
Saat sampai disekolah semua menatap sinis pada Salsa dan Veny yang baru datang lansung mendekat kearah Salsa. Salsa yang melihat dirinya dikaca mobil, tidak ada yang aneh pada dirinya. Dia heran kenapa mereka semua menatap Salsa seperti itu dan Veny pun langsung memberitahu dia.
"Hay Ven kamu baru datang juga" tanya Salsa sambil tersenyum pada Veny.
"Iya saya ini panting kamu harus tau, video kamu kesebar digrup kelas" ucap Veny sedikit berbisik pada Salsa.
"Vedio apa?" tanya Salsa bingung karena dia tidak tau apa-apa dan dari pagi tadi dia juga belum membuka ponselnya.
"Ini liat" Veny memberika ponselnya.
Salsa melihat vedio dia sedang bertengkar dengan Nadia kemarin, ternyata ada orang yang memvediokan mereka berdua dan menyebarkanya di grup kelas.
"Siapa yang lakuin ini, bikin kesal aja gara-gara si Nadia ni" kesal Salsa memberikan ponsel Veny.
"Jadi gimana Sa, kalau guru liat ini pasti loh akan dapat masalah" jawab Veny.
"Benar juga kata loh, gimana mau hapus vedio nya jika udah tersebar banyak" ucap Salsa.
"Ya udah yuk kita masuk kelas dulu, kita bicara sampai Tiara dulu mungkin dia punya solusi" ajak Veny.
Mereka berdua pun berjalan kedalam kelas dan benar saja Tiara sudah ada disana, ada kabar buruk karena Bu Desi mencari Salsa dan Salsa disuruh pergi keruang Bk.
"Sa akhirnya kamu datang juga, Bu Desi mencari kamu tadi. Kamu disuruh pergi keruang Bk" ucap Tiara saat mereka baru saja masuk.
"Ada apa Ra, kok Salsa disuruh keruang Bk?" tanya Veny.
"Tentu saja gara-gara vedio yang tersebar itu, cepat lah Sa nanti Bu Desi marah" sambung Tiara.
Salsa pun langsung meletakan tasnya dan pergi keruang Bk, ternyata sudah ada Nadia dan Papanya disana.
"Permisi Bu" ucapnya saat masuk kedalam ruang Bk.
"Akhirnya kamu datang Salsa, cepat duduk" jawab Bu Rita.
Bu Rita adalah guru Bk di sekolah mereka, Bu Desi ada disini karena dia merasa harus menyelesaikan masalah ini karena pertengkaran mereka terjadi di kelas Bu Desi.
"Sebentar lagi Papa kamu akan datang, kita selesai masalah ini. Kenapa kalian bisa bertengkar di sekolah, ini adalah pelanggaran yang patal" oceh Bu Rita pada mereka.
__ADS_1
"Ini semua gara-gara dia Bu" tunjuk Salsa pada Nadia.
"Kenapa gara-gara aku, kamu yang mendorong aku duluan" jawab Nadia, dia tidak takut sama sekali karena ada Papanya disini.
Tidak lama kemudian Papa Salsa datang, dia terlihat sangat marah tapi masih tetap tersenyum pada mereka semua.
"Selamat datang Pak Sindi, maaf mengganggu waktu bapak" ucap Bu Rita dan Bu Desi hanya diam saja.
"Tidak apa-apa Bu, seharusnya saya yang minta maaf karena Salsa sudah membuat masalah" jawabnya.
"Saya juga minta maaf Pak, saya akan mendidik anak saya lagi agar masalah ini tidak akan terjadi lagi" sambung Papa Nadia.
Tentu saja dia harus berbicara seperti itu karena Pak Sindi adalah CEO di perusahan meraka, apa daya dirinya hanya ketua divisi pemasaaran.
"Papa kenapa Papa berbicara seperti itu, dia yang salah" ucap Nadia yang tidak terima dengan ucapan Papanya.
Papanya yang mendengar itu pun lansung melotot pada Nadia dan Nadia tidak berani membantah lagi, dia hanya bisa terdiam dan tertunduk.
Sindi pun duduk untuk mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Salsa selalu membuat masalah. Hal ini membuat dia malu saja, apa lagi yang bertengkar dengan dia adalah anak bawahannya.
"Ayo jelaskan apa yang terjadi Salsa?" Bu Rita menyuruh Salsa untuk menjelaskan apa yang terjadi.
"Begini Bu, awalnya Nadia datang kekelas saya karena dia marah dan menuduh saya mendekati calon tunanganya. Saya sama sekali tidak mendekati dia dan hanya berteman, saya sudah berusaha menjelaskan semuanya tapi Nadia tidak mau percaya dan malah mendorong bahu saya" cerita Salsa.
"Itu tidak benar Bu, dia lah yang duluan mendorong saya" sambung Nadia.
"Jika kamu tidak mendorong aku duluan, aku nggak akan mendorong kamu" ucap Salsa yang merasa tidak terima.
"Stop...jadi intinya kalian bertengkar karena seorang laki-laki, sungguh bodoh sekali. Saya serahkan pada Bu guru untuk memberikan hukuman kepada mereka, saya tidak akan ikut campur" sambung Papa yang terlihat marah dan kecewa dengan Salsa.
"Saya juga berpendapat begitu, saya terserah ibu guru saja untuk memberikan hukuman apa saja untuk mereka" sambung Papa Nadia.
Tentu saja dia tidak bisa melawan bosnya dan dia pasti akan dapat masalah jika salah bicara dalam masalah ini.
"Baiklah sebagai hukuman saya akan menyuruh mereka untuk membersihkan halaman sekolah selama satu minggu, apa tidak keberatan?" tanya Bu guru.
"Iya Bu kami tidak keberatan" jawab mereka berdua.
__ADS_1
"Ini adalah peringatan pertama untuk kalian, jika kalian tidak menyelesaikan hukuman dengan baik. Ibu akan memberikan hukuman tambahan" ucao Bu Rita lagi.
Mereka berdua pun hanya menganggukan kepalanya dan setelah itu kedua orang tua mereka pamit pulang, karena masalahnya sudah selesai dan mereka sudah mendapatkan hukuman.
"Baiklah Bu jika tidak ada lagi, saya mau permisi dulu karena masih banyak pekerjaan yang saya tinggalkan dikantor" ucap Sindi.
"Tentu saja Pak Sindi, sekali lagi terima kasih sudah meluangkan waktunya" jawab Bu Rita.
Setelah Sindi pulang, tidak lama kemudian Papanya Nadia juga keluar dan berbicara pada Nadia.
Salsa pun langsung pergi ke kelasnya dan hukumanya berlaku saat pulang sekolah, mereka juga harus membantu Mang Manto dan Bu Lila untuk membersihkan sekolah.
"Kamu harus minta maaf pada Salsa, Papa nggak mau tau bagimana caranya" ucap Papa Nadia.
"Kenapa aku harus minta maaf pada nya Pa, kan Nadia sudah bilang jika Salsa lah yang salah" jawab Nadia.
"Mau dia salah atau tidak kamu harus minta maaf, kamu tau dia itu anak dari CEO perusahan Papa. Apa kamu mau Papa di pecat gara-gara masalah kamu ni?" bantak Papa Nadia yang kesal.
"Tidak mungkin" jawab Nadia yang tidak percaya.
"Papa akan kembali ke kantor, dengar kamu harus minta maaf dengan dia" ucap Papanya lagi.
Papanya lalu pergi menggunakan mobilnya, Nadia masih terdiam ditempat karena memikirkan apa yang Papanya katakan tadi.
"Bagimana bisa wanita gatal itu, anak CEO di perusahaan tempat Papa bekerja. Mau ditaruh dimana muka ku ini jika harus meminta maaf padanya" ucap Nadia.
Setelah lama berpikir disitu dan dia memutuskan untuk pergi kekelasnya, padahal dia yang mendalangi ini semua. Nadia sengaja menyuruh salah satu tamanya yang berada dikelas Salsa untuk merekam mereka, Nadia ingin memberikan pelajaran pada Salsa tapi akhirnya dia lah yang diberi pelajaran.
.
.
.
.
TBC
__ADS_1