Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Episode 96. Kesabaran Ku Habis!!


__ADS_3

Hari ini mereka memutuskan untuk kembali ke kota karena Salsa dan juga Kenzo sekolah, sebelum pulang tidak lupa dia memberikan sedikit uang pada Papa nya dan juga Pak Darto. Itu pun Kenzo yang memberikan semuanya, Salsa hanya mengikuti suami nya saja. Dia juga berencana mengirimkan uang untuk keluarga Mbok Jum disana, kebetulan Pak Darto punya kontak mereka.


"Jaga diri Papa baik-baik, Salsa akan sering datang kesini" Ucap Salsa pada Papa nya dan sebelum masuk mobil dia juga memeluk Papa nya.


"Iya sayang, sering-sering jika libur datang kesini" jawab Papa sambil memeluk Salsa.


Setelah itu Salsa berpamitan dengan Pak Darto, tidak lupa dia meminta Pak Darto untuk menjaga Papa nya karena Papa tidak punya keluarga disana.


"Tolong jaga Papa ya Mang" ucap Salsa sambil memegang tangan Pak Darto.


"Tentu saja Non, hati-hati dijalan" jawabnya sambil menganggukan kepalanya.


Pak Darto cukup terkejut saat tadi malam Salsa mengatakan jika dia sudah menikah dengan Kenzo, dia juga tidak pernah menyangkan akan menikah mudah. Melihat kasih sayang Kenzo pada Salsa Pak Darto yakin jika dia bisa menjaga Salsa, mereka terlihat sangat romantis dan saling menyayangi.


Setelah berpamitan mereka pun pergi menggunakan mobil menuju bandara dan tentu saja Bordi yang mengantar mereka. Dalam perjalanan Salsa lebih banyak diam, Kenzo sesekali bercanda untuk menghiburnya.


"Jangan diam terus sayang" ucap Kenzo yang duduk disebelah nya bersama dengan Mama.


"Iya tidak usah dipikirkan Mama yakin Papa kamu bisa menjaga diri nya, kita juga akan sering datang kesini" sahut Mama sambil mengelus pundak Salsa.


"Iya Salsa hanya kepikiran saja" jawabnya.


"Sudah jangan dipirkan, kamu juga harus giat belajar bukan kah sebentar lagi kamu mau ujian semester lagi. Lebih baik kamu pikirkan itu, kamu ingat janji kita kan?" tanya Kenzo pada Salsa.


"Iya aku masih ingat kakak bisa saja mengancam aku" kesal Salsa sambil cemberut.


"Memang kalian ada janji apa?" tanya Mama yang bingung dengan ucapan mereka.


"Janji kalau Salsa harus naik peringkat semester ini" jawab Kenzo.


"Apa Mama tau menantu Mama ini malas belajar, makanya dia bodoh" sambung Kenzo mengejek Salsa.


"Sudah lah jangan didengarkan, Mama yakin kamu pasti pintar jika belajar yang rajin" jawab Mama sambil mengelus kepala Salsa.


"Terima kasih, Mama memang yang terbaik" ucap Salsa lalu memeluk Mama Ayu yang ada disamping nya.


"Sama-sama sayang, jika Kenzo mengancam kamu macam-macam bilang sama Mama. Biar Mama yang marahin dia" sambung Mama sambil melihat kearah Kenzo yang sudah cemberut karena Mama dan istrinya sangat kompak.


"Apa Papa tidak ingin mendukung ku?" tanya Kenzo pada Papa nya yang duduk didepan bersama Bordi.

__ADS_1


"Yang dikatakan Mama benar Ken, nanti Salsa juga pintar jangan terlalu memaksa nya" jawab nya membela mereka.


"Menyebalkan kalian sama saja, apa Bang Bordi juga begitu?" tanya Kenzo lagi.


"Saya pikir juga begitu Tuan" jawabnya santai.


Mereka pun tertawa karena melihat ekspresi Kenzo yang sedang kesal, Salsa pun hanya mengelus tangan suami nya tapi masih menertertawakan nya.


Setelah itu mereka sampai di bandara dan menempuh perjalanan seperti kemarin, setelah empat jam perjalanan mereka sampai di kota. Mereka memutuskan untuk langsung pulang kerumah, karena perjalanan mereka cukup melelahkan.


****


Besoknya Salsa dan Kenzo kembali ke sekolah seperti biasanya, Salsa tetap turun di depan sekolah karena tidak mau jika semua orang melihat mereka pergi bersama. Belum lagi fans nya Kenzo lumayan banyak, ada satu hal yang belum Salsa tau yaitu isi loker Kenzo. Semua nya penuh dengan surat cinta dan makanan serta buket bungan yang diberikan oleh cewek-cewek disekolah.


Salsa berjalan santai memasuki gerbang sekolah sedangkan Kenzo sudah pergi kekelasnya dan dia sudah sampai duluan, saat Salsa akan berjalan kearah kelas nya dia dihadang lagi dengan Monika.


"Tunggu cewek gatel, jangan pergi dulu kamu" ucapnya menghadang Salsa lewat.


"Apa lagi? minggir aku mau pergi kekelas" jawab Salsa yang ingin melewati mereka.


"Berani banget kamu ya, udah aku peringatkan jangan dekatin Kenzo karena kalian nggak cocok sama sakali. Loh itu cuma perempuan murahan yang udah digilir banyak cowok, gue punya bukti nya jika loh kerja di klub makam kan?" ucapnya mengancam Salsa.


"Sejak kapan loh berani melawan gue dasar gatel" ucapnya ingin menampar Salsa tapi Salsa menahan tangan nya.


"Kesabaran ku habis!!" jawab Salsa lalu balik menampar Monika.


"Ini adalah peringatan balik buat kamu, kamu tu harus sadar diri kenapa Kenzo tidak mau sama kamu berarti apa? Aku lebih cantik dari pada kamu" ucap Salsa dengan nada mengejek Monika.


"Hey berani nya kamu" jawab Monika dengan emosi.


"Sepertinya kamu tidak punya kaca dirumah makanya nggak bisa ngaca, besok aku bawakan buat kamu" sambung Salsa lalu pergi dari sana.


Monika menghentak-hentakan kaki nya saat Salsa sudah pergi dari sana, Salsa puas karena telah mebuat Monika kesal. Sepertinya wanita itu tidak bisa di beri kelembutan, lain kali Salsa akan membalas nya lebih dari itu.


"Awass kamu ya!!" teriak nya dan Salsa menghiraukannya, dia masih tetap berjalan.


"Lihat dia berani banget sama aku" ucapnya dengan kedua teman nya.


"Sudah lah, ayo kembali ke kelas" ajak temanya dan mereka bertiga pun masuk kedalam kelas.

__ADS_1


Salsa takut jika Monika benar-benar mempunyai foto nya saat berada di klub malam, dia takut kejadian seperti kemarin terulang kembali. Masalah nya sudah banyak tambah banyak lagi karena setiap hari Monika selalu memgganggu nya.


Salsa masih sangat emosi dan berjalan ke arah kelas nya, di perjalanan dia bertemu dengan Refan, Refan pun menyapa nya dan mereka pergi bersama.


"Pagi sa, kok udah cemberut gitu pagi-pagi gini?" tanya nya pada Salsa.


"Biasa lah tadi ketemu kucing nakal di jalan, kamu baru sampai juga Fan?" Salsa balik bertanya dengan Refan.


"Emang disekolah kita ada kucing? iya aku juga baru sampai" jawabnya bingung.


"Ada kok di depan sana, ayo jalan kekelas" ajak Salsa dan Refan menganggukan kepalanya.


"Kamu udah buat tugas dari Bu Mely sa?" tanya Refan pada Salsa.


"Sudah dong Fan, aku sudah mengerjakan semuanya" jawab Salsa sangat yakin karena memang dia sudah mengerjakanya.


"Benarkah? kok aku nggak bisa jawab dua soal lagi. Boleh nengok nggak?" tanya Refan lagi.


"Tentu aja Fan, loh boleh contoh semuanya. Nanti aku pinjamin punya aku" ucap Salsa sambil menepuk pundak Refan.


"Padahal soal matematikan nya susah sa, kok kamu bisa jawab semuanya?" tanya Refan yang masih belum percaya.


"Iya lah sekarang aku punya guru les baru, jadi dia yang ngajarin" jawab Salsa sambil tersenyum.


"Oh jadi yang mengerjakan guru les kamu, itu lah aku pikir nggak mungkin kamu" ucap Refan sambil tertawa.


"Kamu ngejek aku ya, itu aku yang buat" kesal Salsa dan Refan hanya tertawa.


Refan memang tidak percaya karena biasanya Salsa lah yang mencontoh semua tugas nya, tapi kali ini dia buat tugas sekali pun soal nya susah. Ini benar-benar mambuat dia aneh, sejak kapan anak itu suka belajar pikir Refan dalam hati nya.


.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2