahan tangan Salsa.
"Udah puas loh mengelus wajah gue" ucapnya dan Salsa pun hanya terdiam tidak berani berbicara.
Kenzo pun menarik Salsa sehingga mereka semakin dekat dan Kenzo mendekatkan kepalanya.
"Cupp"( Kenzo mencium pipi Salsa).
Setelah itu muka Salsa langsung memerah dan tidak berani menatap Kenzo lagi.
"Aku akan kembali kekelas" ucap Salsa lalu berlari keluar dari ruang Uks.
Kak Kenzo nyium aku rasanya seperti mimpi aku langsung sehat hahaha, itu lah yang Salsa katakan dalam hatinya.
Tentu saja dia tidak bisa mengungkapkan apa yang sedang dia rasakan saat ini, yang jelas dia sangat senang dan tak henti-hentinya tersenyum setelah keluar dari ruang Uks.
"Dia sangat imut" ucap Kenzo.
Kenzo pun tertawa yang melihat Salsa yang berlari kencang meninggalkanya dan beberapa menit kemudian dia juga kembali kekelasnya.
***
Salsa masuk kedalam kelas dan ternyata sudah ada Pak Hamka yang mengajar pelajaran sejarah dikelas mereka.
"Permisi pak" ucap Salsa lalu menghadap kearah Pak Hamka.
Semuanya melihat kearah Salsa yang baru masuk dan Refan pun terus tersenyum padanya.
"Maaf pak saya tadi dari Uks" ucapnya lagi kepada Pak Hamka.
"Iya tidak apa-apa, silahkan duduk" jawab Pak Hamka menyuruh Salsa untuk duduk.
Tiara sangat ingin bertanya kepada Salsa tapi dia tidak berani karena masih waktu pembelajaran, akhirnya Tiara mengurungkan niatnya. Mereka pun mengikuti pelajaran sampai selesai.
.
.
.
.
TBC
__ADS_1