
Saat jam pulang sekolah Salsa sangat bersemangat untuk bertemu dengan Kenzo karenaSalsa sangat merindukan Kenzo, akhir-akhir ini hubungan mereka merenggang dan Kenzo tidak pernah membalas pesan nya. Salsa bertekad akan minta maaf dengan Kenzo karena mengacuhkanya pada saat itumungkin karena itu lah Kenzo marah padanya.
Salsa duduk diparkiran menunggu Kenzo lewat dan beberapa menit kemudian Kenzo benar-benar lewat dan dia berjalan bersama dengan Aldo.
"Kak Kenzo tunggu" ucap Salsa lalu menarik tangan Kenzo karena tadi Kenzo seolah-olah tidak melihatnya.
"Kamu duluan aja Do" kata Kenzo dan Aldo yang melihat situasi ini pun mengerti dan dia langsung pergi.
"Oke, duluan Sa" sapa Aldo dan Salsa hanya menganggukan kepalanya.
"Ada apa?" tanya Kenzo.
"Bisakan kita bicara disana" tunjuk Salsa pada ujung lorong karena disana tidak ada orang sama sekali, mungkin ada satu atau dua orang yang lewat saat mengambil motornya.
Mereka berdua berjalan kesana dan Kenzo yang tidak mau berlama-lama pun langsung bertanya, apa mau Salsa.
"Sekarang apa mau kamu?" tanya nya ketus.
"Kenapa Kak menghindari aku, kakak juga tidak membalas pesan ku sampai sekarang?" Tanya Salsa.
"Seharusnya kamu sudah tau sendiri apa jawabnya" jawab Kenzo ketus.
"Maksud kakak?" tanya Salsa yang tidak mengerti dengan perkataan Kenzo.
"Aku jelaskan biar kamu paham, aku tidak mau berurusan dengan pacar orang lagi. Maaf waktu itu aku mengacaukan acara romantis kalian" jawabnya lalu berjalan pergi.
Salsa masih menghadangnya dan Kenzo pun terlihat kesal. Menurutnya tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, mereka juga tidak mempunyai hubungan apa-apa.
"Tunggu Kakak salah paham, aku dan Riyan tidak pacaran" jelas Salsa yang masih berdiri dihadapan Kenzo.
"Aku tidak perduli kamu pacarnya atau bukan, kamu juga tidak harus menjelaskannya pada ku" jawab Kenzo.
"Apa Riyan mendatangi Kakak?" tanya Salsa.
"Kalau iya kenapa, dia bicara kalau kalian mempunyai hubungan yang serius. Aku juga terkejut melihat vedio kalian, jadi seperti ini yang namanya serius" Kenzo tersenyum kecut.
"Itu bukan aku kakak" jawab Salsa.
__ADS_1
"Aku tidak butuh penjelsana, kalau tidak ada yang mau di omongin lagi aku permisi" ucap Kenzo.
Beberapa orang juga melihat kearah mereka dan Salsa menghiraukannya. Dia sangat berharap besar pada Kenzo dan dia pikir Kenzo juga menyukai nya, tapi dengan masalah skandal nya dengan Riyan membuat hidupnya semakin rumit.
"Bisakah kamu minggir, aku mau pulang" ucap Kenzo dan berjalan pergi.
Hal mengejutkan terjadi saat Salsa mengungkapkan perasaanya, dia tidak tau lagi harus berbuat apa. Salsa benar-benar frustasi dengan semua ini.
"Aku sangat menyukai Kakak" teriak Salsa.
Kenzo pun menghentikan langkah nya dan Salsa melanjutkan perkataanya. Dia sama sekali tidak malu saat orang-orang melihatnya.
"Apa kakak tidak bisa melihat selama ini, aku sangat mencintai kakak" teriak nya lagi.
Kenzo pun berbalik dan kata-kata menyakitkan ini yang tidak akan pernah Salsa lupakan.
"Sayang nya aku tidak menyukai wanita bekas orang lain" jawab Kenzo dengan tatapan dingin.
Salsa pun terkejut dan hanya bisa terdiam, Salsa menggenggam tanganya erat.
"Dengar kan ini, aku tidak mencintai kamu dan aku juga menyukai wanita lain. Jadi jangan ganggu aku lagi" ucap Kenzo lalu pergi dan masuk kedalam mobilnya.
Bahkan percintaanya juga berakhir tragis seperti ini, tidak ada yang membuat dia semangat lagi. Hatinya benar-benar hancur dan beberapa orang yang melihat Salsa berjalan ditengah hujan pun ikut sedih.
***
Sesampainya di kosan Mbak Ririn sedang duduk diteras dan menyuapi Rido makan, dia terkejut melihat Salsa berjalan pulang mana hujan deras.
"Kenapa kamu pulang hujan-hujanan sepeti ini?" tanya Mbak Ririn.
Tapi Salsa tidak menjawab dan langsung menangis, Mbak Ririn pun tambah bingung.
"Sana ganti baju dulu, Mbak akan temani kamu" ucap Mbak Ririn lalu menutup pintunya dan berjalan mengikuti Salsa masuk kedalam kosan Salsa bersama dengan Rido.
Salsa menganti bajunya dan Rido sedang duduk bersama Mbak Ririn diruang tamu, Mbak Ririn penasaran apa yang sebenarnya terjadi pada Salsa.
"Apa kamu sudah tenang? Ayo duduk sini" ucap Mbak Ririn dan Salsa pun duduk disampingnya.
__ADS_1
"Coba ceritakan apa yang terjadi, kenapa kamu menangis sampai mata kamu bengkak seperti itu?" tanya Mbak Ririn.
Salsa pun menjawab jujur dan sekarang Mbak Ririn lah yang paling dekat denganya, Salsa bersyukur masih bisa bertamu orang baik seperti Mbak Ririn.
"Salsa akan jujur sama Mbak, sebenarnya rumah Salsa ada disini. Salsa sengaja kabur dari rumah karena Papa membawa istri simpananya kerumah dan ditambah lagi vedio mesum yang tersebar di sekolah, mereka semua menuduh itu adalah Salsa" cerita Salsa.
"Mbak juga sedikit tidak percaya kamu datang dari luar kota, kamu harus sabar Sa. Tidak ada orang yanh hidup bahagia selamanya, pasti ada cobaan yang selalu menghampiri kita" jawab Mbak Ririn.
"Mbak benar tapi rasanya sakit sekali, kemarin Papa kesini dan menagajak aku pulang tapi aku tidak mau. Mbak juga harus tau jika aku sangat bodoh aku memberikan semua kartu Atm pada Papa dan aku tidak mempunyai uang yang cukup untuk bertahan hidup sekarang" ungkap Salsa sambil meneteskan air matanya.
"Mbak tau bagaimana rasanya di hianati orang yang kita sayang. jadi sekarang kamu menangis karena tidak punya uang, bahkan jalan kaki saat pulang tadi?" tanya Mbak Ririn sambil menggeleng kepalanya.
"Kalau tadi itu aku menangis karena cowok yang aku sukai menolak ku Mbak" jawab Salsa.
"Dasar bodoh, apa cowok yang sering kesini itu?" tanya Mbak Ririn.
"Bukan Mbakitu Refan, kami hanya berteman" jawab Salsa sambil menghapus air matanya.
"Rumit sekali masalah kamu ni, sudah tidak usah dipikirkan masih banyak cowok lain diluar sana. Yang kamu harus pikirkan sekarang adalah mencari pekerjaan " Mbak Ririn memberi nasehat.
"Benar kata Mbak aku bisa mati kelaparan karena tidak punya uang, aku harus bagaimana sekarang Mbak?" tanya Salsa bingung.
"Apa kamu mau kerja ditempat Mbak, kamu ambil shift siang saja. Kamu bisa pulang sekolah dan langsung kerja, tapi pulangnya malam Sa" Jawab Mbak Ririn.
"Ngak Papa Mbak aku mau" ucap Salsa bersemangat.
"Baiklah jika kamu mau, besok kita daftar disana. Sepertinya diterima tapi kamu harus ikut training dulu Sa, kalau kerja kamu bagus kamu pasti diterima" ucap Mbak Ririn.
Satu masalah mulai teratasi berkat bantuan Mbak Ririn, walau pun begitu Salsa masih kepikiran dengan perkataan Kenzo tadi. Sakit sekali rasanya, apa lagi dia bilang sudah menyukai wanita lain.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC