
Dari kejauhan Mama sudah melihat Salsa yang baru saja turun dari mobil, sepertinya dia diantar oleh seseorang.Tadi Mang Darto sudah memberitahu saat dijalan tadi ban mobilnya pecah, kebetulan dia juga tidak jauh dari rumah.
Pas ban mobil nya sudah benar, Salsa bilang jika dia sudah pulang bersama dengan temanya. Akhirnya Mang Darto disuruh putar balik pulang saja oleh Salsa dan untuk apa juga dia menyusul Salsa.
Salsa masuk kedalam rumah dan sudah ada Mama yang duduk diruang depan, dia membaca majalah.
"Salsa Pulang Ma" ucap Salsa berlari kearah Mama nya.
"Siapa yanh mengantar kamu pulang?" Tanya Mama pada Salsa.
"Apa pacar kamu, mobilnya seperti mobil cowok?" sambung Mama lagi.
"Bukan Ma, itu kakak tingkat Salsa. Dia kasihan melihat Salsa sendirian menunggu di halte depan sekolah, kebetulan rumahnya juga searah" jelas Salsa agar Mama nya percaya.
"Ya sudah sana masuk ganti baju kamu udah basa gini, lalu makan siang dulu. Pasti kamu belum makan siang kan, Mama tunggu di meja makan ya" jawab Mama sambil mengelus dahi Salsa.
"Iya Ma, Salsa naik keatas dulu" ucapnya lalu pergi kekamarnya.
Didalam kamarnya Salsa tak henti-hentinya tersenyum, dia terus mencium bau jaket yang dia pakai. Bau khas Kenzo masih menempel disana, Salsa sangat bahagia walau pun hanya kebetulan Kenzo mengatarnya pulang.
"Apa aku harus mengabadikan momen ini dulu, aku terlalu senang" ucap Salsa sambil melepas jaketnya dan mengantungnya.
"Hari ini sungguh keberuntungan karena bisa pulang bareng dengan Kak Kenzo" Teriak Salsa sambil tersenyum.
Setelah itu Salsa bergegas mandi dan menganti pakaianya, Mama sudah menunggu dimeja makan. Dia sangat senang bisa makan bersama dengan Mama nya, biasanya dia akan lembur atau pulang malam tapi sudah dua hari ini dia selalu pulang sore.
Saat Salsa turun ternyata sudah ada Papa juga disana, Papa baru pulang kemarin dari luar kota. Katanya hanya pergi satu minggu tapi kontrak pekerjaanya diperpanjang sampai satu bulan.
"Papa udah pulang kerja?" sapa Salsa dan bergegsa duduk dimeja makan.
"Iya barusan, cepat makan dulu" jawabnya Papa menyuruh Salsa duduk.
"Sini Mama ambilin, kamu lauk apa sayang?" tanya Mama sambil mengisi piring Salsa dengan nasi.
"Kata Mama kamu diantar sama cowok pulang sekolah tadi, siapa laki-laki itu? Kamu tu harus pintar mencari kawan, jangan sampai salah pergaulan"ucap Papa sepertinya dia tidak terlalu suka Salsa dekat dengan laki-laki yang tidak jelas asal usulnya.
"Cuma teman kok Pa, kebetulan rumah kita searah jadi dia memberikan tumpangan" jawab Salsa santai, kenapa masalah sepele seperti ini juga harus diributkan.
"Tetap saja, kamu suka bohong sama Papa. Awas saja kalau kamu pacara sama dia, Papa udah punya calon suami yang setara dengan kita" ucap Papa dengan nada tinggi.
"Sudah lah Pa, jangan dilebih-lebihkan. Salsa sudah bilang cuma teman, ayo lanjutkan makannya" bela Mama agar Papa tidak lagi membahas ink dan menyesal sudah cerita dengan suaminya tadi.
"Kenapa Papa selalu marah dan tidak pernah membela Salsa. Salsa capek, pengen istirahat" Salsa menghentikan makanya, lalu pergi dari sana.
__ADS_1
"Hey sayang tungggu, habisin dulu makan nya" teriak Mama saat Salsa sudah berjalan kearah tangga.
Saat Salsa sudah naik ke kamarnya, Mama sudah tidak tahan lagi dan langsung marah pada Papa. Mama cukup sabar dengan semua sikap Papa selama ini tapi kalau menyangkut Salsa dia akan melindungi Salsa.
"Kenapa Mas memperlakukan Sals seperti itu? Kamu boleh menyakiti aku, tapi tidak Salsa. Keluarga kita ini sudah hancur, sejak kamu kenal wanita itu" ucap Mama sambil menangis.
"Ini tidak ada hubungannya dengan wanita itu, aku hanya ingin Salsa menjadi wanita yang hebat dan dapat meneruskan perusahan kamu nanti. Kalau dia jadi wanita yang cengeng seperti kamu, aku jamin dia tidak akan pernah bisa berhasil" jawab Papa dengan emosi.
"Sudah lah kamu tu pembohong, siapa wanita itu dan tinggal dimana dia?" tanya Mama lagi.
"Kenapa membahas wanita itu, kita sedang membahas tentang Salsa sekarang" teriak Papa.
"Karena kamu tidak menepati janji kamu, aku kecewa sama kamu" kata Mama yang menangis semakin kencang.
"Ayo ke kamar jangan ngomong disini, Salsa akan dengar. Kamu mau Salsa tau semuanya?" sambung Papa mengancam Mama.
Benar saja Salsa mendengar semua pembicaraan mereka, sebenarnya dia belum membuka pintu kamarnya. Salsa sudah mendengar Papa teriak-teriak dan menghentikan langkahnya, dia bersembunyi dibalik tembok.
"Wanita itu, apa Papa punya wanita lain?" tanya Salsa.
Karena takut ketahuan Salsa langsung masuk kedalam kamarnya, dia menangis dan terus memikirkan apa yang baru saja orang tuanya katakan.
"Bagaimana aku bisa tau siapa wanita itu? apa aku harus menyelidikinya" pikir Salsa.
Tok..tokkk tokkk (ketukan pintu).
"Non ini Mbok Jum, Apa Mbok boleh masuk?" tanya Mbok Jum dari luar.
Salsa menghapus air matanya dan membuka pintu kamarnya, Salsa melihat Mbok membawakan cemilan dan makanan lainya. Dari dulu Papa selalu melarangnya makan-makanan riangan, Salsa benar-benar tidak sama dengan orang lain.
"Non ini makanannya, tadi Nyonya menyuruh Mbok. Katanya Non harus makan banyak" ucap Mbok.
"Terima kasih Mbok, letakan saja disana saja" jawab Salsa dan terdengar suaranya agak serak.
Mbok juga menyadari jika Salsa habis menangis, dia tidak berani bertanya kepada Non nya itu. Mbok Jum meletakan makanan tersebut diatas meja dekat tempat tidur.
"Mbok permisi dulu ya Non" ucap Mbok Jum dan Salsa hanya menganggukan kepalanya.
Salsa hanya memandangi makanan nya dan dia sudah tidak berselerah, Salsa lebih memilih merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya.
***
Sedangkan ditempat lain Kenzo pulang kerumah orang tuanya, Mamanya tentu saja sangat senang karena putra bungsunya yang super bandel itu pulang kerumah. Tidak ada yang mengetahui bagaimana Kenzo sebenarnya.
__ADS_1
"Anak kesayangan Mama pulang" ucap Mama lalu berlari kearah Kenzo yang baru masuk.
"Mama sangat merindukan kamu, Bungsunya Mama" sambung Mama sambil mencium pipi Kenzo.
"Stop Ma Kenzo udah besar bukan anak kecil lagi" jawab Kenzo malas.
"Mentang-mentang putra kesayangannya udah pulang, suami dilupakan" Sambung Papa yang baru datang dari ruang Tv.
"Iya lah, kalau kamu ketemu setiap hari jadi udah bosan. Ayo sayang ganti baju kamu, kamu habis ujan-ujanan ya. Kok basa gini?" tanya Mama meraba pundak Kenzo dan bajunya basah.
"Iya tadi Mama sayang, Kenzo kekamar dulu" jawab Kenzo ingin pergi ke kamarnya.
"Oke Mama mau siapin makanan kesukaan kamu" ucap Mama.
Mama pergi kedapur untuk memasak, Mama benar-benar memanjakan kenzo. Terkadang dia suka bersikap berlebihan karena Kenzo sangat berbeda dengan kakaknya, kalau kakaknya orangnya ceriah dan penurut.
Kenzo hanya dua bersaudara, kakak laki-lakinya bernama Angga Saputra. Angga bekerja sebagai wakil direktur diperusahan Papanya, Kakaknya sudah mandiri dari pertama lulus sekolah dulu, bahkan saat ini dia sudah mempunyai rumah sendiri. Sudah ada rencanan untuk menikah juga, kedua orang tua mereka mengajarkan mereka untuk mandiri dan belajar menabung dari kecil.
"Sore, Abang pulang" ucapnya saat memasuki rumah.
"Abang sudah pulang, Mama lagi didapur" teriak Mama.
"Kebiasanan Mama kamu suka teriak-teriak, bikin malu aja padahal ada calon menantu disini" sambung Papa mengahampiri mereka.
"Sore Om" sapa Putri yang berdiri disamping Angga.
Putri Adelina adalah pacarnya Angga, mereka sudah bertuanagan dan akan menikah dalam waktu dekat. Mama juga sangat menyukai putri, mereka juga sudah lama menjalin hubungan dari kuliah.
"Sayang kamu datang, sini bantu Mama" teriaknya lagi menyuruh Putri untuk pergi kedapur.
"Saya bantu tante dulu ya Om" jawab Putri, lalu dia mengahampiri Mama didapur dan membantu nya memasak, dia sangat menyukai anak perempuan.
Kebahagiaan nya bertambah saat dia akan mendapatkan menantu cantik sebentar lagi, sedangkan yang lain sudah biasa melihat Mama nya bertingkah heboh seperti itu.
.
.
.
.
TBC
__ADS_1