Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Episode 45. Tetangga Baru


__ADS_3

Salsa hanya diam dikosan sampai besok paginya saat dia menyapu teras rumah dia bertemu dengan tentangganya, seorang wanita yang lebih tua dari Salsa mungkin umurnya sekitar 27 tahunan.


"Baru pulang dari pasar ya Mbak?" tanya Salsa saat dia baru memarkirkan motornya dan Salsa melihat beberapa kantong keresok berisi sayuran.


"Iya nih habis belanja mau masak, kamu anak baru ya, sejak kapan kamu pindah? kemarin aku tidak melihat kamu?" tanya pada Salsa.


"Kemarin Mbak, soalnya dari kemarin nggak keluar-keluar" jawab Salsa sambil tersenyum.


"Begitu ya, salam kenal aku Ririn kamu bisa panggil Mbak Ririn juga boleh. Kamu sendiri siapa namanya?" tanya nya pada Salsa.


"Salsa Mbak, semoga kita bisa jadi tetangga yang akur ya Mbak" jawab Salsa sambil tersenyum ramah.


"Tentu saja Salsa, oh iya kamu dari mana?" tanya Mbak Ririn lagi.


"Salsa dari luar kota Mbak, bisa dibilang anak rantau" jawab Salsa.


"Wah kita sama dong, Mbak juga anak rantau. Apa kamu kuliah, disini juga ada anak kuliahan namanya Mia dia kuliah di UM?" tanya Mbak Ririn lagi.


"Salsa masih sekolah Mbak, Salsa sekolah dekat sini di SMA Nusa bangsa" jawab Salsa, dia menjelaskan jika dia bukan anak kuliahan.


"Iya juga kamu masih sangat mudah dan cantik, apa kamu bilang SMA itu kan mahal dan terkenal" Mbak Ririn cukup tekejut.


"Iya Mbak tapi Salsa dapat keringanan" jelas Salsa dan Mbak Ririn mengerti, dia berpikir mungkin Salsa anak kurang mampu tapi pintar jadi diterima sekolah disana.


"Iya Salsa, kalau begitu Mbak masuk dulu ya mau masak benatar lagi mau berangkat kerja" ucapnya dan Salsa menganggukan kepalanya.


Sepertinya Mbak Ririn orang yang baik dan ramah, Salsa bersyukur tentangga nya baik dan dia akan punya teman untuk mengobrol.


Setelah menyapu Salsa melanjutkan pekrjaan lainya seperti mencuci pakaianya dan memasak, dia benar-benar harus hidup mandiri. Tidak ada yang bisa dia andalkan kecuali dirinya sendiri.


***


Sudah satu minggu Salsa pindah disana dan besok Refan membari kabar jika Salsa sudah boelh masuk sekolah, karena Bu Desi sendiri yang berbicara pada Refan. Tentu saja Salsa senang tapi dia juga takut dengan teman-temanya yang akan mengejek dan mengatakanya, tapi demi melanjutkan sekolahnya Salsa akan melawan semua ketakutan itu.


Beberapa hari ini juga Salsa semakin dekat dengan tetangga nya Mbak Ririn, Mbak Ririn juga mempunyai cerita yang menyedihkan. Suaminya berselingkuh satu tahun yang lalu dan mereka bercerai tapi Mbak Ririn tidak berani memberitahu keluarganya di kampun, dia juga harus membesarkan seorang anak kecil berusia 3 tahun bernama Rido tapi Salsa memanggilnya Dodo karena sangat menggemaskan.


"Mbak Ririn, Dodo nggak usah di titipan biar Salsa aja yang mengasuhnya" teriak Salsa dari samping teras.


Tidak lama kemudia Mbak Ririn keluar dan dia sudah berpakain rapi, sepertinya mau pergi bekerja.


"Benaran nggak Papa sa, takut ngerepotin kamu dari kemarin Rido sama kamu terus" jawab Mbak Ririn.


"Nggak papa kok Mbak, Dodo juga nggak rewel. Hari ini kan minggu aku juga belum sekolah" ucap Salsa.

__ADS_1


"Baiklah kalau gitu, makasih ya Sa. Mbak pergi kerja dulu, jangan nakal sama tante Salsa sayang" ucap Mbak Ririn sambil mengelus kepala Rido.


Setelah Mbak Ririn pergi Sala membawa Rido masuk kedalam rumah dan tidak lupa membawa tas Rido yang berisi baju ganti nya, serta bebrapa cemilan juga.


"Apa Dodo mau nonton?" tanya Salsa.


Dia menganggukan kepalanya dan Salsa menghidupkan Tv nya, Salsa memilih film kartun yang biasa nya disukai anak-anak.


Dengan santai mereka duduk bersama sambil menonton Tv dan Salsa menghidupkan ponselnya, seminggu ini dia benar-benar menghindari semuanya.


"Banyak sekali pesan yang masuk" ucap Salsa saat ponselnya hidup.


Ada juga beberapa panggilan tak terjawab dari Papanya bahkan Loly dan paling banyak dari Tiara dan Veny, Sintia pun juga begitu.


Tapi yang Salsa harapakan Kenzo akan menghubungi nya tapi dia sama sekali tidak menghubungi Salsa.


"Sadar lah Salsa, mungkin kamu tidak penting bagi nya. Dia juga pasti tau tentang vedio itu, mungkin saja dia membenci kamu" ucap Salsa.


"Tante Sa..mau jajan" ucap Rido pada Salsa.


"Oh Dodo mau jajan, bentar Tante ambil dulu ya" jawab Salsa.


Salsa menagambil beberapa cemilan yang ada di tas Rido tadi dan memberikan nya pada Rido, setelah di beri makanan dia diam dan melanjut nonton Tv.


Tidak lama kemudian ada seseorang yang mengetuk pintu dan Salsa langsung membukanya, ternyata yang datang Refan. Refan membawa beberapa cemilan dan rencananya dia akan mengajak Salsa jalan keluar, Refan berpikir Salsa pasti bosan hanya dikosan terus.


"Eh kamu Fan ayo masuk" ucap Salsa.


"Makasih Sa, ini cemilan buat kamu" jawabnya memberikan kantong berisi cemilan pada Salsa.


"Tidak usah repot-repot Fan, kamu selalu buat makanan kesini" Salsa merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa Sa, santai saja. Wah bocil ini ada disini lagi" seru Refan saat melihat Rido duduk disana sambil menonton Tv.


"Iya Mamanya masih kerja, aku juga nggak punya teman jadi aku ajak aja Rido kesini" jawab Salsa lalu duduk di kursi samping Refan.


"Kamu mau minum Fan?" tanya Salsa.


"Nggak usah Sa, sebenarnya aku mau ngajak kamu jalan pasti kamu bosan seminggu dikosan terus" jawab Refan.


"Benar juga aku belum pernah pergi lagi setelah kepasar kemarin, apa boleh mengajak Dodo juga?" Salsa bertanya pada Refan.


"Tentu saja ayo pergi bersama" jawab Refan sambil tersenyum.

__ADS_1


"Aku mandiin Dodo dulu, kamu pasti malu kalau bawak kami yang kucel dan kumel kayak gini" sambung Salsa dan dia sangat bersemangat untuk pergi keluar.


"Siap bos sana mandi dulu, aku tunggu disini" ucap Kenzo sambil menggelengkan kepalanya.


"Ayo Dodo sayang kita mandi" ajak Salsa.


Salsa pun memandikan Dodo dengan telaten, padahal dia belum pernah dekat dengan anak kecil. Setelah mandi Salsa meanganti baju Dodo dan menyuruh Refan untuk menjaganya karena dia mau siap-siap juga.


"Tolong jaga Dodo bentar Fan, aku ganti baju dulu" teriaknya.


"Iya Sa" jawab Refan dan mengendong Dodo yang berada didepan pintu kamar Salsa.


Setelah itu mereka pergi ke taman bermain dan Dodo sangat senang disana, siangnya nya mereka makan bersama disebuah kafe.


Ada kejadian lucu yang tak berhenti membuat Refan tertawa, ada sepasang suami istri yang sudah paru baya menyapa mereka dan berkata jika mereka bertiga sudah seperti keluarga kecil yang bahagia.


"Wah kalian seperti keluarga kecil yang sangat bahagia dan anak kalian juga imut" ucap Nenek tua yang mau lewat tapi berhenti dan menyapa mereka.


"Benar sekali, apa kalian menikah muda?" sambung Kakek yang ada disampingnya.


"Iya Kek, apa kami terlihat serasi?" Refan bertanya pada mereka.


"Iya tentu saja, kamu sangat beruntung istri kamu sangat muda dan cantik. Putra mu juga sangat imut" jawbanya sambil tersenyum.


Refan pun tertawa setelah mereka pergi dari sana, Salsa juga terkejut dengan perkataan kakek dan Nenek itu. Apa dia terlihat seperti Ibu-ibu yang sudah punya anak satu pikirnya.


"Kenapa kamu tidak berhenti tertawa?" tanya Salsa yang masih menyuapi Dodo makan.


"Jangan galak-galak istri ku" jawabnya.


"Mala bercanda, siapa yang kamu panggil istri" kesal Salsa.


"Jangan marah Sa, aku cuma bercanda. Lagian mereka lucu, masa kita dibilang suami istri yang udah punya anak lagi" jawab Refan sambil tersenyum, dalam hatinya dia sengat senang dan berdoa semoga bisa menjadi kenyataan.


.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2