
Sebelum Monika sampai kesana, Kenzo sudah berbicara duluan karena dia tidak mau jika Monika tau Salsa adalah istrinya, bukan karena dia malu tapi dia takut Monika akan menyakiti Salsa seperti dulu.
"Dan ini pacar saya tante, nama nya Salsa" sahut Kenzo karena dia ingin melindungi Salsa dari amukan gadis yang akan menghampiri mereka.
"Oh jadi ini putra bungsu kamu ya Yu, ganteng banget. Itu putri saya nama nya Monika, katanya mereka satu sekolah dan aktif organisasi juga" jawabnya tanpa menghiraukan Salsa yang ada disana.
Monika pun datang dan tidak lupa dia menyapa Mama nya Kenzo dan Kenzo, dia tidak menghiraukan Salsa sama sekali.
"Selamat siang tante, selamat siang juga Ken" sapa Monika yang baru saja datang.
"Iya selamat siang juga, kamu kenal dengan Monika sayang?" Tanya nya dengan Kenzo.
"Iya Kenzo kenal Ma, Kami juga satu kelas" jawab Kenzo.
"Wah kebetulan sekali ya, kalau kamu belum punya pacar pasti tante akan jodohin kamu dengan Monika" jawabnya sambil melihat sinis pada Salsa.
"Maaf jeng, sayang nya Kenzo sudah punya pacar yang cantik" sahut nya sambil menggandeng tangan Salsa.
"Iya sayang nya begitu, kami masuk dulu ya" jawabnya sambil menarik tangan Monika.
"Kami duluan.." ucap Monika sebelum pergi dari sana dan Mama Ayu hanya menganggukan kepalanga sambil tersenyum.
"Ayo sebaiknya lain kali saja Ma kita lihat perhiasan nya, ayo kita makan siang dulu. Salsa sudah lapar" ucapnya tapi sebenarnya dia hanya ingin pergi dari sana karena ingin menghidari Monika.
"Kamu lapar sayang, ayo kita pergi makan sekarang" jawab Mama sambil terus menggandeng menantunya itu.
Mereka pergi bertiga kerumah makan yang tidak jauh dari Mall, sedangkan Monika dan Mama nya masih membahas pertemuan nya dengan Kenzo dan Mama nya tadi.
"Kenapa Mama bisa kenal dengan Mama nya Kenzo?" tanya Monika sambil melihat-lihat perhiasan yang ada disana.
"Mama kan satu arisan sama Ayu, jadi kita kenal lah. Kenapa bukan kamu aja yang jadi pacarnya Kenzo, kamu lebih cantik dari dia" jawab Mama nya dengan nada kesal.
"Bukan aku yang nggak mau Ma, tapi Kenzo yang dari dulu selalu nolak aku. Aku juga melihat jika si Salsa itu nggak cakep-cakep amat" ucap Monika dengan nada kesal.
"Iya Mama lebih setuju jika kamu pacaran sama dia, kamu harus tau aset keluarga nya nggak akan habis tujuh turunan. Jangan mau hidup susah jika masa depan yang indah ada didepan mata" nasehat Mama nya.
__ADS_1
"Mama benar juga, nanti Monik akan berusaha rebut Kenzo dari Salsa lihat saja" jawabnya penuh dengan keyakinan.
"Ini baru anak nya Mama" ucapnya sambil mengelus kepala Monika.
Setelah itu mereka membeli beberapa perhiasan dan memang mereka menyukai sesuatu yang mewah, padahal Papa nya monika hanya seorang pegawai kantoran biasa dan sebentar lagi akan pensiun tapi Mama nya mempunyai harta warisan yang cukup banyak dari orang tuanya. Jadi uang itu lah yang mereka pakai untuk berpoyah-poyah dan bergaya alah sosialita.
***
Besoknya saat berada disekolah Salsa dan teman-temanya pergi ke kantin, Refan yang menghindari Salsa pun terpaksa ikut karena mereka merayakan ulang tahun Veny. Refan tidak enak hati karena selama ini Veny juga teman yang baik, dia pun ikut bersama mereka dan Sintia sudah membawa kue yang mereka beli tadi.
"Tumben loh nggak duduk samping Salsa?" canda Tiara pada Refan yang duduk disamping Sintia.
"Nggak papa lagi pengen duduk disini aja" jawab nya dan mereka semua pun tidak curiga.
"Sudah lah sebaiknya kita buka kue nya dulu, kasihan Veny sudah menunggu dari tadi" sambung Sintia.
"Benar jangan berdebat dulu, aku mau tiup lilin nya dulu" jawab Veny sambil tersenyum lebar.
"Baiklah hidup kan lilin nya Sa" suruh Tiara dan Salsa pun menghidupkan lilin nya.
Setelan itu Veny langsung meminta permohonan dan meniup lilinya, mereka berempat pun bernyanyi selamat ulang tahun untuk Veny. Veny pun sangat senang, walaupun sederhana tapi sangat berkesan untuk nya.
"Sudah jangan lebay, ayo potong kue nya dan suapi kami" sahut Tiara yang tidak sabaran.
"Sabar dong Ra, buru-buru banget. Kamu pasti udah lapar ya?" tanya Sintia yang melihat kearah Tiara.
"Loh tau banget aku lagi lapar, maklum lah aku tadi nggak sarapan" jawabnya yang memulai memotong kue untuk dirinya sendiri.
"Iya makan aja Ra, kayak anak kelaparan aja kasihan banget" sambung Veny sambil melihat Tiara.
"Oh iya Ven, apa kamu nggak ngadain acara ulang tahun?" tanya Salsa pada Veny.
"Aku mau si, tapi malas banget. Apa kalian mau bantu nyiapin nya?" jawabnya sambil balik bertanya pada mereka semua.
"Ujung-ujungnya minta bantuan juga, ayang loh mana" ucap Tiara yang kesal.
__ADS_1
Tidak lama setelah Tiara berbicara Aldo benar-benar datang bersama dengan Kenzo dan Vino, Aldo juga membawa hadia untuk Veny. Mereka sangat romantis sekali, membuat semua yang ada disana merasa iri termasuk Salsa.
Aldo berlutut membawa buket bunga dan sebuah kotak kecil ditanganya, Veny yang sangat terkejut dengan perlakukan pacarnya itu hanya bisa menutup mulutnya tak percaya.
"Sayang selamat ulang tahun, ini buat kamu" ucapnya memberikan buket bunga dan membuka hadia nya yang ternyata sebuah cincin.
"Apa maksud nya ini?" tanya Veny tak mengerti karena Aldo memberi nya sebuah cincin.
"Aku hanya mau mengikat kamu, ayo menikah setelah lulus nanti" ucapnya sambil mengambil cincin itu.
"Apa kamu mau?" tanya lagi dan Veny menganggukan kepalanya.
Aldo langsung memakai kan cincin nya dan setelah itu dia berdiri, diikuti oleh Veny dan mereka berpelukan. Semua yang ada disana berteriak histeris melihat keromantisan itu, sedang kan Salsa dan teman-temanya hanya memperhatikan nya dari tadi tapi berbeda dengan Tiara yang mengambil foto mereka untuk dijadikan kenang-kenangan kata nya.
Setelah itu mereka semua duduk bersama, Kenzo sengaja duduk di dekat Refan karena dia ingin berbicara empat mata dengan nya. Salsa sudah menceritakan semua nya dan dia ingin Refan mengerti tentang hubungan mereka, dia juga mau berterima kasih karena sudah banyak membantu Salsa selama ini.
"Kamu Refan kan?" sapa Kenzo lalu duduk disamping Refan.
"Iya" jawabnya nya singkat dan Salsa memperhatikan interaksi mereka berdua.
"Aku Kenzo, pasti kamu sudah kenal aku kan. Alu mau berterima kasih sama kamu, karena Salsa sudah bercerita kalau kamu banyak membantu dia selama ini" ucap Kenzo sambil tersenyum tulus pada Refan.
"Iya aku melakukan nya sebagai taman, tidak perlu berterima kasih" jawab Refan seadanya.
"Aku harus berterima kasih karena kamu sudah membantu aku menjaga Salsa, aku tau kamu belum bisa menerima hubungan kami tapi aku yakin kamu bisa mendapat wanita yang baik" ucap Kenzo sambil menepuk pundak Refan.
"Lain kali aku teraktir makan ya" sambungnya lalu pergi duduk didekat Salsa dan Refan hanya menganggukan kepalanya.
Setelah itu mereka melanjutkan makan nya, Salsa penasaran apa yang sebenarnya dikatakan oleh Kenzo pada Refan. Tapi dia memendamnya dan akan bertanya setelah pulang nanti, Salsa harap semuanya baik-baik saja.
.
.
.
__ADS_1
.
TBC