
Lima bulan kemudian mereka masih menjalani kegiatan seperti biasanya, saat pertama Mbak Putri dan Abang Angga pindah keluar kota. Rumah terasa sepi tapi kini tidak lagi karena sudah terbiasa dan siang ini akhir pekan, mereka semua berkumpul di gazebo belakang sambil menikmati acara makan bersama.
"Ayo sayang makan yang banyak, kamu makan dikit sekali" ucap Mama menambah nasi ke piring Salsa.
"Sudah lah Ma, jangan memaksa istri ku. Mungkin dia sudah kenyang" marah Kenzo pada Mama nya.
"Aku masih lapar kok, terima kasih Ma" jawab Salsa membela Mama mertuanya.
"Sayang bilang saja jika kamu tidak mau, jangan mau nurut banget sama Mama" ucapnya pelan ditelingah Salsa.
Mama yang mendengar itu pun langsung memukul kepala Kenzo dengan sendok, dia kesal karena Kenzo selalu saja mengumpatnya.
"Rasakan ini" ucapanya sambil memukul kepala Kenzo dengan sendok.
"Ahwww sakitt..." teriknya sambil mengusap kepala nya.
"Kamu nggak papa sayang, apa sakit sekali?" tanya Salsa panik sambil mengusap kepala Kenzo.
"Aku tidak apa-apa sayang, tidak usah khawatir" jawabnya sambil tersenyum dan memegang tangan Salsa.
"Hemmm, kalau mau romantisan dikamar aja. Kasihan sama yang udah tua, soal nya udah mau pensiun" sahut Papa yang berdeham menghentikan keromantisan mereka.
"Benar kata Papa, lagian kamu lebay sekali gitu aja sakit" ucap Mama yang melihat kearah Kenzo.
"Ya memag beneran sakit, kemarin Mama tidak pernah memukul aku" jawabnya marah.
Setelah itu ponsel Papa berbunyi dan menghentikan perdebatan mereka, Papa bicara sangat serius dan dia agak menjauh dari sana. Beberapa menit kemudian Papa kembali dan mereka beetiga langsung bertanya kepada Papa siapa yang menelponya.
"Siapa Pa?" tanya Kenzo penasaran.
"Bordi, dia menelpon dan dia bilang sudah tau dimana Papa kamu Sa" jawab Papa sambil melihat kearah Salsa.
"Bordi anak buah Papa?" tanya Mama lagi.
"Benarkah, dimana Papa sekarang?" Salsa yang juga bertanya.
__ADS_1
"Iya Bordi anak buah ku, Bordi yang aku suruh mencari tau keberadaan Sindi. Katanya dia ada di Kota P tapi keadaanya sedang tidak baik-baik saja" jawab Papa dan membuat mereka bertiga langsung terkejut.
"Maksud Papa apa, apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Salsa yang sangat khawatir.
"Papa harus menyampaikan ini, Papa harap kamu bisa sabar ya. Sindi bangkrut karena Maria dan Loly menipu mereka, saat ini kabarnya Maria dan Loly membawah kabur semua aset serta uang Papa kamu" cerita Papa jujur, sama seperti yang dikatakan Bordi.
"Astaga, kenapa mereka bisa sejahat itu. Bagaimana dengan Sindi, apa dia baik-baik saja?" sahut Mama lagi.
"Saat ini dia hanya tinggal dirumah kecil, disebuah desa. Apa kita mau kesana?" tanya Papa mereka semua.
"Iya sebaiknya kita pergi sekarang Pa" jawab Kenzo.
"Iya benar, ayo bersiap" ucap Mama sambil mengajak Salsa.
Salsa yang sudah diam dari tadi dan air matanya sudah menetes, kenzo dengan sigap menenagkan nya. Setelah itu mereka memutuskan untuk langsung pergi ke kota P, Salsa benar-benar tidak menyangkah nasip Papa nya akan seperti ini.
Dalam perjalanan Salsa hanya diam dan dia tidak bisa berhenti memikirkan Papa nya, walaupun Papa nya sudah tidak menganggap nya anak lagi. Tapi bagi Salsa dia masih Papa nya, Papa kandung nya dan dia tidak bisa menyangkal itu.
"Kamu sabar sayang, Papa Sindi pasti baik-baik saja" ucap Mam sambil mengelus pundak Salsa.
"Terima kasih, jika tidak ada kalian aku nggak tau bisa bertahan sampai saat ini atau tidak" jawab Salsa dan Mama yang mendengar itu pun langsung memeluk Salsa.
"Kami akan selalu ada untuk kamu sayang, jangan pernah merasa sedirian" ucap Mama diselah pelukan meraka.
"Mama benar yang, jangan bersedih lagi. Bukan kah kita seharusnya senang akan bertemu Papa, ayo senyum dulu" sahut Kenzo membujuk Salsa.
Salsa pun tersenyum kecil karena ucapan Kenzo, Papa juga tidak habis pikir karena Kenzo benar-benar dewasa. Dia punya banyak cara untuk menghibur istrinya, dia akui jika anak nya sangat bertanggung jawab.
***
Setelah menempuh perjalan selama empat jam lebih mereka sampai disebuh desak kecil dikota P dan dengan buru-buru meraka langsung menuju kesana, tentu saja Bordi sudah menunggu mereka karena dia yang akan mengantar mereka.
"Ayo Tuan, rumah nya ada di ujung sana" ucap Bordi yang menyambut kedatangan mereka.
"Terima kasih Bordir apa kamu sudah menunggu lama?" tanya Mama karena melihat Bordi sudah menunggu disana.
__ADS_1
"Belum Nyonya saat Tuan mengabari tadi saya bari menuju kesini, ayo kita nggak bisa bawah mobil karena rumah nya agak masuk gang" jawab Bordi sambil menunjuk gang yang dia maksud.
Mereka pun bejalan kesana, banyak juga para warga yang memperhatikan mereka. Tidak lupa mereka menyapa nya dan tersenyum ramah, ada juga yang bertanya apa mereka datang dari kota dan mereka hanya mengiyakan nya saja.
Tok...tok..tokk
Salsa mengetuk pintu rumah sederhana yang Pak Bordi katakan adalah rumah Papa dan tidak lama kemudiaan dia membuka pintunya, alangkah terkejurnya Papa Sindi saat membuka pintu ternyata yang datang adalah Salsa dan Kenzo serta kedua orang tuanya.
"Ada apa kalian kesini? jika tidak ada kepentingan sebaiknya kalian pergi" ucapnya dan ingin menutup pintu.
Dengan sigap Kenzo langsung menghalanginya dan dia tau Salsa akan bertambah sedih, jika Papa nya juga masih tidak mau bertemu denganya.
"Tolong Om, kami sudah jauh-jauh dari kota kesini. Setikanya biarkan Salsa berbicara dan dia sangat merindukan Om" ucap Kenzo dan membuat Sindi terdiam beberapa saat sambil melihat Salsa yang sudah berkaca-kaca.
"Apa Papa tidak merindukan Salsa?" tanya Salsa sambil mendekat kearah Papa nya.
Salsa pun lansung menangis dan memeluk Papa nya, Papa pun juga begitu. Tadi dia sebenarnya sangat malu bertemu Salsa, dia tega membuang Salsa begitu saja. Tapi lihat saat ini Salsa sama sekali tidak membencinya bahkan dia bilang rindu pada Papa.
"Maaf kan Papa, Papa sangat bersalah dengan kamu. Bahkan Papa juga tidak berani bertemu kamu saking malu nya, Papa sudah mendapatkan hukuman karena sering menyakiti Mama dan kamu" ucapnya diselah pelukan mereka.
"Salsa sudah memaafkan Papa, Salsa senang Papa baik-baik saja. Yang terpenting Papa baik-baik saja dan sehat, uang bisa dicari nanti" jawabnya.
Semua yang ada disana sangat terharu termasuk Kenzo, istri kecil nya itu terlihat sangat dewasa sekali saat ini.
Setelah itu mereka pun di persilahkan oleh Papa Sindi untuk masuk kedalam rumah, rumah tersebut sangat lah sederhana. Berbanding terbalik dengan rumah mewah mereka kemarin, bahkan pemandangan di sekitar sini hanya lah rumah warga dan hamparan sawah yang lebar.
.
.
.
.
TBC
__ADS_1