Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Episode 74. Kabar Dari Mbak Ririn


__ADS_3

Sudah beberapa bulan ini Salsa benar-benar tidak menghubungi Mbak Ririn, sampai hari ini dia dikejutkan dengan kabar dari nya. Dia bilang Rido meninggal dunia dan dia akan pulang kampung selamanya. 


Rido akan dimakam kan dikampung mereka di Bandung dan Salsa sangat kehilangan, dia sudah mati-matian memperjuangkan kesembuhan Rido. Salsa akan menyusul Mbak Ririn kekampung nya dan dia tidak tau siapa yang akan mengantar nya kesana.


Hingga beberapa saat kemudian Kenzo menghubungi nya dan tanpa malu Salsa meminta bantuan Kenzo.


"Halo Sa, kamu dimana?" Tanya Kenzo saat Salsa mengangkat panggilanya.


"Hey kenapa kamu menangis?" Tanya Kenzo lagi saat mendengar Salsa menangis.


"Bisa minta tolong, jemput aku di kafe dekat sekolah" jawab Salsa.


"Tentu saja aku akan kesana, tunggu di situ jangan kemana-mana" ucap Kenzo dan Salsa hanya mengiayakan nya.


Kebetulan saat ini Salsa dan Veny baru pulang dari kegiatan Osis dan mereka memutuskan untuk makan siang bersama di kafe dekat sekolah, Kenzo dan Aldo mungkin masih di sekolah karena mereka pulang terkahir.


"Gimana Sa?" Tanya Veny yang ikut prihatin dengan Salsa.


"Kayaknya aku minta antar dengan Kak Kenzo" jawab Salsa.


"Bukanya kalia lagi musuhan dan kamu paling menghindari Kak Kenzo, kenapa tiba-tiba kamu mau diantar oleh nya. Akhir-akhir ini Kak Kenzo juga mencurigakan, ada apa dengan kalian?" Tanya Veny penasaran.


"Aku ngga bisa jelas kan, itu Kak Kenzo aku pergi dulu. Jika ada yang tanya aku dimana, bilang saja aku nginap dirumah kamu" jawab Salsa lalu pergi dari sana saat melihat Kenzo yang memarkirkan mobilnya didepan.


"Tapi mobil kamu gimana?" Teriak Veny bingung.


"Kamu aja yang bawa, aku titip dirumah kamu aja" jawab Salsa dan kebetulan Veny diantar oleh Aldo saat pergi kesekolah tadi.


Veny cukup terkejut melihat Kenzo memeluk Salsa dan mencium keningnya, lalu mereka masuk kedalam mobil dan Kenzo melajukan mobil nya dari sana.


Salsa sudah masuk kedalam mobil dan menyuruh Kenzo untuk mengantar nya ke Bandung, Kenzo juga terkejut mau ke Bandung. Dari sini ke Bandung cukup jauh dan mem butuhkan waktu bebrapa jam.


"Kenapa kamu menangis?" Tanya Kenzo.


"Antar aku ke Bandung sekarang" jawab Salsa sambil melihat muka Kenzo.


"Apa kamu bercanda? Sekarang?" Tanya Kenzo yang terkejut dengan ucapan Salsa.


"Iya sekarang ke Bandung, tetangga kontrakan ku dulu anaknya meninggal. Aku tidak mungkin tidak kesana, karena aku sudah cukup menyesal tidak menghubungi mereka beberapa bulan ini" jawab Salsa.


"Baiklah tenang dulu, apa kamu sudah tau alamat rumah nya. Jangan bilang kamu hanya tau bandung sajan alamat lengkap nya dimana?" Tanya Kenzo pagi.


"Aku tau ini Mbak Ririn yang kirim alamat lengkapnya" jawab Salsan memperlihatkan ponselnya.


"Baiklah kita akan kesana sekarang jangan nangis lagi" ucap Kenzo sambil melajukan mobilnya.


"Makasih udah mau nganterin aku ngga tau harus minta bantuan pada siapa lagi, aku juga ngga berani bawak mobil sampai Bandung" Salsa berterima kasih dengan Kenzo.


"Sama -sama, aku akan selalu ada buat kamu. Jangan sungkan hubungi aku jika ada masalah apa pun" Kenzo mengelus kepala Salsa dengan tangan kirinya.

__ADS_1


"Ini juga terpaksa, jangan terlalu dekat dan memberi harapan. Aku dengar kalian akan bertunangan" jawab Salsa dingin.


"Aku akan berusaha untuk membatalkan pertuangan itu, apa kamu benar-benar menyuruh aku bersama Loly?" Tanya Kenzo, ada rasa kecewa di hatinya.


"Terus aku mau gimana lagi, aku juga ngga hamil. Kamu ngga perlu tanggung jawab" Salsa terus memandang keluar dan air mata nya sudah mau jatuh.


"Apa kamu sudah melakukan tes kehamilan lagi?" Tanya Kenzo tak percaya.


"Sudah dan hasilnya negatif, bukan kah seharus nya kamu senang aku tidak hamil?" Salsa balik bertanya.


"Aku lebih senang kamu hamil sekalian, agar aku punya alsan untuk menikahi kamu" jawab Kenzo dingin.


"Ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan masalah kita" ucap Salsa yang menghapus air matanya.


Setelah itu tidak ada pembicaraan lagi, Salsa sibuk dengan pikirannya dan Kenzo juga sibuk memikirkan bagimana cara nya agar tidak betunangan dengan Loly.


Beberapa jam kemudian mereka telah sampai disebuah desa disana, Kenzo dan Salsa banyak bertanya pada beberapa orang mengenai alamat yang di berikan oleh Mbak Ririn. Akhir nya mereka sampai disebuah rumah sederhana dengan tenda yang sudah ada didepan rumah tersebut, ada bendera kuning yang menandakan rumah tersebut sedang berduka.


Banyak orang yang ada didepan sana memperhatikan Kenzo dan juga Salsa, saat ini mereka masih menggunakan seragam sekolah. Kenzo masih memakai celana sekolah dengan kaos putih diatasnya, sedangkan Salsa memakai jaket Kenzo dan masih memakai rok sekolah juga.


"Permisi Pak, kami temanya Mbak Ririn. Kami ingin bertemu dengan Mbak Ririn dan keluarganya" ucap Kenzo pada seorang bapak-bapak.


"Iya keluarga semuanya ada di dalam masuk saja dek, kebetulan kami baru pulang dari pemakaman" jawab Bapak itu.


"Mari saya antar kedalam" sambungnya dan mereka pun mengantar Salsa dan Kenzo kedalam.


"Mbak Ririn.." ucap Salsa masuk kedalam dan langsung memeluknya.


"Sa kamu beneran datang, seharusnya kamu tidak perlu repot-repot kesini. Rido juga sudah di makamkan Sa" jawab Mbak Ririn diselah pelukan mereka.


"Ngga papa Mbak, Salsa turut berduka cita. Maaf Salsa jarang menghubungi Mbak akhir-akhir ini" ucap Salsa yang menegelus pundak Mbak Ririn.


Setelah itu Salsa melepaskan pelukanya dan Mbak Ririn memperkenalkan Salsa dengan keluarganya, semua keluarga nya sangat ramah dan baik.


"Perkenalkan ini Salsa Bu, dia tetangga Ririn yang Ririn ceritakan kemarin. Kami sudah seperti keluarga" ucap Ririn pada Ibu nya.


"Saya Bu Narti, Ibu nya Ririn. Ririn sudah banyak cerita tentang kamu, terima kasih banyak karena sudah membantu Ririn selama ini" ucap Ibu Narti sambil memegang tangan Salsa.


"Sama-sama Bu, Salsa senanga dapat membantu Mbak Ririn" jawab Salsa sambil tersenyum.


Kenzo yang tadi hanya memperhatikan mereka pun ikut tersentuh dengan kebaikan hati Salsa, ini adalah sisi lain dari dirinya. Dia tidak memandang orang dari fiisik atau kekayaan dan dia masih bersikap sederhana.


"Ini siapa? Apa pacar kamu Sa?" Tanya Mbak Ririn saat melihat Kenzo yang duduk tak jauh dari mereka.


"Bukan Mbak itu teman Salsa, namanya Kenzo" jawab Salsa dan Kenzo hanya menundukan kepalanya lalu tersenyum.


Setelah banyak mengobrol dan sore hari nya mereka juga pergi kepemakaman, malam hari nya Salsa dan Kenzo memutuskan untuk pulang karena besok meraka mau sekolah.


"Mbak kami pamit pulang dulu, besok kami masih harus sekolah" ucap Salsa sambil memegang tangan Mbak Ririn.

__ADS_1


"Ngga nginap aja Sa udah malam ni, kalian pulang besok pagi saja" jawab Mbak Ririn.


"Kami pulang saja Mbak, lagian belum pamit juga jika pergi kesini" ucap Salsa.


"Ya sudah hati-hati ya, kapan-kapan kalau libur main kesini" jawab Mbak Ririn.


"Tentu saja Mbak, Salsa akan sering main kesini" Salsa pun memeluk Mbak Ririn sebelum masuk kedalam mobil.


"Sa uang sisa yang kemarin nanti Mbak trasfer ya" sambung Mbak Ririn dan dia baru ingat uang yang diberikan oleh Papa nya Salsa masih banyak dan dia tidak mau memanfaatkan Salsa untuk memgambil uang yang bukan hak nya.


"Ngga usah Mbak, ambil saja untuk Mbak Ririn buka usaha. Jangan bekerja seperti itu lagi, gunakan uang itu untuk membuka warung atau rumah makan" jawab Salsa sambil tersenyum.


"Salsa pulang dulu" sambung Salsa.


Salsa pun masuk kedalam mobil dan setelah itu Kenzo pun melajukan mobilnya, dalam perjalanan Kenzo banyak bertanya tentang Salsa dan kenapa Salsa bisa bekerja dia klub malam waktu itu.


"Jadi yang tadi itu tetangga kamu waktu di kontrakan?" Tanya Kenzo pada Salsa.


"Iya dia sangat baik, jadi aku tidak tega untuk tidak membantu mereka" jawab Salsa sambil terus memandang keluar.


"Kenapa kamu kabur dari rumah?" Tanya Kenzo lagi, seolah-olah dia ingin tau semuanya.


"Kenapa kamu jadi ingin mengintrogasi aku, menyebalkan" jawab Salsa sambil cemberut.


"Aku hanya ingin bertanya saja, apa karena Loly dan Mama nya?" Tebak Kenzo.


"Itu kamu sudah tau, kenapa kamu bertanya" kesal Salsa.


"Kenapa kamu jadi pemarah sekali, aku penasaran kenapa kamu kerja di klub malam. Uang kamu kan banyak?" Tanya Kenzo lagi.


"Kenapa aku harus menjawab kamu, itu bukan urusan kamu" jawab Salsa dingin.


"Baiklah aku akan cari tahu sandiri jika kamu tidak mau bicara, seharusnya kamu berterima kasih karena aku sangat perhatian sama kamu. Bahkan aku sudah memberi pelajaran pada Riyan itu" ucap Kenzo yang tak kalah kesal nya karena Salsa sama sekali tidak mau cerita dengan nya.


"Kamu apa kan Riyan?" Tanya Salsa.


"Aku ngga akan bicara sebelum kamu jawab pertanyaan aku tadi" jawab Kenzo.


Salsa hanya terdiam dan dia malas lagi bertanya pada Kenzo, kenapa juga Kenzo mau bertanya dan ingin tau tentang kehidupanya.


.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2