Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Episode 18. Kabar Dari Mama


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian Mama memberikan kabar bahwa dia akan menikah besok karena memang surat perceraian mereka sudah keluar dari sebulan yang lalu, Salsa juga mengamati jika Papanya terlihat baik-baik saja saat Mamanya pergi dari rumah. Tidak ada rasa sedih sedikit pun, malahan dia menikmati harinya seperti biasanya.


"Hallo sayang, apa kabar? Mama sangat merindukan kamu" ucap Mama setelah Salsa mengakat panggilannya.


"Hallo Ma, Salsa baik. Mama sendiri apa kabar?" jawab Salsa, dia sangat senang Mama menelponya hari ini.


"Mama senang mendengarnya, Papa baik sama kamu kan?" tanya Mama lagi.


"Papa baik Ma, Salsa juga tidak pernah dimarah sama Papa. Mama tidak perlu khawatir, Mama harus tau Salsa udah bisa nyetir mobil dan udah bawak mobil sendiri ke sekolah" Salsa sangat senang bercerita pada Mamanya.


"Wah benarkah, Mama bangga kamu tidak takut lagi. Kamu memang harus mandiri sayang, kalau kemana tidak usah menunggu Mang Darto untuk mengantar kamu" jawab Mama.


"Iya Ma, Oh iya katanya Mama mau memberitahu Salsa sesuatu. Ada apa? Apa Om Jhon nyakitin Mama?" tanya Salsa penasaran.


"Tidak sayang Om Jhon sangat menyayangi Mama, Mama mau memberitahu jika besok Mama akan menikah dengan Om Jhon. Mama meminta restu kepada anak Mama, maaf Mama baru bisa bicara sekarang karena Mama nggak tega sama kamu sayang" jawab Mama sepertinya dia menangis.


"Mama menangis? Salsa tidak apa-apa Ma. Kalau Mama bahagia Salsa juga bahagia, selamat ya Ma" ucap Salsa memberikan selamat kepada Mamanya.


"Anak Mama sudah dewasa sekarang, terima kasih sayang. Kamu harus tau Mama sangat bahagia kamu bisa menerima Om Jhon secepat ini" jawab Mama lagi.


"Sama-sama Ma, Oh iya Papa memanggil sepertinya Papa mau ngajak makan malam. Salsa makan malam dulu ya Ma" karena Papa mengetuk pintu kamar Salsa.


"Sebentar Pa" jawab Salsa.


"Iya sayang Mama tutup, makan yang banyak ya" ucap Mama dan panggilan pun berakhir.


Salsa buru-buru membuka pintu kamarnya dan benar saja Papanya sudah berdiri didepan kamarnya.


"Lama sekali, ayo kita makan malam" ucapnya.


"Iya Pa tadi Mama menelpon Salsa" jawab Salsa lalu mengikuti Papanya dari belakang.


"Oh Mama kamu, Apa kabar dia sekarang?" tanya Papa penasaran.


"Mama baik, besok Mama akan menikah dengan Om Jhon" cerita Salsa pada Papanya dan tanggapan Papanya bisa saja.


"Bagus lah, bilang ucapan selamat kepada Mama kamu" jawab Papa.


"Iya Pa" ucap Salsa sambil menganggukan kepalanya.


Mereka pun duduk dimeja makan dan mulai makan malam bersama, kemudian Papa berbicara jika dia akan pergi keluar kota selama satu bulan karena ada proyek yang dia kerjakan disana.


Tanpa menaruh curiga Salsa pun hanya mengiyakanya dan dia sudah terbiasa tinggal sendiri, ada Mbok Jum dan Mang Darto yang menemaninya.


"Sayang Papa mau pergi keluar kota, ada proyek yang Papa dikerjakan selama satu bulan. Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Papa diselah makan mereka.


"Iya Salsa tidak apa-apa Pa, ada Mbok Jum dan Mang Darto yang nemanin Salsa disini" jawab Salsa.

__ADS_1


"Bagus lah, Papa suka kamu jadi anak penurut seperti ini" jawab Papa sambil tersenyum.


Mereka pun melanjutkan makanya dan setelah itu, Salsa langsung pergi kekamarnya karena Papa menuyuhnya untuk belajar karena sebentar lagi akan ada ujian tengah semester.


"Sana kembali kekamar kamu, belajar kan sebentar lagi mau ujian tengah semester" suruh Papa setelah Salsa menyelesaikan makanya.


"Iya Salsa duluan ya Pa" jawabnya lalu pergi kekamarnya.


Didalam kamarnya Salsa langsung mengganti jadwal pelajarannya dan mengerjakan beberapa soal dan membaca buku pelajaran besok.


"Ting"( bunyi nada pesan masuk).


"Siapa sih orang lagi serius baca?" kesal Salsa sambil mengambil ponselnya yang ada diatas meja.


"Refan?" ucap Salsa kesal.


"(Lagi apa sa?)" isi pesanya.


"( Lagi belajar Fan, aku belajar dulu ya)" balas Salsa karena malas harus meladeni Refan dan Refan tidak pernah bosan menghubungi dia setiap hari.


Saat Salsa melanjutkan untuk membaca kembali tiba-tiba ponselnya berbunyi, tampa melihat siapa yang menelponya dia langsung mengangkat panggilanya karena dia yakin jika itu pasti Refan.


"Ada apa lagi si Fan, Kan udah aku bilang aku belajar?" ucapnya dengan nada kesal sambil berteriak.


"Fan siapa? ini aku Kenzo. Kamu lagi sibuk ya, ya udah aku tutup telponya" jawabnya.


"Besok kamu ada acara nggak pulang sekolah? jalan yuk?" ajak Kenzo karena akhir-akhir ini mereka semakin dekat.


"Nggak ada sih kak, boleh juga kebetulan aku juga bosan dirumah terus" jawab Salsa.


"Oke besok ngga perlu bawak mobil kesekolah biar aku yang jemput kamu dirumah" ucap Kenzo.


"Oke Kak" jawab Salsa.


Panggilan pun berakhir, Salsa pun langsung nai keatas kasur dan menari-nari disana karena saking senangnya.


***


Keesokan harinya Salsa mengantar Papanya kedepan rumah karena Papa akan pergi keluar kota, Salsa masih menunggu didepan rumah karena sebentar lagi Kenzo sampai dirumahnya.


"Papa pergi dulu, jangan nakal. Kalau ada apa-apa langsung telpon Papa" ucap Papa sambil mengelus kepala Salsa.


"Iya Pa" jawab Salsa sambil tersenyum.


"Mbok tolong jaga Salsa, saya pergi dulu" ucapnya lalu masuk kedalam mobil dan Mang Darto yang akan mengantarnya kebandara.


"Hati-hati Pa" teriak Salsa sambil melambaikan tanganya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Kenzo datang dan Salsa langsung masuk kedalam mobil Kenzo, tidak lupa dia berpamitan dengan Mbok Jum sebelum pergi.


"Ayo berangkat" ucap Salsa setelah duduk disamping Kenzo.


"Kamu semangat banget hari ini?" tanya Kenzo yang melihat wajah Salsa yang berseri-seri.


"Nggak kok kakak aja yang terlalu berlebihan" jawab Salsa sambil tersenyum.


"Iya apa, padahal terlihat jelas sekali kamu lagi bahagia atau jangan-jangan kamu nggak sabar mau jalan pulang nanti?" goda Kenzo.


Salsa hanya diam karena Kenzo tau apa isi hatinya dan dia benar-benar suka Kenzo bersikap lembut padanya.


Tidak lama kemudian mereka sudah memasuki sekolahnya dan Kenzo langsung memarkirkan mobilnya, Salsa turun perlahan penuh dengan pengamatan dia takut jika Monik dan teman-temannya melihat dia bisa bonyok lagi.


"Kenapa kamu toleh-toleh seperti itu?" tanya Kenzo yang melihat gerak-gerik Salsa sangat aneh.


"Aku takut ada kak Monik, bisa habis aku nanti" jawabnya.


Saat keadaan sudah aman Salsa langsung turun dan berlari kekelasnya dan Kenzo yang melihat kelakukan Salsa hanya bisa tersenyum.


"Super unik tu anak" ucapnya.


Dia pun turun dari mobilnya dan sudah ada Aldo yang menunggunya kebetulan dia juga baru datang, Aldo bersender dimobilnya sambil menatap tajam pada Kenzo.


"Kenapa loh liat aku kayak gitu?" tanya nya menghampiri Aldo.


"Aku liat Salsa turun dari mobil kamu, kalian berangkat bareng?" Aldo balik bertanya kepada Kenzo.


"Iya memang kami berangkat barengan, tadi aku yang jemput dia" jawab Kenzo sambil tersenyum.


"Apa kalian udah jadian, tega banget loh Ken nggak ngasih tau gue" Kesal Aldo sambil menonjok lengan Kenzo.


"Apaan sih Do, siapa yang jadian. Kami hanya berteman saja, aku suka berteman dengan dia karena dia menyenangkan" jawab Kenzo santai dan berjalan meninggalkan Aldo yang masih berdiri disana.


"Hey tunggu!!" Teriak Aldo dan mengejar Kenzo yang sudah pergi duluan.


Mereka pun jalan berdua untuk pergi kekelas, Aldo memang menyetujui jika Kenzo pacaran sama Salsa dan mereka bisa jalan bareng berempat.


.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2