
Setelah Papa dan Mama nya Mbak putri pulang, Salsa dan Kenzo juga memutuskan untuk pulang ke apartemen tapi Mbak Putri memaksa untuk menyuruh mereka berdua menginap. Saat ini Papa dan Mama masih duduk diruang tamu, Papa masih terlihat tidak suka dan pergi dari sana.
“Kami mau permisi pulang dulu Mbak, terima kasih karena sudah mengundang kami” ucap Salsa yang ingin pergi dari sana.
“Iya kamu boleh pergi tapi tidak dengan Kenzo, silahkan pergi dari rumah ini” usir Mama pada Salsa dan Salsa hanya terdiam saja.
“Kenzo nggak akan pernah tinggal disini jika Salsa nggak ikut” tegas Kenzo pada semuanya.
Papa yang duduk disana memilih pergi karena dia masih kesal dan malas berdebat dengan Kenzo, Kenzo yang melihat itu terus saja menggengam tangan nya kuat.
“Terserah kalian, Mama pusing”Jawabnya lalu ikut pergi daari sana.
“Sebaiknya kalian menginap saja, kalian paham apa kata Mbak tadi kan”sambung Mbak Putri pada mereka berdua.
“Mbak kamu benar, menginap lah disini lagian udah sore juga” sahut Angga yang duduk di samping Putri.
“Baiklah kami akan menginap disini, kenapa Papa dan Mama susah sekali untuk menerima ini. Lagian kami juga tidak berhenti sekolah, aku juga tidak akan menyusahkan mereka” jawab Kenza yang kesal dengan sikap Papa nya tadi.
“Kamu harus sabar Bro, namanya juga perjuangan. Harus berkorban dong kalau mau hidup senang, oh iya kata kamu saat ini lagi kerja. Kerja dimana kamu?” tanya Bang Angga.
“Di kafe dekat sekolah, kebetulan tahu dari teman. Gaji nya juga lumayan, aku rencananya ingin membuka kafe juga tapi belum menemukan tempat yang pas” jawab Kenzo.
“Kalau di daerah sini ada sih ruko yang mau dijual, pemiliknya juga salah satu karyawan di kantor. Apa kamu mau? “ Bang Angga memberikan tawaran.
“Iya Bang aku mau, tapi harganya miring kan? Aku lagi nggak punya banyak tabungan sekarang” jawab Kenzo pada Abang nya dan Angga juga nggak bisa bantu banyak karena Papa selalu mengawasinya.
“Iya harganya bisa dinego lah, nanti abang akan bantu tapi nggak bisa banyak. Kamu tau sendiri bagimana watak Papa” ucap Angga memberikan pengertian pada Kenzo.
“Kenzo tau,Kenzo juga sudah cukup berterima kasih karena Abang sudah mau membantu” jawabnya lagi.
“Iya nanti kita bahas itu lagi, sebaikanya bawah Salsa kekamar kamu untuk istirahat dan nanti jangan lupa untuk makan malam bersama” sambung Angga lagi dan mereka berdua jug pergi kekamarnya.
__ADS_1
Kenzo mengajak Salsa kekamarnya dan dia belum pernah mengajak Salsa kesini, Salsa juga sangat senang walaupun mertuanya masih membenci dia. Mereka masuk ke kamar Kenzo dan kamarnya terlihat rapi, nuansa kamar nya berwarna abu-abu dan hitam.
“Kamar kamu lumayan besar juga” ucap Salsa mengelilingi kamar Kenzo.
“Iya begitu lah, kamu pasti juga punya kamar yang mewah. Rumah kamu baru dan megah” sahut Kenzo yang berbaring di atas tempat tidurnya.
“Itu bukan rumah aku, aku nggak punya apa-apa dasar kamu aja masih mau” jawab Salsa sambil tersenyum.
“Iya itu namanya cinta sayang, beraringlah disini” tarik Kenzo dan mereka berbaring bersama sambal melihat ke atas.
“Aku baru tau ternyata kamu udah pintar dari dulu, pagam dan piala kamu banyak banget” ucap Salsa sambil melihat kearah Kenzo.
“Kamu baru tau jika suami kamu ini pintar?” tanya Kenzo dengan kesal.
“Tidak karena kita juga tidak sedekat itu untuk menanyakan hal pribadi” jawab Salsa sambil tersenyum.
“Benarkah? Berarti kamu harus banyak belajar” ucap Kenzo sambil mengelus kepala Salsa.
“Baiklah karena kamu terus saja memaksa, tapi aku bingung mau mulai dari mana?” jawab Salsa sambil tertawa.
“Dari mana aja, ayo…” jawabnya sambil mengelitiki perut Salsa.
“hahaha.. iya–iya..hentikan” ucap Salsa sambil menahan tangan Kenzo.
“Waktu aku kecil sampai sebelum SMA, kedua orang tua ku selalu sibuk bekerja dan aku selalu di asuh oleh Mbok Jum yang bekerja dirumah. Papa adalah orang yang keras dan suka memukul, jika dia kesal semua perabotan yang ada dirumah hancur. Bisa di bilang aku ini anak yang menyedihkan, paling yang tidak aku sangka adalah waktu Mama bilang jika Papa punya wanita lain. Namun aku tidak bisa membuktikan semua itu, sampai akhrinya Papa dan Mama bertengkar hebat. Aku kira itu karena Papa ketahuan selingkuh tapi aku salah Mama lah yang punya pacar, mereka sama-sama mempunyai pasangan lain diluar sana dan akhirnya memutuskan untuk bercerai” cerita Salsa dan Kenzo masih mendengarkan Salsa dengan serius.
“Terus Mama kamu menikah di Amerika, tapi kenapa di jarang menghubungi kamu?” tanya Kenzo penasaran.
“Dia juga punya keluarga disana, tapi kadang-kadang dia memberi kabar. Aku juga harus mengerti itu, Mama berhak mendapatkan kebahagianya” jawab Salsa berusaha tegar.
“Dengan mempertaruhkan kebahagian kamu, menurutku dia sangat egois” ucap Kenzo dengan nada kesal.
__ADS_1
“Aku juga tidak mungkin membiarkanya tetap disini, sedangkan kebahagianya bersama orang lain. Terkadang kita juga harus berkorban untuk melihat orang yang kita sayang bahagia, aku tidak pernah menyesal” jawab Salsa lagi.
“Iya karena hati kamu terlulu baik, terus kenapa kamu pergi dari rumah?” tanya Kenzo lagi mengintrogasi Salsa.
“Aku pergi karena Papa membawa Loly dan Mama Maria kerumah, ditambah lagi Papa marah karena skandal vedio waktu itu” jawab Salsa dengan kesal.
“Terus ada lagi, kenapa kamu kerja di klub malam? Apa tidak ada tempat kerja yang lain?” tanya Kenzo dengan nada tinggi.
“Tidak usah berteriak, aku masih bisa mendengar. Lagian itu juga untuk membantu Mbak Ririn karena anaknya sedang sakit berat. Aku juga tidak mau kalau bukan terpaksa” jawab Salsa jujur.
“Hemm..kamu terlalu baik sayang, lain kali jangan terlalu baik nanti kamu bisa di manfaatkan oleh orang”’ ucap Kenzo sambil mengelus kepala Salsa.
“Sudah itu saja ceritanya aku mau mandi, tapi aku tidak punya pakaian” jawab Salsa.
“Mau aku pinjamkan dengan Mbak Putri? Tunggu disini ya aku ambil dulu. Tapi jika mandi juga ngga papa” ucap Kenzo.
“Iya aku mandi sekarang, nggak mungkin juga aku pakai baju kamu. apa kata Mama kamu nanti” Jawab Salsa merasa ngeri saat membayangkan Mama mertuanya.
“Sepertinya kamu takut sekali dengan Mama, kamu belum kenal saja dia itu orangnya asik dan seru banget” jawab Kenzo meyakinkan Salsa.
“Tapi dia terlihat tidak ramah dan menakutkan, ya sudah cepat lah pergi” ucap Salsa menyuruh Kenzo untuk pergi.
Kenzo pun pergi kekamar kakak nya dan Salsa langsung membersihkan tubuhnya, dia mengambil handuk yang ada dilemari baju Kenzo. Rasanya ini seperti mimpi karena Kenzo benar-benar jadi suaminya dan dia berada dirumah mertuanya sekarang.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC