
Mereka semua sudah duduk di ruang tamu, bahkan Kenzo dan Pak Bordi duduk di atas karpet karena kursinya tidak cukup. Susana semakin mencair setelah Papa tidak mau lagi dan minta maaf pada Salsa, Salsa pun juga begitu dengan kebesaran hatinya dia memaafkan semua kesalahan Papa nya.
"Papa minta maaf sekali lagi sa, kamu mau maafkan Papa kan?" tanya nya pada Salsa yang duduk di samping nya.
"Salsa sudah memaafkan semua nya, ayo mulai hidup rukun sekarang Pa. Oh iya bagaiman bisa semuanya terjadi pada Papa?" tanya Salsa pada Papa nya.
"Papa menang bodoh karena mempercayai semua kata Maria, bahkan dia tidak pernah tulus mencintia Papa. Loly juga bukan anak kandung Papa, mereka sengaja bersekongkol selama ini untuk mengambil semua nya. Papa baru tau bagimana rasanya ditipu dan ditinggalkan dengan orang yang paling kita sayang, Papa benar-benar mendapatkan hukumanya sekarang" ceritanya sambil menundukan kepalanya.
"Jadi kemana mereka sekarang Sin?" tanya Papa Ferdi yang juga ikut prihatin.
"Mereka pergi entah kemana dan membawah semua uang yang aku punya, aku bahkan sudah melaporkan mereka ke polisi tapi belum ada jejak sama sekali sampai hari ini" jawab Papa yang tak kuasa menahan sedihnya.
"Semoga saja mereka cepat ditemukan, beruntung lah Kenzo dijauhkan dari mereka. Ternyata mereka komplotan bandit" sambung Mama sambil menggelangkan kepalanya tak percaya.
"Terus kenapa Papa bisa ada didesa ini?" tanya Salsa lagi sambil memegang tanganya.
"Papa masih dibilang beruntung karena saat di stasiun kereta, Papa mencari Maria dan Loly. Saat itu Papa bertemu dengan Pak Darto, supir kita dulu sayang. Papa menceritakan semua nya dan dia menolong Papa, kebetulan kampung Pak Darto hanya dua desa dari sini. Dia sangat baik, Papa bingung karena tidak punya tujuan lagi bahkan uang tabungan juga menipis. Pak Darto menyarankan membeli rumah dan sebuah sawah untuk tempat berkebun, Papa pun akhirnya mau dan tinggal disini" cerita Papa saat pertemuannya dengan Pak Darto.
"Mang Darto sangat baik, kita harus berterima kasih dengan nya" jawab Salsa dan Papa menganggukan kepalanya.
"Benar juga, kita akan menginap disini. Apa disini ada penginapan?" tanya Mama Ayu.
"Sayang nya disini tidak ada penginapan, tapi ada kos kosan kosong yang tidak jauh dari sini" jawab Papa kepada mereka.
Rumah nya hanya mempunyai dua kamar tidur, belum lagi mereka juga mengajak Bordi.
"Tidak apa-apa kita menginap disana saja, besok kita akan pulang juga" sambung Papa.
"Papa juga ikut kita kan?" tanya Salsa pada Papa nya.
"Tentu saja kamu harus pulang, nanti kamu biss bekerja di perusahan ku. Jangan bekerja disini, kamu tau jadi petani tidak lah mudah" sahut Papa Ferdi.
__ADS_1
"Tidak apa-apa Fer, aku akan tetap berada disini. Sepertinya bertani tidak seburuk yang kamu pikirkan, aku juga ingin menenangkan diri dulu" jawab Papa dengan alasanya.
"Apa setidaknya Papa ikut kami saja, siapa yang akan menemani Papa disini?" sahut Salsa yang tidak setuju dengan keputusan Papa nya.
"Papa tidak apa-apa sayang, asal kan kamu sering mai kesini. Papa sangat beruntung kamu memiliki mertua yang baik dan Papa sangat yakin mertua kamu bisa menjaga kamu dengan baik" jawab Papa sambil tersenyum.
"Tolong jaga Salsa untuk saya Kenzo, Om minta maaf karena sudah keterlaluan dengan kamu saat itu" sambung nya lagi sambil menatap Kenzo.
"Tentu saja Papa tidak perlu khawatir, sekarang Kenzo sudah menjadi suami Salsa dan Kenzo akan bertanggu jawab menjaga nya. Saya sudah memafkan Om, tolong restua saya untuk menjadi menantu yang baik" jawab Kenzo sopan sambil menundukan kepalanya.
"Tentu saja, doa ku akan selalu menyertai rumah tangga kalian" jawab Papa Sindi lagi.
"Kami juga ingin memberitahu jika Kenzo dan Salsa akan mengadakan pesta pernikahan nantinya, entah setelah Kenzo tamat atau menunggu Salsa tamat juga. Kami harap kamu bisa menerima mereka, kita bisa jadi besan sekarang" sahut Papa Ferdi.
"Tentu saja, kabari Papa jika akan mengadakan pesta tentu saja Papa akan hadir kesana. Terima kasih Fer dan Ayu berkat kalian aku bisa bertemu Salsa lagi dan aku tidak tau harus membalas kebaikan kalian dengan apa" jawab Papa Sindi.
"Kami melakukanya dengan senag hati dan takdir memang mempersatukan kita. Kenzo dan Salsa menikah padahal ini bukan rencana kita sama sekali, jadi ayo jalani semuanya dari awal" sambung Mama Ayu.
Mereka melanjutkan obrolan sampai sore hari, tidak lupa juga Salsa meminta Papa nya untuk menghubungi Pak Darto.
***
Sore harinya Pak Darto datang bersama dengan istrinya, mereka sangat senang karena Salsa berkunjung kesana. Pak Darto juga sudah lama mencari keberadaan Salsa dan hasilnya nihil, sampai 6 bulan kemarin sebelum kematian Mbok Jum mereka pun masih mencari Salsa.
"Selamat sore semuanya" ucap Pak Darto masuk kedalam rumah.
"Selamat sore juga Mang, sudah lama tidak bertemu" jawab Salsa menyambut kedatangan Pak Darto dan juga istrinya.
"Akhirnya kita bertemu lagi, Non Salsa apa kabar?" tanya nya pada Salsa.
"Salsa baik Mang, Oh iya ini siapa?" tanya nya pada perempuan yang berdiri disamping Pak Darto.
__ADS_1
"Ini adalah istri saya nama nya Parti" jawab Pak Darto sambil memperkenalkan istrinya.
"Salam kenal Non, suami saya sudah banyak cerita tentang Non" sahutnya ramah pada Salsa.
"Sebaiknya suruh mereka duduk dulu sayang" ucap Kenzo dan Salsa pun menyuruh mereka berdua duduk.
Setelah itu Pak Darto menceritakan semua nya, setelah mereka berhenti bekerja. Pak Darto dan Mbok Jum memutuskan untuk pulang ke kampung halaman mereka, awal mereka pulang mereka masih berusaha mencari kabar tentang Salsa. Sampai Mbok Jum meninggal pun dia ingin sekali bertemu dengan Salsa, mendengar hal itu Salsa merasa sangat bersalah.
"Bagaimana kabar Mamang setelah berhenti bekerja kemarin? Apa Mbok Jum juga pulang kampung?" tanya Salsa sangat penasaran.
"Kami berdua memutuskan untuk pulang kampung Non, kemarin kami juga sempat menghubungi Non tapi nomor telpon Non sudah tidak aktif lagi" jawab Pak Darto.
"Apa Mbok Jum juga pulang ke kampung nya? maaf sekali tidak sempat memberikan kalian kabar, Salsa benar-benar sangat kacau saat itu" jawab Salsa jujur.
"Iya kami mengerti Non, Non harus tau jika 6 bulan yang lalu Mbok Jum meninggal dunia" cerita Pak Darto pada Salsa, menurutnya Salsa harus tau.
"Ya ampun bagaimana bisa, aku sangat menyesal tidak mencari kalian kemarin" jawab Salsa menutup mulutnya karena tidak percaya, Kenzo pun langsung menenangkan Salsa sambil mengelus pundak Salsa.
"Tidak apa-apa Non, tanda memang kita tidak dipertemukan kemarin. Mamang hanya memberitahu saja" ucap Pak Darto lagi.
"Iya sayang tidak apa-apa, kapan-kapan kita kesana jika kamu ingin berkunjung kemakan nya" sambung Kenzo dan Salsa hanya menganggukan kepala nya.
Mang Darto dan istrinya disana sampai malam hari, karena tidak ada penginapan jadi kedua orang tua Kenzo menginap di rumah tentangga Papa yang juga saudara nya Mang Darto. Walaupun banyak masalah yang terjadi dan Papa juga kehilangan semua hartanya, tapi Salsa masih senang berkat ini lah hubungan mereka berdua membaik.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC