Terjerat Cinta Di Sekolah

Terjerat Cinta Di Sekolah
Episode 46. Kembali Sekolah


__ADS_3

Salsa sudah bersiap dengan seragam sekolahnya dan dia berencana mau naik ojek kesekolah karena jarak nya lumayan jauh kalau mau jalan kaki, kebetulan Mbak Ririn juga mau pergi kerja sambil mengantar Rido ke tempat penitipan lebih tepatnya Tk.


"Kamu mau pergi kesekolah Sa?" tanya Mbak Ririn.


"Iya Mbak, Salsa mau naik ojek aja didepan" jawab Salsa.


"Barengan dengan Mbak aja ayo" ajak Mbak Ririn pada Salsa karena arah Tk Rido juga tidak jauh dari sana.


"Kan tempat Mbak kerja nggak searah Mbak" jawab Salsa merasa tidak enak dan merepotkan Mbak Ririn.


"Tidak apa-apa Sa, lagian Tk Rido juga tidak jauh dari sana. Ayo cepat naik" ucapnya dan akhirnya Salsa pun mau.


Setelah sampai disekolah Salsa tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Mbak Ririn karena telah mengantarnya.


Salsa berjalan memasuki gerbang sekolah dan bergegas pergi kekelasnya, banyak orang yang memperhatikan Salsa. Salsa sama sekali tidak menghiraukan dan terus saja berjalan.


"Salsa kamu masuk" ucap Tiara yang melihat Salsa masuk kedalam kelasnya dan Tiara langsung memeluknya.


"Kamu nggak papa kan?" tanya Veny yang ikut memeluk Salsa setelah Tiara.


"Aku nggak papa Ven, maaf membuat kalian khawatir. Maaf juga tidak membalas pesan kalian" jawab Salsa.


"Tebal muka juga kamu masih datang kesekolah, kalau aku udah berhenti sekolah karena malu" ejek Jihan yang lewat didepan Salsa.


"Jaga ya mulut kamu" bentak Veny yang merasa tidak terima.


"Lah memang aku bicara jujur" jawaban sambil tertawa.


"Ngajak berantem kamu, sini maju jangan berani ngomong doang" ucap Veny dengan emosi.


"Sudah lah Ven, ayo kita duduk nggak usah dibalas yang waras ngalah aja" sambung Salsa.


"Masih bisa sombong dan tak punya malu"ucapanya lalu pergi dari sana.


Jihan pun pergi dari sana setelah Salsa berbicara seperti itu, mereka duduk dikursinya dan mereka bertiga langsung bertanya apa yang terjadi pada Salsa karena semuanya sedang mencari dia.


"Kemana aja kamu Sa?" tanya Tiara penasaran dengan Salsa karena dia sama sekali tidak bisa dihubungi.


"Aku sebenarnya pergi dari rumah, sekarang aku tinggal di kosan dekat sini" jawab Salsa.


"Terus kenapa kamu harus pergi dari rumah semua sedang mencari kamu Sa, kami bertanya pada Refan dan Refan bilang dia juga tidak tau kamu ada dimana" ungkap Tiara.

__ADS_1


"Iya Sa jangan gini lagi, loh bisa cerita sama kita bertiga. Kalau perlu bantuan kita pasti bantu loh kok, jangan diam sendirian aja seperti nggak punya teman" sahut Veny yang kesal dengan sikap Salsa.


"Terima kasih kalian sangat perhatian dengan aku, aku kabur dari rumah karena takut Papa akan menikahkan aku dengan Riyan" jawab Salsa dengan nada sedih.


"Benarkah, wah gila aku juga nggak kepikiran sampai situ" Tiara menutup mulutnya karena tidak percaya.


"Sekarang aku butuh bantuan kalian untuk mengungkapkan siapa wanita yang ada di vedio itu, kalian tau itu bukan aku. Bahkan aku tidak pernah dekat dengan Riyan" ungkap Salsa.


"Tentu saja kami aku membantu kamu Sa, kita mulai dari mana?" tanya Veny.


"Kita harus mendapat alamat Riyan terlebih dahulu karena dia tidak bisa dihubungi dari kemarin, aku juga belum berbicara padanya kenapa dia tega mengatakan jika wanita itu aku" kesal Salsa.


"Baiklah aku tau kita harud memintanya pada Johan karena Johan termasuk teman dekatnya kan" sambung Veny.


"Betul tu, nanti kita temui Johan di kelasnya. Aku yakin jika Riyan menyukai kamu Sa, makanya dia tega berbuat seperti ini karena ingin mendekati kamu tapi saat itu kamu menolak nya" ucap Tiara menyampaikan pendapat nya.


"Betul tu, aku kira juga begitu sa. Mungkin dia sakit hati sama kamu, kita juga harus mencari tahu siapa yang menyebarkan rumor jika wanita yang keluar dari gudang itu kamu" ungkap Sintia yang ikut berbicara.


"Benar juga kata Sintia, aku ingat pada hari di mana kami masih dihukum dengan Nadia dan Riyan datang, mungkin dia melihat kami berbicara di dekat gudang" Salsa baru mengingat jika Nadia ada disana kemarin bisa jadi dia yang mengatakan pada semua orang jika wanita dalam vedio itu Salsa.


"Kita akan temui Nadia nanti, kamu tenang saja Sa kami siap membantu kamu" jawab Tiara.


***


"Nah ini kelasnya" tunjuk Veny pada kelas IPS 1.


"Apa benar ini kelasnya, nggak salah kan Ven?" tanya Salsa.


"Benar Sa, Bobon yang bilan tadi. Ayo kita masuk" ajaknya.


Saat mereka berempat masuk kelas tersebut, semua orang melihat kearah mereka dan ada juga yang berbisik-bisik mungkin mereka sedang membicarakan Salsa.


"Permisi boleh tanya, apa Johan kelasnya disini?" tanya Veny dengan salah satu murid cewek disana.


"Oh Johan dia memang di kelas ini tapi dia sepertinya pergi ke warung Bu Ida" jawabnya.


"Begitu ya, terima kasih info nya" ucap Veny.


Mereka pun pergi ke warung Bu Ida dan benar saja Johan ada disana sedang berkumpul dengan teman-temanya.


"Heyy Johan" teriak Veny.

__ADS_1


"Wah gila loh Han, mimpi apa loh semalam sampai dicari sama cewek-cewek cantik disekolah" ucap salah satu dari mereka.


"Kami mau ngomong sama kamu" sambung Tiara dan Johan pun mematikan rokoknya lalu mendekat kearah mereka.


"Ada apa? jika tidak penting sebaiknya kalian pergi dari sini" Katanya dengan tatapan dingin.


"Kami mau tanya dimana alamat Riyan?" tanya Tiara.


"Kenapa mau minta tanggung jawab ya?" dia balik bertanya sambil tertawa.


"Kami serius ini masalah penting dari kemarin Riyan nggak bisa dihubungi" sambung Salsa dengan nada memohon pada Johan.


"Serius kata kamu, gara-gara Papa kamu Riyan dikeluarkan dari sekolah dan kamu masih enak-enak kan masuk sekolah. Itu adalah ganjaran yang tepat untuk kamu, mentang-mentang anak orang kaya bisa berbuat seenaknya" kesal Johan.


Dia tidak terima Riyan dikeluarkan dari sekolah karena Riyan adalah teman akrabnya mereka berteman dari sekolah menengah pertama, Johan juga membenci Riyan kenapa dia suka dengan Salsa dan akhirnya dia mendapat masalah.


"Ini juga bukan salah Salsa, wanita itu juga bukan dia kenapa kamu bisa menyimpulkan semua sesuai dengan yang kamu pikirkan. Salsa adalah korban disini" Tiara merasa tidak terima.


"Aku tidak akan memberitahu kalian, cari tahu saja sendiri" jawabnya ketus.


"Benarkah kamu nggak mau ngasih tau?" sambung Refan yang tiba-tiba datang kesana.


Awalnya dia pergi ke toilet, saat pulang mereka berempat sudah tidak ada dan Bobon bilang mareka mencari Johan. Refan yang khawatir pun langsung menyusul mereka dan dia yakin karena Johan bukan anak baik-baik yang suka rela membantu mereka.


Nyali Johan pun menciut saat ada Refan disana, sepertinya dia takut dan Refan terus saja mendekat pada Johan.


"Kamu beneran nggak msu ngasih tau atau kamu mau semua orang tau tentang Mama kamu?" ancam Refan.


"Stop jangan katakan, baiklah aku akan memberitahu alamatnya" jawabnya.


"Jalan Mawar indah, nomor 32" sambungnya.


"Terima kasih Johan" jawab Veny lalu menepuk pundaknya.


Setelah itu mereka pergi dari sana, Salsa memutuskan untuk pulang sekolah nanti ingin datang kerumah Riyan.


.


.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2