
Pagi ini mereka akan berangkat bersama tentu saja Papa akan mengantar mereka, dalam hati Salsa sangat cemburu karena Papa sangat perhatian kepada Loly. Selama Salsa sekolah Papa tidak pernah menghadiri acara sekolah atau mengambilkan rapotnya, Mama yang selalu melakukan itu.
"Anak Papa sudah cantik semua, ayo kita pergi sekarang. Pamita dulu pada Mama" ucap Papa.
Salsa masih diam ditempat berbeda dengan Loly dia memeluk dan mencium pipi Mamanya.
"Sebaiknya kita pergi sekarang" ucap Papa dan pergi masuk kedalam mobil.
Salsa pun langsung masuk juga kedalam mobil dan diikuti oleh Loly, mereka berdua duduk dikursi belakang dan Salsa memperhatikan wajah Loly dari tadi.
"Memang benar kami cukup mirip" ucapnya pelan.
"Kamu bilang apa tadi? Mirip?" Tanya Loly yang mendengar apa yang diucapkan oleh Salsa.
"Tidak aku tidak bilang begitu" Salsa tidak mengakuinya.
"Susah aku bilang kita ini mirip, iya kan Pa?" Tanya Loly pada Papanya masih masih fokus menyetir mobil.
"Tentu saja sayang, jika pulang nanti telpon saja Mang Darto dia yang akan menjemput kalian" jawab Papa.
"Siap Pa" jawab Loly dan Salsa hanya diam saja.
Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di sekolah, Salsa langsung turun dan menuju kekelasnya. Loly dan Papanya langsung pergi keruang gutru untuk mengantar Loly karena ini adalah hari pertamanya masuk kesekolah baru.
Salsa masuk kekelasnya dan ternyata Tiara sudah datang lebih dulu, pelajaran pertama adalah olaraga jadi mereka semua membawa baju olaraga.
"Hay Ra, tumben loh udah datang duluan?" Tanya Salsa yang melihat Tiara sudah duduk disana dan diatas mejanya sudah diletakan baju olaraga.
"Iya karena hari ini aku nginap dirumah Oma ku, dia sangat cerewet untung saja aku tidak disuruh datang jam 6 pagi" kesalnya.
"Sepertinya enak mempunyai Oma, Oh iya apa kamu udah mau ganti baju?" Salsa lalu duduk dikursinya.
"Bentar lagi tunggu Sintia dan Veny datang dulu, kamu mau ngapain nayain aku kemarin?" Tanya Tiara.
"Tidak ada, hanya ingin menajak kamu main aja. Aku menginap dirumah Veny kemarin, sayang sekali kamu tidak ada padahal seru banget main dirumahnya" cerita Salsa.
"Wah benarkah sayang sekali aku tidak ada, apa mau menginap lagi akhir pekan ini lalu kita jalan malamnya" Tiara memberikan ide.
"Rencana yang bagus" jawab Salsa sambil tersenyum.
Lalu Veny dan Sintia datang bersama, mereka bergabung bersama Tiara dan Salsa.
"Hay Gaiss" sapa Veny.
__ADS_1
"Hay juga, kalain pergi barengan?" Tanya Tiara sambil menunjuk kepada Veny dan Sintia bergantian.
"Nggak kami tadi ketemu diparkiran, jadi barengan jalan kekelas" jawab Sintia.
"Ya udah ayo ambil baju kalian, kita ganti baju dulu sebelum kelapangan. Takut pak Hari udah disana, nanti dia marah" sambung Salsa.
***
Setelah mengganti pakaian, mereka pergi kelapangan. Mereka melakukan pemanasan terlebih dahulu dan tidak lama datang lah kelas 11 IPA 1 juga olahraga hari ini, sepertinya mereka ada jadwal mengambil nilai lari.
Cewek-cewek kelas Salsa histeris karena melihat Kenzo dan kawan-kawanya sedang berlari mengelilingi lapangan.
"Wah ada Ayang aku, tumben biasanya kita nggak pernah barengan jam olaraganya" ucap Veny terpanah melihat Aldo yang berlari sambil melambaikan tanganya pada Veny.
"Mulai deh bucin, dimana hebo kalau ketemu suami" sindir Tiara.
"Sirik aja kamu, bilang aja kamu iri. Makanya kamu cari pacar juga" jawab Veny.
"Kalian bertiga ngapai ngobrol dibelakang, bukanya pemanasaan" tegur Pak Hari kepada mereka.
Mendengar itu mereka langsung terdiam dan langsung mengikuti pemanasan lagi, hari ini mereka akan main basket. Tapi yang ceweknya juga boleh main yang lain, Pak Hari membebaskan untuk main apa aja karena nggak lagi mengambil nilai.
Beberap menit kemudian mereka selesai pemanasan dan para cowoknya main basket dan Salsa serta teman-temanya memilih main bulu tangkis.
"Baiklah pemanasanya sudah selesai, untuk cowoknya hari ini materinya mian basket jadi kalian boleh tanding basket dan untuk para ceweknya boleh memilih mau olaraga apa bebas untuk hari ini" ucap Pak Hari kepada semuanya.
Setelah itu mereka pun bubar dari barisan dan olaraga sendiri-sendiri, ada juga yang tidak melanjtkan olaraga dan hanya menonton para cowok main basket.
"Ayo Ra aku tim sama Veny, kamu sama Sintia ya" ucap Salsa.
"Oke, ayo kita mulai main" jawab Tiara.
Mereka memulai permainanya, permainannya sangat seru hingga dipertengahan permainan Aldo memanggil Veny dan Veny pun langsung berlari kearah pacarnya.
"Sayang.." Teriak Aldo dan Veny pun langsung berlari kearah Aldo dan meninggalkan mereka.
"Udah aku nggak mau main lagi" ucap Veny pada mereka.
"Yah nggak seru banget sih, nanggu dikit lagi kita menang Ven" teriak Salsa tidak terima karena permainannya harus terhenti.
"Kita lanjutkan nanti" teriaknya lagi sambil menoleh tapi masih berlari kearah Aldo.
"Sudah lah biarkan dia pergi, lebih baik kita nonton tanding basket aja" ajak Tiara yang melihat pertandingan basket.
__ADS_1
Pertandinganya sepertinya sangat seru karena kursi penonton pun udah hampir penuh.
"Dasar Si paling bucin, kesal gue. Ayo kita nonton aja udah nggak mood lagi mau main ini" jawabnya sambil kesal dan berjalan kearah lapangan basket.
Pantesan rame yang nonton ternyata kelas mereka lawan kakak tingkat, Salsa tambah semangat saat melihat Kenzo yang ikut main juga.
"Seru ni kayaknya, ayo jadi pendukung kelas kita" ajak Tiara sambil menarik kedua tangan temanya.
"Pelan-pelan dong" jawab Salsa.
Mereka pun memilih tempat duduk, karena sudah banyak yang duluan jadi mereka dapatnya yang agak belakang.
"Semangat kelas IPS 3" teriak Tiara.
"Tumben loh semangat banget Ra?" tanya Salsa penasaran karena melihat Tiara yang terus berteriak dari tadi.
"Nggak papa, kalian juga harus mendukung kelas kita dong. Tapi nggak dipungkiri kalau Kak Kenzo keren banget" jawab Tiara.
"Iya keren sih, tapi sayang kalau diluar sekolah dia kayak berandalan" sambung Sintia.
"Maksud kamu Sin?" tanya Salsa.
"Masa loh nggak liat pas balap liar kemarin, Kak Kenzo itu ikutan balap kan mana merokok lagi. Padahal dia yang suka raziah anak yang merokok dikantin belakang tapi dia juga merokok ternyata, kalian udah dengar belum kalau Kak Kenzo waktu dulu suka membuli orang" cerita Tiara sambil sedikit berbisik.
"Iya sih aku liat, tapi setidaknya dia tidak merokok disekolah Ra. Lagian jangan menyebarkan gosip yang tidak benar" jawab Salsa yang membela Kenzo.
"Tapi yang dikatakan oleh Tiara benar Sa, Kak Kenzo memang suka membuli pada saat dia masih disekolah menengah. Banyak orang yang tidak berani padanya karena Papanya sangat berkuasa dan tidak ada yang berani menganggunya" sambung Sintia membenarkan apa yang dikatan oleh Tiara.
"Benarkah tapi aku tidak pernah mendengarnya, tapi kenapa dia bisa jadi ketua Osis kalau sikapnya berandal seperti itu" tanya Salsa.
"Iya-iya lah Sa, sekolah ini milik Papanya. Siapa yang berani membicarakanya" jawab Tiara.
"Wahh mengejutkan sekali aku baru tau kakak Kenzo seperti itu, aku lihat dia orang yang baik. Dia lebih suka diam dan sikapanya dingin, Kak Kenzo juga terlihat seperti sangat pintar" ucap Salsa.
"Memang begitu kenyataanya Sa, tapi Kak Kenzo memang pintar" Tiara menganggukan kepalanya.
Banyak sekali hal-hal yang tidak Salsa ketahui tentang Kenzo, dia hanya berpikir Kenzo laki laki yang baik dan Salsa sangat menyukainya. Selebih itu dia tidak mempermasalahkannya, dia percaya jika Kenzo akan berubah suatu saat nanti.
.
.
.
__ADS_1
.
TBC