Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Episode 22. Dia Cewek Gue Bro


__ADS_3

Salsa pun pergi dari kerumunan dan menuju jalan raya untuk mencari taksi. Tampa dia sadari Kenzo melihatnya dan langsung mengejar Salsa, dia juga terkejut kenapa Salsa bisa datang kesini.


"Kenzo loh mau kemana?" tanya salah satu cewek yang duduk dekatnya tadi.


Kenzo pun tidak menjawab dan berlalu pergi, dia melihat pinggiran jalan raya. Benar saja ada Salsa disana sedang berdiri sendirian dan tidak lama ada dua orang laki-laki yang mendekatinya.


"Cantik sendirian aja, boleh kenalan nggak?" tanya salah satu dari mereka.


Salsa hanya diam dan tidak menjawab, sebenarnya dia sangat takut.


"Jual mahal banget sih" kesalnya karena Salsa diam saja.


"Sayang...!!" teriak Kenzo dan berlari menghampiri Salsa.


"Sayang kenapa lama sekali" jawab Salsa lalu berjalan kearah Kenzo dan mengandeng tanganya.


"Dia cewek gue Bro" ucap Kenzo kepada mereka.


"Maaf Bang kita nggak tau" jawabnya takut lalu pergi dari sana.


Dua laki-laki tadi pun pergi, setelah mereka pergi Salsa melepasakan pegangan tanganya pada Kenzo.


"Kenapa dilepas sayang?" goda Kenzo sambil tertawa.


"Apaan sih kakak, tadi cuma akting karena aku takut" jawab Salsa kesal.


"Ngapai kamu disini, mau pulang duluan ya. Kenapa nggak pulang bareng teman-teman kamu?" tanya Kenzo.


"Aku agak tidak enak badan, jadi aku mutusin untuk pulang duluan" jawab Salsa bohong.


Kenzo pun meletakan tanganya kekening Salsa untuk memastikan apa benar Salsa sakit.


"Kamu bohong, badan kamu nggak panas" ucap Kenzo melepas tanganya dari kening Salsa.


Kenzo pun menarik tangan Salsa agar ikut dengan dia, Kenzo berniat untuk mengantar Salsa pulang karana bahaya pulang sendirian.


"Ayo aku antar pulang" ajak Kenzo.


"Nggak usah aku mau naik taksi aja, kakak nggak perlu repot-repot" jawab Salsa.


"Jadi kamu mau digoda laki-laki seperti tadi?" tanyanya kesal karena Salsa keras kepala sekali.


"Nggak lah, ya udah aku ikut kakak saja" jawab Salsa pasrah.


Salsa pun mengikuti Kenzo dari belakang, mereka menuju parkiran motor. Kenzo akan mengantar Salsa pakai motor besarnya.


"Kita mau pulang naik motor?" tanya Salsa.


"Tentu saja, tunggu disini jangan kemana-mana" perintahnya pada Salsa.


Kenzo pun pergi mengahampiri Vino yang tak jauh disana, dia berpamitan pada Vino dan menyuruhnya untuk mengambil hadianya.


"Vin gue pulang duluan, loh ambil hadianya nanti. Nanti loh dapat seseran juga kok" ucap Kenzo.


"Mau kemana loh?" tanya nya.

__ADS_1


"Mau antar dia pulang" jawab Kenzo sambil menoleh pada Salsa yang berdiri didekat motornya.


"Oh Oke, Aman sana antar dia pulang" jawab Vino.


Vino pun memperhatikan lagi siapa wanita yang akan diantar oleh Kenzo pulang dan dia cukup terkejut jika itu adalah Salsa.


"Tunggu cewek itu lagi" ucapnya.


"Gue pinjam helm bini loh juga ya" sambung Kenzo tampa menunggu jawaban Vino dia langsung pergi dari sana.


Salsa pun masih menunggu Kenzo dan saat Kenzo kembali dia sudah memegang sebauh helm berwaran pink ditanganya.


"Pakai helm nya" ucap Kenzo dan Salsa diam beberapa saat.


Kenzo pun memakaikan helm tersebut kepada Salsa dan dia menundukan kepalanya untuk mengunci tali helmnya, muka mereka sangat dekat sampai Salsa merasakan hembusan nafas Kenzo.


"Kakak bau rokok" ucap Salsa.


"Benarkah, ada permen disaku celanaku tolong ambilkan dan buka sekalian" jawabnya masih membenarkan tali helm Salsa.


Salsa pun mengambil permen itu dan membukanya, Kenzo langsung membuka mulutnya. Salsa pun memasukan permen tersebut kedalam mulut Kenzo.


"Terima kasih, ayo naik" ucap Kenzo.


"Tunggu" jawab Salsa jawab Salsa yang melihat kearah bawah dan dia sat ini hanya memakai dress selutut.


"Apa lagi?" tanya Kenzo sambil melihat kearah Salsa.


"Aku tidak bisa naik motor dengan baju seperti ini" jawab Salsa dengan nada lesu.


"Wanita sungguh merepotkan" kesal Kenzo lalu melepaskan jaketnya.


"Kenapa kamu pendek sekalin aku sakit membungkuk terus" ucap Kenzo.


"Kakak yang terlalu tinggi" jawab Salsa yang tak mau kalah.


Setelah Salsa naik Kenzo langsung menjalankan motornya, Salsa berpegangan erat pada Kenzo karena dia tidak pernah naik motor besar seperti ini.


Diperjalan Salsa benar-benar menikmati suasan malam dan udara yang sejuk menghampirinya.


"Wah udaranya sangat sejuk dan pemandangan malam ternyata indah sekali" ucap Salsa.


"Apa kamu tidak pernah keluar malam seperti ini?" tanya Kenzo.


"Bukan tidak pernah tapi jarang, itu pun aku pake mobil" jawab Salsa.


"Mau ketempat yang lebih indah?"tanya Kenzo.


Salsa yang tidak terlalu mendengar hanya mengiyakan saja, Kenzo pun langsung tancap gas menuju tempat yang dia maksud.


Beberapamenit kemudian mereka sudah sampai disebuah hotel bintang lima dikota mereka, Salsa pun terkejut karena Kenzo membawanya kesini.


"Ayo turun Sa" ucap Kenzo setelah memarkirkan motornya.


"Aku nggak mau turun, kakak ngapai bawa aku kesini?" tanyannya.

__ADS_1


"Dasar otak mesum, aku kesini mau ngajak kamu keloteng. Tapi kalau kamu mau pesan kamar juga nggak papa dengan senang hati aku mau" goda Kenzo.


"Kakak ternyata yang lebih mesum" jawab Salsa lalu turun dari motor dan melepaskan helmnya.


"Beneran kita boleh kesana kak?" tanya Salsa sekali lagi.


"Iya Salsa sayang, ayo ikut aja" jawab Kenzo mengandeng tangan Salsa.


Mereka berjalan sanati menuju lift dan benar saja tidak ada yang menghentikan mereka, saat dilantai paling atas mereka naik menggunakan tangga menuju loteng.


Saat sampai diloteng semua pemandangan kota pada malam hari benar-benar indah sekali, Salsa belum pernah melihat pemandangan indah seperti ini.


"Wahhh indah sekali" ucap Salsa sambil melihat kebawah.


"Kamu suka pemandangannya?" tanya Kenzo sambil tersenyum kecil.


"Iya kak, kakak tau dari mana tempat seperti ini? Hotel ini juga mahal sekali, jika kita ketahuan kita pasti dapat masalah" Salsa balik bertanya kepada Kenzo.


Asal kamu tau Sa, hotel ini milik aku. Kita nggak akan kena marah karena pemiliknya ada disini, dihadapan kamu. Kata Kenzo dalam hatinya tapi dia memilih untuk tidak memberitahu Salsa.


"Aku pernah ikut Papa nginap disini dan ada salah satu dari pengunjung bilang jika di loteng pemandanganya sangat indah" jawab Kenzo.


"Benarkah, siapa saja yang sudah pernah kakak ajak kesini?" tanya Salsa lagi.


"Kenapa kamu banyak sekali bertanya" ucap Kenzo lalu duduk dikursi bekas yang ada disana.


Kursi tersebut adalah kursi kayu yang memanjang walaupun sudah kusam tapi masih kuat untuk duduki.


"Kan aku cuma penasaran saja, aku lihat kakak juga banyak dekat dengan wanita lain" jawab Salsa.


"Sudah lah mengoceh ayo duduk sini, dari sini juga masih bisa kelihatan" ucap Kenzo kepada Salsa yang masih berdiri.


Salsa pun duduk disamping Kenzo, dia masih memandangi rumah dan bangunan yang indah. Salsa mengelurkan ponselnya dan mengambil foto pemandanganya.


"Apa kamu hanya ingin mengambil gambar pemandanganya saja, tidak dengan orangnya?" tanya Kenzo.


"Apa kakak mau foto juga, ayo kita foto bersama" jawab Salsa.


Salsa pun menganti kameranya dengan kamera depan dan dia tersenyum begitu juga dengan Kenzo.


"Wah fotohnya bagus juga walapun cahaya nya kurang" ucap Salsa sambil meliaht hasil foto tadi.


"Sa sebenarnya maksud aku tau, kamu mau di foto sekalian dengan pemandanganya atau tidak" jelas Kenzo.


"Kakak ngomongnya nggak jelas tadi jadi aku nggak tau" jawab Salsa malu.


"Sudah lah tidak apa-apa, kalau sudah fotonya ayo kita pulang udah malam" ajak Kenzo dan Salsa pun mengangukkan kepalanya.


Setelah itu mereka bergegas pulang dan Kenzo mengantar Salsa kerumahnya. Sekali lagi Kenzo membuatnya tersenyum malam ini dan dia sangat menikmati waktu yang mereka habiskan bersama.


.


.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2