
Seperti yang mereka rencanakan kemarin, hari ini mereka akan mengadakan acar reuni bersama di salah satu restoran terkenal. Bahkan Veny sangat bersemangat menyiapkan semuanya, dia memesan ruangan tersendiri dan menghiasnya dengan spesial.
Pertama datang Veny dan Salsa karena Salsa saat ini sedang hamil besar jadi Veny menurunnya duduk saja, sedangkan Aldo dan Kenzo sibuk membantu Veny menyiapkan semuanya.
"Gama apa es krim nya enak?" tanya Salsa yang melihat Gama makan es krim disamping nya.
"Iya ini sangat enak tante, apa tante mau?" tanya nya sambil menyodorkan es krim itu pada Salsa.
"Tidak usah, kamu makan saja. Tante akan suruh Om Kenzo buat beli" jawab Salsa menolak pemberian Gama.
"Sayang...!!" panggil Salsa, Kenzo yang membantu Aldo pun langsung menoleh, mereka sedang menyusun beberapa bunga disana.
"Ada apa sayang?" tanya Kenzo melibat kearah Salsa.
"Sana samperin istri loh, entar dia ngemabek lagi. Bair kami yang selesaikan ini" bisik Aldo pada Kenzo.
"Iya bisa gawat kalau dia marah" jawab Kenzo sambil menganggukan kepala nya.
Kenzo pun menghampiri Kayla, dia duduk disamping istrinya. Semenjak hamil tingkah nya terkadang melebihi anak-anak, tapi Kenzo berusaha untuk melakukan apa pun yang di inginkan oleh Salsa.
"Ada apa sayang?" tanya Kenzo sambil duduk di samping Salsa.
"Aku mau es krim seperti Gama" tunjuk Salsa pada Gama yang asik menikmati es krim nya.
"Tapi apa boleh? tanya dokter dulu ya. Apa kamu mau makan salad buah saja? kamu suka itu kemarin" bujuk Kenzo seperti Papa yang membujuk anak nya.
"Boleh kok cuma dikit aja, nggak banyak. Aku lagi nggak mau makan salad" mohon Salsa sambil memegang tangan Kenzo.
"Apa dia boleh makan es krim?" tanya Kenzo pada Veny.
"Tidak apa-apa, beli saja tapi jangan banyak-banyak" jawab Veny.
"Baiklah tunggu disini, aku beli dulu" ucap Kenzo dan Salsa langsung tersenyum senang.
Kenzo pun pergi dari sana, Veny dan Aldo pun sudah selesi mendekorasi ruangan itu. Tidak lama kemudian Sintia datang bersama seorang laki-laki yang cukup tampan, mereka terkejut karena dia bilang tidak punya pacar kemarin.
"Selamat malam teman-teman, apa kami telat" ucap Sintia yang baru masuk sambil menggendeng tangan laki-laki itu.
"Akhirnya kamu datang juga, nggak kok kami juga baru sampai dan mendekorasi ruangan ini sedikit biar cantik" jawab Veny sambil tersenyum.
"Ayo duduk Sin, oh iya bawah siapa ni?" tanya Salsa sambil melirik laki-laki yang duduk disamping Sintia.
"Ini Mas Dimas, dia teman kantor aku. Kebetulan aku nggak ada kawan jadi aku ajak dia kesini" jawab Sintia agak malu-malu.
"Salam kenal semua nya, saya Dimas" sambung Dimas memperkenalkan dirinya.
"Salam kenal juga Dimas, kami semua teman sekolah nya Sinta. Aku Veny dan ini suami ku Aldo, yang didepan itu Salsa" Veny memperkenalkan semua nya.
"Apa kalian pacaran?" sambung Salsa dan tentu saja membuat Sintia malu.
__ADS_1
"Kami hanya berteman" jawab Sintia cepat.
"Mungkin kami akan pacaran kalau Sinta menerima aku" sambung Dimas yang membuat semua yang ada disana tercengang.
"Wah udah kode tu Sin, jadian aja. Kayak nya Dimas anak yang baik dan imut" jawab Salsa sambi tertawa.
"Siapa yang imut?" tanya Kenzo yang baru masuk, dia kesal memdengar Salsa mengatakan cowok lain imut.
"Sayang kamu sudah balik, mana es krim nya?" Salsa menoleh kearah pintu.
Kenzo pun berjalan dan duduk disamping Salsa, dia memberikan es krim nya. Salsa terlihat sangat senang, Veny dan Aldo hanya bisa mengelengkan kepalanya.
"Dan ini Kenzo, suaminya Salsa" sambung Veny.
"Salam kenal" jawab Dimas sambil tersenyum pada Kenzo.
"Iya salam kenal juga, kamu...?" tanya nya.
"Dia teman Sintia, oh iya kenapa Tiara selalu telat padahal udah nggak sabar mau lihat cowok nya" jawab Salsa sambil membuka es krim nya.
"Memang kebiasaan tu anak, apa kita pesan makan aja dulu?" sambung Veny memberikan saran nya.
"Iya itu ide yang bagus, nanti mereka bisa menyusul" jawab Aldo sambil menganggukan kepalanya.
"Kalian mau pesan apa? ini menu nya" Veny memberikan menu itu pada Sintia dan Dimas.
"Kamu mau apa sayang?" tanya Kenzo sangat manis pada Salsa.
"Kalian ini seperti pengantin baru saja, sangat lebay. Iya kan Mas?" tanya Veny pada Aldo.
"Kamu tu iri, bagi kami setiap hari kita memang seperti..." ucap Salsa.
"Seperti pengantin baru" sambung Kenzo membuat Aldo tertawa kecil.
"Sudah lah jangan bahas ini, kami berdua masih lajang" sahut Sintia mendengar perkataan mereka.
"Ah maaf aku lupa" jawab Veny sambil menutup mulutnya.
"Ayo pilih menu nya" sambung Veny lagi.
Setelah itu mereka memanggil salah satu pelayan dan memesan memakan mereka, sambil menunggu makan datang mereka saling mengobrol dan menanyakan kabar.
Beberapa menit kemudian Tiara masuk kedalam, dia terlihat sedikit berlari karena memang sudah telat setengah jam.
"Malam semua nya, apa aku telat lagi?" tanya Tiara yang baru masuk.
"Nah ini dia yang di tunggu-tunggu datang juga, kenapa lama sekali?" tanya Veny sambil melihat kearah Tiara yang berjalan kearah mereka.
"Maaf tadi aku kena macet" jawabnya lalu duduk bersama mereka.
__ADS_1
"Tunggu !! mana pacar kamu?" tanya Salsa sambil melirik pada Tiara.
"Aku harap kalian jangan terkejut nantinya, ehh bukan maksud ku jangan pingsan ya" jawab Tiara yang membuat mereka bingung.
"Kenapa? apa dia nggak datang?" tanya Veny yang terlihat agak kesal.
"Dia bentar lagi masuk kok, tadi kami lagi cari parkiran didepan udah penuh. Jadi aku duluan masuk" jawab Tiara membuat mereka menganggukan kepalanya.
"Dasar aneh benget, apa dia sangat tampan hingga kamu bilang jangan terkejut?" sambung Sintia.
"Malam semua nya" sapa seorang laki-laki yang baru saja masuk.
Semua orang yang ada disana langsung melihat kearah pintu masuk, mereka tentu saja kenal dengan laki-laki itu.
"Refan...!!" tarikan Salsa sambil berdiri tak percaya.
Refan pun mendekat dan Salsa pun langsung memeluknya, hal itu membuat Kenzo sedikit cemburu. Walaupun dia tau kalau istrinya memang sangat dekat dengan Refan.
"Aku sangat merindukan kamu, kenapa kamu hilang kontak begitu saja" ucap Salsa di selah pelukan mereka.
"Maaf kan aku, aku juga sangat merindukan kamu" jawab Refan sambil membalas pelukan Salsa.
"Hemmm" Kenzo berdeham dan mereka pun melepaskan pelukanya.
Refan pun duduk disamping Tiara, bahkan mereka sangat dekat. Veny dan Salsa saling memberikan kode lewat tatapan mata mereka, begitu juga dengan Sintia.
"Apa kalian berdua pacaran?" tanya Salsa hati-hati dan Tiara pun menganggukan kepalanya.
"Wow...!! gila aku nggak percaya ini. Bagaimana kalian bisa berujung jadi pacar begini?" sambung Veny sambil mengibaskan tanganya.
"Ceritanya panjang, tapi waktu itu aku tidak sengaja bertemu dengan Refan dia Jerman. Setelah itu kami bertukar kontak dan sering komunikasi, lalu akhrinya kami pacaran" jelas Tiara sambil tersenyum memandang Refan.
"Kalian sudah lama pacaran tapi diam-diam aja" sambung Salsa yang terlihat kesal karena dia tidak tau apa-apa.
"Kami sepakat menyembunyikan nya karena malu pada kalian, tapi karena kami akan menikah jadi kalian juga harus tau sekarang" jawab Tiara.
"Kami juga membawah surat undangan pernikahan kami, kami harap kalian bisa datang" ucap Refan sambil membagikan undangan pada mereka.
Semuanya makin terkejut, ada-ada saja memang. Siapa yang menyangkan Refan dan Tiara akan menikah, bahkan mereka sering bertengkar waktu di kelas dulu. Jodoh memang tidak ada yang tau, seperti takdir yang mempertemukan mereka.
.
.
.
.
Terima kasih sudah mampir teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya 😊🙏
__ADS_1