Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Esktra Part ( Pesta Kecil )


__ADS_3

Satu minggu kemudian Salsa sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit, saat ini mereka dalam perjalanan pulang kerumah. Tanpa di ketahui oleh Salsa semua keluarga dan para sahabatnya sudah menyiapkan pesta kecil dirumah mereka, semua sangat bersemangat untuk menyambut kepulangan Salsa.


Setelah sampai dirumah Salsa kaget, banyak sekali mobil terparkir di depan rumah dan ada beberapa motor juga. Dia pun bertanya pada Mama mertuanya, sedikit pun Salsa tidak curiga.


"Ada apa ini? kenapa rame sekali Ma?" tanya Salsa saat keluar dari mobil sambil menggendong bayi nya.


"Turun saja, mungkin para kerabat yang datang" jawab Mama sambil mengelus pundak Salsa.


"Mama dan Salsa duluan aja masuk kerumah, aku dan Papa mau nurunin barang dulu" ucap Kenzo dan mereka pun duluan masuk kedalam.


"Sini biar Mama gendong baby Al nya" sambung Mama mengambil baby Al.


"Ini Ma, pegang dulu. Salsa mau ambil tas" jawabnya membuka mobil dan mengambil tas nya.


Mereka berjalan kearah pintu, tidak ada yang mencurigakan karena Pak Mahmud juga berjaga di depan seperti biasanya. Saat Salsa membuka pintu, dia sangat terkejut dan tak bisa menahan air matanya semua nya mengucapkan selamat datang pada nya.


"Selamat datang dirumah" ucap mereka sumua.


"Kalian semua ada di sini, Ah Mama...!!" teriaknya melihat Mama nya yang baru saja datang menghampiri Salsa.


"Aku sangat merindukan Mama, kapan Mama tiba? bukan kah Mama bilang Rey nggak libur" ucap Salsa sambil memeluk nya.


"Kami meliburkan diri sendiri dan sengaja datang kesini tadi malam untuk memberikan kejutan sama kamu" jawab Mama di selah pelukan mereka.


"Selamat ya Sa, udah jadi Mama mudah juga ni" sambung Veny yang juga ada disana.


"Terima kasih Ven, aku sangat terkejut kalian ada disini" jawab Salsa yang sudah meneteskan air matanya.


"Baby nya sangat imut, sini biar Nenek yang gendong" ucap Mama menggendong Al dan Mama Ayu pun memberikan nya.


"Kami menyiapkan pesta penyambutan buat kamu di belakang, masih banyak orang juga di sana" sambung Veny menujuk taman belakang.


Benar saja belakang rumah sudah disulap dengan banyak hiasan bunga dan tenda, Daddy Jhon terlihat sedang membakar sate bersama dengan Rey. Ada juga Papa yang sibuk membuka jagung, Gama dan Aldo sibuk meniup balon. Refan dan Tiara menyusun piring dan perlengkapan makan diatas meja, mereka terlihat sibuk sekali.


"Akhirnya pulang juga Mama muda kita, oh iya mana baby nya?" tanya Tiara menghampiri mereka.


"Ada di kamar sama Mama Karla, aku kira kalian nggak akan jenguk aku. Jahat banget !!" ucap Salsa cemberut karena di rumah sakit kemarin yang datang cuma Veny dan Sinta sedangkan Refan dan Tiiara baru pulang dari Bali kemarin.


"Maaf sayang ku, aku baru pulang dari Bali kemarin" jawabnya sambil memeluk Salsa.


"Dasar pengantin baru, oh iya dimana Sinta? apa dia nggak akan datang?" tanya Salsa setelah Tiara melepaskan pelukanya.

__ADS_1


"Dia masih dalam perjalanan kesini, nunggu Dimas masih ada kerjaan pagi tadi" jawab Tiara.


Mereka bertiga pun pergi kekamar untuk menghampiri Baby Al, disana sudah ada Mama Ayu dan Mama Karla yang menjaga nya. Kenzo sibuk menyusun tas mereka dan barang lain nya, sedangkan Papa bergabung kebelakang.


"Kalian mau lihat baby Al juga ayo kesini" ucap Mama Karla.


"Sangat imut dan tampan, jadi pengen cepat punya bayi juga" sambung Tiara yang duduk dipinggir ranjang sambil melihat baby Al di tidurkan disana.


"Tentu saja dia seperti Papa nya yang tampan" Sahut Kenzo yang berada didepan lemari.


"Hahaha benar juga, udah jadi Papa siaga aja Ken" sambung Tiara yang melihat Kenzo sangat sibuk menyusun semua nya.


"Bucin akut" jawab Tiara sambil menggelengkan kepalanya.


"Kalian main lah dulu dengan Al, Mama dan besan ke belakang dulu bantu bapak-bapak kasihan mereka" sambung Mama Ayu.


"Ayo jeng kita kebelakang, biarlah yang muda dulu" ucap Mama sambil menggandeng tangan Mama Karla.


"Iya ayo kita kesana" jawab Mama Kayla dan mereka pun langsung pergi dari sana.


"Siapa nama panjang nya?" tanya Tiara pada Salsa.


"Albert Giraldi" jawab Salsa sambil tersenyum.


"Iya lah biar orang nya cakep kaya bule, iya kan sayang?" tanya Kenzo sambil menatap Salsa.


"Iya tentu saja, buka kah nama mencerminkan orang nya" jawab Salsa sambil menganggukan kepalanya.


Tidak lama kemudian mereka semua pergi kebelakang dan kebetulan Sinta juga sudah datang, banyak sekali makanan yang mereka siap kan seperti mau hajatan saja.


"Makan yang banyak semuanya, kalau kurang masih ada dibelakang" ucap Mama Karla pada semua nya.


"Iya Ma, kami juga nggak akan malu-malu kok" jawab Veny sambil bercanda.


"Tentu saja jangan malu-malu" ucapnya sambil tersenyum.


Salsa dan Kenzo mengambil makanan nya, banyak sekali yang tidak boleh Salsa makan karena Kenzo melarang semua itu. Apa lagi dokter sudah mengatakan nya sebelum mereka pulang tadi.


"Kamu nggak boleh makan pedas dulu sayang, sini aku ambilkan sayur saja" ucap Kenzo saat Salsa ingin mengambil sambal.


"Tapi aku sangat ingin, dikit aja" mohon nya.

__ADS_1


"Baiklah sini aku ambilkan" Kenzo pun mengambilkan sambilnya yang benar-benar sedikit.


Mereka benar-benar menikmati makan bersama, ini acara yang sangat seru. Apa lagi saat Papa membawah pengeras suara dan mikrofon untuk bernyanyi, Veny yang tentu saja sangat bersemangat untuk bernyanyi duluan.


"Udah ini kamu yang nyanyi kan Sin?" tanya Tiara pada Sintia yang duduk disampingnya.


"Nggak kamu aja, aku nggak bisa nyanyi" jawabnya sambil menggelangkan kepalanya.


"Jangan menggoda Sintia, dia memang pemalu. Apa lagi ada ayang nya disini" canda Salsa yang duduk di samping meja mereka.


"Apa sih kalian, oh iya kado kami tinggal di dalam tadi Sa" jawab Sintia.


"Terima kasih banyak, seharunya kalian nggak perlu repot-repot. Kedatangan kalian saja sudah membuat aku sangat senang" ucap Salsa merasa tidak enak.


Dari rumah sakit saja sudah banyak sekali kado yang diberikan pada baby Al, semua nya sudah bertumpuk Salsa belum sempat membuka nya.


Setelah acara makan mereka semua berfoto bersaman, bahkan Daddy Jhon sudah menyiapkan kamera dari tadi. Kebahagian yang sesungguhnya bisa berkumpul dengan orang yang kita sayang, Salsa sangat bersyukur apa lagi punya teman-teman yang baik seperti Sintia, Tiara dan Veny.


"Ayo kita foto bersama, Daddy sudah siapkan. Ayo berbaris lah di depan" ucap Daddy Jhon yang memegang camera ditanganya.


"Ide yang bagus Ded" Kenzo mengacungkan jempolnya.


"Ayo semua nya maju kedepan, kita foto bersama-sama" sambung Salsa yang sudah berada didepan sambil menggendong bayinya.


Semuanya sudah berbaris rapi sekali, termasuk Pak Mahmud dan Ibu yang bekerja dirumah Salsa semua juga ikut. Daddy mengatur posisinya dan baru lah setelah itu mereka menggunakan waktu agar tidak ada yang ketinggalan.


"Cekrek...." satu foto diambil.


"Biar saya yang foto kan, nanti gantian denga yang lain" sambung Pak Mahmud yang tidak yakin jika hasil nya bagus.


"Baiklah terima kasih banyak Pak" jawab Salsa yang masih berdiri ditempatnya.


"Ayo bilang mangga semua nya...!!" teriak Pak Mahmud sudah seperti fotografer handal.


"Mangga....." ucap semuanya.


Setelah itu mereka tertawa bersama, setelah mengucapkan kata mangga. Saat ini semua terlihat sangat bahagia, satu persatu teman nya sudah menemukan orang yang tepat dan menyayanginya. Salsa dan Kenzo juga di berikan hadia paling indah, dengan kehadiran Albert di hidup mereka.


Tidak ada yang mustahil jika kamu memang di takdirkan untuk menjalani hidup seperti yang kamu inginkan, hanya waktu yang dapat menjawab itu semua. Jangan jadikan luka masa lalu sebagai alasan untuk tidak berubah menjadi lebih baik, tapi jadikan masa lalu sebagai pembelajaran yang berharga dalam hidup.


.

__ADS_1


.


Terima kasih sudah mampir teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya 😊🙏


__ADS_2