
Hari ini adalah hari terkahir ujian kenaikan kelas, Salsa sudah belajar dan menjawab semampu dia. Dia yakin bahwa nilai nya tidak terlalu bagus tapi setidaknya dia bisa naik kelas saja, Salsa sudah sangat beruntung.
Sampai saat ini juga Papa belum datang menemuinya, mungkin karena istrinya itu. Salsa tau siasat Mama Maria itu tidak akan pernah berbuat baik padanya dan apa lagi menerima Salsa menjadi putrinya.
Salsa dan teman-temannya berjalan sambil mengobrol menuju parkiran. Mereka ingin pulang kerumah dan Salsa sudah pasrah dengan hasil ujianya.
"Gimana Sa tadi, loh lancar nggak jawabnya?" tanya Tiara saat mereka berempat berjalan dikoridor sekolah menuju parkiran.
"Ya begitu lah, aku udah usaha. Aku nggak tau hasilnya, berdoa aja" jawab Salsa, sebenarnya dia sangat takut jika dia tidak naik kelas.
"Aku juga begitu, sayang sekali kita nggak dekat jadi nggak bisa contekan" sambung Veny, memang dia standar nggak terlalu pintar dan nggak terlalu pintar.
"Iya lah, otak loh tu cuma contek aja" ejek Tiara melihat kearah Veny dan Veny mendengar itu pun menjawab apa adanya.
"Iya memang, aku seperti ini jadi kalian nggak usah terkejut lagi. Aku si terserah aja yang penting naik kelas, masalah peringkat urusan belakang" jawab Veny sambil tertawa.
"Benar tu, aku setuju dengan kamu Veny" sambung Salsa sambil menganggukan kepalanya.
"Oh iya libur sekolah nanti kalian mau kemana?" tanya Veny, dia udah mikirin libur aja. Ngambil rapot aja belum pikir Salsa, tapi dia masih menjawab pertanyaan dari Veny.
"Aku belum kepikiran mau kemana, kalau kamu sendiri mau kemana Ven?" Salsa balik bertanya pada Veny.
"Gimana kalau kita liburan sambil kemah ke puncak bogor saja, disana ada vila Papa aku. Kalau kalian mau nanti aku tanya Papa aku dulu" tawar Veny karena dia juga nggak tau liburan kemana, yang jelas akhir-akhir ini Mama dan Papa nya sibuk jadi nggak mungkin bisa menemaninya berlibur.
"Wah boleh juga, kalau vila sendiri kan nggak usah bayar aku suka yang geratisan" jawab Tiara.
"Memang otak gratisan loh tu selalu bekembang jika dengar yang geratis aja langsung konek" sambung Sintia.
"Disana udaranya sejuk, pemandanganya indah kalian pasti suka. Aku sudah membayangkan liburan kita pasti akan menyenangkan" sahut Veny.
"Aku juga butuh hiburan Ven, terima kasih sudah mau mengajak kami" jawab Salsa.
"Sama-sama gaiss, akan lebih menyenangkan jika kita pergi bersama dengan teman-teman dari pada jalan sama kak Aldo" ungkap Veny.
"Berarti kamu nggak akan mengajak ayang kamu dong?" tanya Taira memastika, apa yang terjadi pada mereka. Apa mereka sedang bertengkar pikir Tiara.
"Nggak ada, nggak mood juga ngajak dia" jawabnya.
Mereka pun pulang setelah itu dan Salsa juga langsung pulang kontrakan nya. Mbak Ririn menyuruh Salsa untuk tidak masuk kerja, karena lebih baik fokus untuk belajar agar nilai ujiannya bagus.
__ADS_1
***
Beberapa hari kemudian, saat ini Salsa sedang menunggu Mbak Ririn karena dia menyuruh Mbak Ririn yang mengambilkan rapotnya. Dia sangat menghindari agar tidak bertemu dengan Papa nya dan dia berusaha menguatkan hatinya jika saat ini Papa sudah jadi milik Loly dan Mama nya.
"Apa sudah selesai Mbak?" tanya Salsa yang menunggu diluar.
"Sudah ayo kita pergi, nggak papa kan bawak Rido kesana?" tanya Mbak Ririn.
"Nggak papa kok Mbak, Ayo pergi pakai motor Salsa aja" ajaknya.
Mereka bertiga pun pergi ke sekolah Salsa, semua wali murid masuk kedalam kelas dan untuk semua muridnya menunggu diluar setelah apel pagi tadi.
"Adu aku gerogi banget ni" ucap Salsa yang duduk disamping Refan.
"Udah nggak papa Sa, doa akan semoga kita semua naik kelas 11" jawab Refan.
"Iya kalau kamu kan pintar Fan, lah aku nggak pintar mana banyak masalah lagi" jawab Salsa yang tanganya gemeteran.
"Betul kata Refan, santai aja Sa nggak usah khawatir" sambung Veny.
Sintia pun menguping didekat kelas dan dia mendengar semua yang dibicarakan oleh Bu Desi, seperti yang mereka tebak Refan juara satu dikelas mereka.
"Nah kan udah aku tebak, kamu beneran juara satu Fan" ucap Sintia.
"Nggak dengar lagi" jawabnya karena banyak juga murid yang berada disana.
Beberapa menit kemudian Bu Desi keluar dan diikuti oleh wali murid juga, saat Bu Desi lewat didepan mereka dua tersenyum pada Salsa. Setelah itu mereka sibuk mencari orang tuanya, termasuk Salsa dia mencari Mbak Ririn.
Refan yang dihampiri oleh Papa nya pun langsung pergi, tidak lupa dia berpamitan pada Salsa dan teman-temannya.
"Aku duluan ya, jangan lupa kabari aku Sa" ucap Refa dan Salsa pun menganggukan kepalanya.
"Duluan ya" sambung Refan pada mereka semua dan setelah itu berjalan kearah Papa nya.
"Iya Fan, selamat ya" Veny memberikan selamat.
Setelah itu banyak Veny, Tiara dan Sintia juga mencari orang tua mereka. Tapi sebelumnya mereka berjanjian untuk bertemu besok.
"Kita ketemu besok aja ya, aku mau nemuin Mama dulu" ucap Veny.
__ADS_1
" Iya aku juga, besok janjian di kafe biasa ya" sambung Tiara.
"Iya kabari aja ya" jawab Salsa.
Mereka pun berpencar dan Salsa mencari Mbak Ririn, saat Mbak Ririn melihat Salsa dia langsung memanggil Salsa dan Salsa pun menghampirinya.
"Sa..Salsa" panggil Mbak Ririn dari belakang.
"Mbak gimana, ini kabar baik atau kabar buruk Mbak Salsa sangat takut" tanya Salsa saat menghampiri Mbak Ririn dan Rido.
"Emm..aman kok kamu naik kelas, cuma peringaktnya aja yang jauh" jawabnya.
Salsa pun cukup tenang setelah mendengar ucapan Mbak Ririn dan dia menerima rapotnya. Salsa membuka nya pelan-pelan dan melihat dia dinyatakan naik kelas tapi dia peringkat 15, Salsayang melihat itu pun tersenyum senang.
"Aku naik kelas Mbak" ucapnya sambil tersenyum dan memeluk Mbak Ririn dan Rido bergantian.
"Selamat ya Sa" jawab Mbak Ririn sambil tersenyum.
"Terima kasih Mbak, ayo kita rayakan. Kita makan Albaik dekat kontarakan yuk" ajak Salsa sangat bersemangat.
"Ayo kita makan-makan" jawab Mbak Ririn.
"Tentu saja ayo kita rayakan, rasanya sangat lega sekali. Aku takut sampai nggak bisa tidur nyenyak dari tadi malam" ungkap Salsa.
"Sudah tidak usah dipikirkan yang penting kamu udah naik kelas kan" jawab Mbak Ririn.
"Mbak benar" sambung Salsa.
"Ayo kita makan Ayam goreng, apa Dodo suka?" sambung Salsa karena kata Mbak Ririn Dodo sangat menyukai ayam goreng dekat dengan kontrakan, makanya Salsa mengajak mereka untuk makan disana.
"Ye ayam goleng.." jawbanya sambil tersenyum dan kata-katanya masih belum jelas, karena gemas Salsa pun menggendong Rido sampai keparkiran.
Mereka bertiga lun pergi dari sana, ini lah mambuat Salsa banyak belajar dari Mbak Ririn. Mereka makan ayam goreng saja mereka sangat bersemangat, dari hal-hal kecil pun mereka sudah sangat bahagia.
.
.
.
__ADS_1
.
TBC