Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Episode 99. Suasana Yang Damai


__ADS_3

Satu bulan berlalu kehidupan Salsa sangat lah damai karena tidak ada yang mengganggunya lagi, bahkan Monika juga tidak terlihat lagi. Pernah satu kali mereka berpapasan tapi Monika menghindari Salsa, Salsa pun tidak memperdulikan itu.


Saat ini dia sedang duduk di kurisnya sambil menunggu jam pelajaran berakhir, mereka diberikan tugas oleh Bu Patmi karena beliau tidak bisa masuk hari ini.


"Kok aku nggak lihat Jihan beberapa hari ini Fan?" tanya Salsa pada Refan yang duduk disebelah nya.


"Kata Bobon dia udah berhenti sekolah Sa" jawab Refan tanpa melihat kearah Salsa karena dia masih sibuk membaca buku.


"Benarkah? Kok aku nggak tau info nya ya" jawab Salsa yang nggak tau apa-apa.


"Sudah nggak usah ngomongin orang, cepat kerjakan tugas kamu bentar lagi istirahat" sahut Refan.


"Aku sudah selesai dari tadi Fan, oh iya kemarin Nadia cari kamu tu tapi sayang kamu nggak masuk" Salsa menceritakan kejadian kemarin saat Nadia mencari Refan.


Nadia sudah tidak bermusuhan lagi dengan Salsa, semenjak dia tau jika Salsa pacarnya Kenzo. Bahkan saat ini dia bersikap sangat baik pada Salsa dan mengajak nya berteman, Salsa pun mau-mau saja karena dia tidak memilih teman yang penting dia baik saja.


"Hemm, ada apa lagi dia mencari aku? " keluh Refan yang berusaha menjauhi Nadia.


"Jangan gitu Fan, Nadia udah berubah kok sekarang. Nggak papa juga kan temanan nggak pacaran juga" jawab Salsa menasehati Refan.


"Lagi ngomongin apa ni seru banget? " tanya Tiara yang memutar kursinya menghadapi kebelakang.


"Nyaut aja loh Ra, biasa lah kita lagi ngomonin si Nadia" sahut Salsa yang mengatakan apa yang sedang mereka bahas saat ini.


"Oh dia yang kemarin itu ya, menurut aku si oke-oke aja. Jangan kebanyakan milih Fan, loh mau cari tife kayak artis gitu? " tanya Tiara pada Refan karena semua wanita yang mendekatinya mala dia jauhi.


"Bukan gitu juga si Ra, tapi aku hanya risih saja" jawab Refan jujur.


Tidak lama kemudian bel berbunyi, menandakan jam istirahat telah tiba. Refan dan Tiara serta Sintia ingin pergi kekantin tapi Salsa dengan Veny ada kerjaan di ruang Osis, mereka berdua pergi ke sana.


"Beneran kalian nggak ikut ni? " tanya Tiara pada Salsa dan Veny.


"Beneran Ra, kami mau buat rencana untuk kegiatan setelah ujian tengah semester nanti" jawab Veny dengan yakin dia nggak mau ikut mereka.


"Emang kapan kita ujian? Kok aku nggak tau ya? " tanya Sintia.


"Emang loh kemana aja selama ini sin, kita ujian hari senin depan dan hari ini adalah hari rabu. Biar kamu tau" kesal Salsa menjawab pertanyaan Tiara.


"Udah lah jangan betdebat, ayo kita pergi" tarik Veny dan Salsa pun terpaksa mengikutinya.


"Kami duluan ya, nanti kalau udah selesai kami menyusul kekantin" teriak Veny yang sambil berjalan menggandeng tangan Salsa.


Mereka berjalan kearah ruang Osis, terlihat yang kumpul hanya anggota inti saja. Salsa dan Veny sengaja diajak karena itu adalah ide Kenzo dan Aldo, setelah sampai disana mereka masuk kedalam.

__ADS_1


"Selamat siang kak" sapa mereka berdua.


"Siang juga, duduk aja. Kita baru mau mulai" jawab Aldo dengan senyum nya.


"Oke kita akan mengadakan lomba setelah ujian tengah semester nanti, karena kata Bu Yayuk sebagai pembina organisasi Osis kita harus punya kegiatan sambil menunggu pembagian rapot" jelas Kenzo dan mereka mendengarkan nya dengan seksama.


"Hari ini kita akan buat siapa ketuanya dan lomba apa saja yang akan kita adakan nantinya, siapa yang punya ide?" tanya Kenzo pada semuanya.


"Bagimana kalau lombahnya seperti acara tujuh belas agustusan kan seru, banyak juga lomba yang bisa dimaikan" jawab Agnes yang menyampaikan pendaptnya.


"Ide bagus, apa ada yang setuju juga atau mau menyampaikan pendapat nya?" tanya Kenzo lagi.


"Tidak ada, sebaiknya lombahnya itu aja Ken" sahut Aldo yang menyetujui saran dari Agnes.


"Oke berarti lombah nya udah ada ya, nanti loh yang atau Nes" jawab Kenzo sambil melihat kearah Agnes.


"Iya aman Ken" ucap Agnes sambil mengacungkan jempolnya.


"Kamu Salsa, kamu bantu Agnes untuk membuat ketua panitia lombahnya. Usahakan semua aggota Osis bertugas" tunjuk Kenzo pada Salsa.


"Baik kak, saya akan membantu kak Agnes" jawab Salsa sambil menganggukan kepalanya.


"Kamu Veny, nanti bantu Aldo untuk membeli semua peralatan yang dibutuhkan" sambung Kenzo lagi dan Veny langsung menggukan kepalanya.


"Untuk uang nya nanti kita dikasih dari dana sekolah, Bu Yayuk yang akan menyusulkan nya. Sampai sini ada yang ingin ditanya kan?" tanya Kenzo lagi.


"Sepertinya tidak ada Ken" sahut Aldo setelah melihat tidak ada yang ingin bertanya.


"Baiklah pertemuanya sampai disini saja, jika ada yang lain-lain lagi nanti di umumkan di grup. Kalian boleh kembali kekelas, ini jam makan siang kan" suruh Kenzo dan mereka pun satu persatu pergi dari sana.


Tinggal lah mereka berempat yang ada disana, Veny mengajak Salsa untuk pergi kekantin. Tapi Kenzo menahanya dan dia menyuruh Veny pergi duluan bersama dengan Aldo, mereka yang tau jika Kenzo hanya ingin berduaan dangan istrinya pun mengerti mereka langsung pergi dari sana.


"Kenapa kakak menyuruh mereka pergi duluan, ayo kita pergi aku lapar" ucap Salsa berdiri didepan Kenzo yang masih duduk dikursinya.


"Aku sengaja menyuruh mereka pergi karena aku pengen berudan sama kamu" jawabnya sambil menarik Salsa duduk dipangkuan nya.


"Lepaskan kak, ini sekolah bukan rumah" ucap Salsa yang berusaha melepaskan tangan Kenzo dipingganya.


"Sebentar saja, aku merindukan kamu" jawabnya lalu memeluk Salsa dan Kenzo terlihat sangat manja.


"Aneh, kita ketemu setiap hari sampai tidur pun berdua tapi masih aja kangen" ucap Salsa tak percaya dengan ucapan Kenzo.


"Kenyataan nya memang begitu" Kenzo mempererat pelukanya.

__ADS_1


"Iya aku percaya, ayo lepas dulu. Aku udah laper" ucap Salsa lagi.


"ini dulu tapi, setelah itu aku akan melepaskan kamu dan kita pergi kekantin menyusul mereka" tujuk nya pada bibirnya.


Salsa pun menurutinya dan mengecuk bibir Kenzo dan saat Salsa ingin melepaskanya Kenzo malah memperdalam ciuman mereka, mereka beciuman lama sampai Salsa memukul dada Kenzo.


"Kakak curang" ucap Salsa setelah itu.


"Kalau cuma ngecup doang nggak kerasa, ayo kita pergi kekantin" jawab Kenzo sambil tersenyum kecil.


Mereka berjalan kekantin bersama dan ternyata rombongan Refan juga masih disana, tapi sepertinya mereka udah mau pergi karena sudah selesai makan. Akhirnya mereka makan berempat dengan Veny dan Aldo, ternyata mereka juga sudah makan duluan.


"Kalian udah ya?" tanya Salsa pada Tiara yang duduk dibangku kantin tapi setelah itu dia berdiri.


"Iya kita udah selesai, kami duluan balik ke kelas nanti nyusul aja. Masa takut ayang ada yang nganter nanti, tu gabung aja sama pasangan bucin disana" jawab Tiara yang menujuk Aldo dan Veny yang sedang makan.


"Ya udah aku makan dulu ya, nanti aku nyusul kekelas" jawabnya sambil menggandeng tangan Kenzo pergi ke meja Veny.


"Nah akhirnya kalian datang juga, habis ngapain tadi?" tanya Aldo sambil tersenyum.


"Mau tau aja loh, ayo duduk sayang" jawab Kenzo sambil menarik kursi menyuruh Salsa duduk.


"Ya penasaran aja, pesan aja dulu nanti keburu masuk" sahut Aldo lagi.


"Iya ini juga mau pesan makanan, kamu mau apa sayang?" tanya Kenzo lembut pada Salsa.


"Aku mau mie ayam dan minum nya air mineral aja" jawab Salsa dan Kenzo menganggukan kepalanya.


"Giliran sama Salsa aja lembut banget" sambung Aldo sambil melihat Kenzo sinis.


"Udah lah, cepat makan-makanan kamu" marah Veny karena Aldo berbicara terus dari tadi.


Kenzo pun pergi dari sana untuk memesan makanan, sedangkan Aldo dan Veny melanjutkan makan nya sambil mengobrol dengan Salsa.


.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2