
Siang harinya setelah pulang sekolah mereka berempat pergi kerumah Riyan dan Refan juga memaksa untuk ikut, setelah mencari dan bertanya dengan beberapa tetangga disana mereka menemukan rumah Riyan.
Salsa menekan bel rumahnya, rumahnya nya tidak terlalu besar tapi bersih dan terlihat nyaman karena banyak tanaman disana.
"Iya sedang mencari siapa ya?" tanya Ibu tua yang keluar dan menghampiri mereka.
"Kami teman-temanya Riyan, apa Riyan ada diruman Bu?" tanya Refan.
"Den Riyan sedang pergi, saya juga kurang tau kapan dia pulang. Nyonya dan Tuan juga tidak ada dirumah" jawab Ibu itu.
Sepertinya Ibu itu adalah pembantu dirumah mereka, setelah itu mereka memutuskan untuk pulang ke rumah.
"Baiklah Bu, terima kasih. Kami permisi dulu" sambung Veny dan Ibu itu menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
Refan mengantar Salsa pulang, sedangkan Veny mengantar Sintia dan Tiara. Veny mengatakan kita akan datang kerumah Riyan lagi besok dan Salsa menyetujui ide itu.
***
Besoknya saat Salsa masuk kedalam kelasnya sudah ada Loly duduk disana, saaat orang mengatakan jika Salsa sudah masuk sekolah dia langsung datang kekelas Salsa.
"Akhirnya kamu datang juga, kemana saja kamu Papa mencari kamu kemana-mana?" tanya Loly saat Salsa mendekat.
"Bukan urusan kamu" jawab Salsa ketus.
"Setidaknya kamu harus mengabari Papa agar dia tidak pusing mencari kamu, gara-gara kamu semuanya repot bahkan Mama juga tidak fokus bekerja. Telpon Papa nanti dan kabari dia" kesal Loly lalu pergi dari sana.
Setelah itu langsung duduk di kurisnya, banyak yang dia pikirkan. Apa harus menghubungi Papa nya atau tidak, Salsa takut Papa nya akan tambah marah.
Loly pergi dari sana dan menelpon Papa nya, dia memberitahu Papa jika Salsa sudah masuk sekolah. Mendengar hal itu Papa pun senang dan Loly bicara jika Salsa sepertinya tidak akan mau pulang kerumah.
"Hallo Pa, Salsa sudah sekaloh dari kemarin. Tadi Loly sudah berbicara padanya tapi sepertinya dia tidak akan mau diajak pulang" ungkap Loly pada Papa.
"Benarkah bagus lah kalau beguti, Papa senang dia baik-baik saja" jawab Papa.
"Setelah pulang sekolah tolong ikuti dia, cari tahu dimana dia tinggal Papa akan menyusul setelah kamu memberi kabar" sambung Papa.
"Baiklah Pa, nanti Loly kabari Papa. Sudah dulu ya Pa Loly mau masuk kelas" jawab Loly.
__ADS_1
"Iya sayang" panggilan pun berakhir.
Setelah itu Loly langsung masuk kekelasnya kareba pelanjaran pertama akan segera dimulai, sebantar lagi akan ada ujian kenaikan kelas. Dia tidak pernah khawatir karena selama ini nilai nya bagus.
Sedangkan di kelas Salsa adalah pelajaran Ekonomi dan Bu Desi lah yang mengajar mereka, dia melihat Salsa yanh sudah masuk dan dia terlihat senang sambil tersenyum kearah Salsa.
"Selamat Pagi anak-anak" sapa Bu Desi saat memasuki kelas.
"Selamat pagi juga Bu" jawab mereka semua.
"Salsa kamu sudah masuk, ibu senang kamu bisa masuk. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi, belajar yang giat ya" ucap Bu Desi.
"Iya terima kasih banyak Bu, Salsa janji tidak akan membuat masalah lagi" jawab Salsa.
"Huuuuu"(semua besorak mengejek Salsa).
"Apa kalian bisa diam, tidak baik berteriak kepada teman seperti itu. Jika kalian ada di posisi Salsa apa kalian akan menerima jika teman kalian bersikap buruk seperti ini" Bu Desi marah pada semuanya.
"Ibu harap kalian bisa saling memaafkan dan saling mendukung kepada sesama teman" sambung Bu Desi.
"Iya Bu" jawab mereka pasrah dan tidak mungkin melawan pada Bu Desi.
"Sekarang buka halam 213, kalian baca materinya dan kerjakan soal dihalam 220" suruh Bu Desi.
"Baik Bu" jawab mereka semua.
Mereka sibuk membaca dan mengerjakan soal yang diberikan oleh Bu Desi. Ada perasan takut dalam hati Salsa apa dia akan naik kelas nantinya, masalahnya sudah banyak sekali. Belum lagi keluar masuk ruang Bak, hanya mengandalakan nilai pelajaran nya agar bisa membantu dan Salsa berjanji akan belajar giat lagi.
"Apa kamu sudah mulai mengerjakan soal?" tanya Veny sambil sedikit berbisik.
"Belum dikit lagi Ven, cepat banget kamu udah mau ngerjakan soal saja" jawab Tiara.
"Aku kan pintar" ucapnya bangga.
"Alah paling kamu mau contek jawaban kan, sosokan udah" kesal Tiara.
"Loh tau aja aku mau contoh jawaban" jawabnya sambil tersenyum.
__ADS_1
Setelah mengerjakan soalnya dan Bu Desi membahas soal itu dan menyuruh untuk tukar dengan teman sebangku.
Jam pelajaran Bu Desi berakhir Salsa disuruh untuk membawakan buku yang ada dimeja Bu Desi. Bu Desi sengaja karena ingin berbicara pada Salsa.
"Baiklah jam pelajaranya sudah berakhir, sampai ketemu lagi hari kamis ya" ucap Bu Desi.
"Baik Bu, terima kasih" jawab mereka semua.
"Salsa tolong kamu bawakan buku Ibu kekantor ya" ucap Bu Desi.
"Baik Bu" jawab Salsa lalu berdiri dan mengambil buku-buku itu dan mengikuti Bu Desi dari belakang.
Salsa meletakan buku yang dia bawah diatas meja Bu Desi dan Bu Desi menyuruh Salsa untuk duduk, Salsa pun duduk.
"Ibu Mau bicara sama kamu, ini masalah nilai Sa. Kamu harus mengejar nilai kamu agar bisa naik kelas, lebih banyak belajar jangan main-main lagi" ucap Bu Desi.
"Iyq Bu Salsa mengerti, terima kasih sudah mengajar Salsa les selama ini" jawab Salsa tertunduk sedih.
"Ibu tau ini pasti berat untuk kamu, pokonya kamu harus kuat. Buktikan jika kamu memang bisa Sa, agar teman-teman kamu tidak akan berbuat seperti tadi. Kamu juga bisa datang kerumah ibu untuk belajar jika kamu mau, setiap sore Ibu ada dirumah" tawar Bu Desi.
"Akan Salsa pikirkan Bu, untuk saat ini Salsa belum mempunyai uang yang cukup untuk bayar les Bu" jawab Salsa.
"Ibu ikhlas mengajari kamu, jika kamu mau kamu bisa datang kerumah" ucap Bu Desi lagi.
"Iya terima kasih banyak Bu, Ibu sangat perduli pada Salsa" Salsa terharu dibalik semua ini Bu Desi masih mendukung nya.
"Sama-sama Salsa, sekarang kembali lah kekelas. Sebantar lagi pelajaran Pak Budi kan, semangat dan jangan dengar kan perkataan orang lain kamu pasti bisa" Bu Desi memberi semangat.
"Iya Bu, Salsa permisi dulu" ucapnya lalu pergi dari sana.
Benar kata Bu Desi aku tidak boleh menyerah, kamu harus tamat sekolah Sa. Buktikan pada Papa kamu bisa, walupun tanpa dia.
.
.
.
__ADS_1
.
TBC