
Satu tahun berlalu waktu terus bejalan, Salsa bahkan sudah tamat sekolah. Kenzo jug sudah memasuki semester 3 dan akhir-akhir ini dia sangat sibuk dengan pekerjaan nya. Salsa lebih sering pergi dengan Mama Ayu dari pada Kenzo, kadang akhir pekan dia sibuk membuat tugas.
"Mana Kenzo sayang, apa dia lembur lagi semalam?" tanya Mama saat Salsa turun untuk sarapan bersama.
"Dia masih tidur Ma, kemarin habis mrngerjakan tugas kata nya" jawab Salsa lalu duduk di samping Mama Ayu.
"Mama mau ngomongin masalah ini dari kemarin, apa semua berkas untuk mendaftar pernikahan sudah kalian siapkan?" tanya Mama lagi sambil memgambilkan piring untuk Salsa.
"Sudah Ma, tinggal antar kekantor agama aja. Tapi Kakak belum bisa katanya kalau minggu ini" jawab Salsa lagi.
"Gimana sih kalian itu, kemarin nunggu kamu tamat sekarang sudah taman belum juga. Nunggu kamu punya kartu penduduk, kamu sudah buat satu bulan yang lalu. Terus lagi nunggu kamu masuk kuliah, kamu udah mau masuk juga bulan depan. Jadi kapan kita akan mengadakan resepsinya, persiapanya udah semua loh tinggal nunggu kalian berdua" kesal Mama Ayu sambil mengoceh, dia tidak tau jalan pikiran anak-anak jaman sekarang.
Salsa sudah mendaftar di universitas yang sama dengan Kenzo tapi dia mengambil jurusan Akutansi, cita-citanya ingin menjadi pegawai kantoran kalau tidak pegawai Bank. Mereka memang sibuk akhir-akhir ini karena banyak yang harus diurus, belum lagi Kenzo harus bekerja sekaligus kuliah, jadi dia memang belum kepikiran untuk mengadakan resepsi pernikahan.
"Iya Ma, Salsa ikut Mama saja. Bentar Salsa panggil Kakak dulu" jawabnya mengurungkan niatnya untuk sarapan karena Mama martuanya sudah mulai mengoceh.
"Iya cepat panggil kesini, jangan sampai kalian punya anak tapi belum juga sah secara agama. Pokoknya acaranya minggu depan titik, tidak ada penolakan" sahutnya lagi dan Salsa pun menganggukan kepala nya lalu pergi dari sana.
Didalam kamar Salsa membangunkan Kenzo, dia ingin memberitahu rencana Mama mertuanya tadi.
"Sayang ayo bangun, udah siang!!" ucap Salsa kencang agar Kenzo mendengar nya.
"Ada apa sih Yang, ini masih pagi. Aku mengantuk sekali tidak bisa kah kamu jangan menggangguku sampai jam tiga nanti" mohonya tapi masih memejamkan matanya.
"Ini masalah serius sayang, Mama mau kita resepsi minggu depan" Kesal Salsa memberitahu Kenzo.
"Apa?" tanya nya yang terkejut langsung duduk.
"Nah kan baru bangun" Salsa kesal karena Kenzo susah sekali untuk dibangunkan.
"Kenapa bisa? bukan kah aku sudah bilang nanti sayang. Aku sibuk minggu depan" jawab Kenzo yang tidak mau terburu-buru.
"Ya mau gimana lagi ini adalah mau Mama, aku juga nggak berani membantah. Cepat bangun Mama menunggu dibawah" sambung Salsa lalu keluar dari sana.
Tidak lama kemudian Salsa duduk lagi disamping Mama, Mama menatap horor pada nya. Setelah itu Kenzo datang dan bergabung bersama dengan mereka, sedangkan Papa masih ada urusan diluar.
"Nah akhirnya kamu bangun juga, sudah Mama tetapkan kalian resepsi minggu depan. Setelah ini kita pergi ke butik untuk mencoba baju pernikahanya, tidak ada penolakan titik dan besok kalian harus urus berkasnya ke kantor agama" cerocos Mama sambil menceramahi mereka berdua.
"Iya Kenzo ikut saja apa kata Mama, kenapa Mama jadi cerewet sekali" keluh Kenzo sambil mengambil sarapanya.
__ADS_1
"Ini demi kebaikan kalian, Mama nggak mau nanti cucu Mama lahir kalian belum sah secara hukum ya!" ocehnya lagi.
"Iya-iya, sebaiknya Mama makan saja. Nanti kita bicarakan lagi setelah sarapan" jawab Kenzo sambil memganggukan kepalanya.
Setelah sarapan mereka benar-benar pergi ke butik langganan Mama, bahkan dia siduh menghubungi semuanya untuk memesan undangan, makanan dan hotel tempat pernikahan nanti.
"Nanti kamu tinggal pilih gaun yang cantik-cantik sayang, Mama yakin kamu akan suka karena rancanganya bagus-bagus" ucap Mam pada Salsa saat mereka masih diperjalanan.
"Iya terima kasih, Mama sudah banyak sekali membantu kami. Seharusnya Salsa sama Kenzo yang menyiapkan semuanya" jawab Salsa merasa tidak enak pada mertuanya.
"Tidak apa-apa sayang, Mama senang melakukanya untuk kalian. Mama sangat senang mempersiapkan semua nya" jawab Mama sambil mengelus kepala Salsa.
"Jangan menunda sesuatu yang baik, itu tidak bagus" sambung Mama menatap Kenzo.
"Iya Kenzo mengerti Ma" jawab Kenzo pasrah.
Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di sebuah butik dan Mama langsung mengajak mereka masuk, saat mereka masuk pemilik butik itu sudah disana dan menyambut mereka dengan ramah.
"Selamat datang Nyonya Ayu, senang sekali bisa beteksempatan lagi bertemu dengan anda" sapa Serly, dia adalah pemilik butik itu kebetulan Mama nya adalah sahabat Mama Ayu.
"Terima kasih Serly, jangan sungkan panggil tante saja. Kami kesini mau cari gaun pernikahan untuk menantu dan anak saya, apa banyak model terbaru?" tanya Mama dan mereka berdua masih berjalan dibelakang.
"Masih kok, kebetulan kemarin juga baru datang. Apa adik ini yang akan memakainya?" tanya nya sambil melihat kearah Salsa.
"Salam kenal Mbak Serly" sahut Salsa sambil tersenyum.
"Salam kenal juga cantik, ayo silahkan ikut saya. Kita cari gaun pengantinya" jawabnya.
Salsa pun dibawah kesebuah ruang yang penuh dengan gaun pengantin, dia juga bingung harus memilih yang mana. Kenzo dan Mama duduk disana, Serly mengarahkan
Salsa untuk memilih beberapa baju dan mencobanya.
"Biar kamu nggak bingung kita coba saja dulu" ucap Serly dan Salsa pun menganggukan kepala nya.
"Iya coba saja sayang" sambung Mama pada Salsa.
Salsa masuk kedalam dan mencobanya, setelah itu dia keluar lalu memperlihatkanya pada Kenzo dan Mama. Mama sangat kagum karena gaunya sangat indah saat dipakai oleh Salsa, begitu juga dengan Kenzo. Dia tidak menyangka gadis yang cerewet dan bandel seperti Salsa akan menjadi istrinya, hal-hal unik yang dilakukan Salsa.
"Kamu cantik sekali sayang, kita ambil yang ini saja ya" ucap Mama berdiri sambil menghampiri Salsa.
__ADS_1
"Iya aku setuju dengan Mama kita ambil yang ini saja, istri ku terlihat sangat cantik" sambung Kenzo yang masih duduk disana.
"Ya sudah kami ambil yang ini saja Mbak" ucap Salsa setelah itu.
Setelah selesai memilih baju Salsa, mereka menemani Kenzo memilih beberapa Jas. Karena Kenzo bukan orang yang sulit jadi cuma butuh waktu singkat dan setelah itu Mama mengajak kami untuk mengecek hotel tempat resepsi nanti.
***
Setelah sampai disana, mereka langsung masuk kedalam. Manajer disana sudah menyambut mereka, mereka diajak keliling aula hotel yang luas. Salsa juga cukup tercengang, apa mertuanya ingin mengundang banyak orang pikirnya.
"Ini sangat luas sekali Ma, apa benar kita mau adakan resepsinya disini?" tanya Kenzo pada Mama nya.
"Tentu saja sayang, Mama sudah menghubungi mereka dari bulan lalu. Bagaimana tempatnya bagus kan?" Mama balik bertanya pada keduanya.
"Iya bagus Ma, tapi apa tidak terlalu berlebihan" sambung Salsa.
"Nggak kok sayang, ini udah yang paling bagus" jawab Mama sambil tersenyum.
"Bagaimana Nyonya? apa ada yang perlu saya siapkan lagi?" tanya manajer itu pada Mama Ayu.
"Tidak usah, semuanya sesuai rencana kemarin saja" jawab Mama dan manajer tersebut hanya menganggukan kepalanya.
"Apa kalian ada yang mau di tambah lagi?" sambung Mama bertanya kepada mereka berdua.
"Kayak nya nggak ada deh Ma, semua nya sudah Mama siapkan" Jawab Kenzo.
"Baiklah mungkin itu saja ya Pak, tidak ada perubahan lain. Tanggal nya masih tanggal 12 minggu depan, tolong siapkan semuanya" ucap Mama pada manajer itu.
"Baik Nyonya, terima kasih atas kepercayaan nya" jawabnya sambil tersenyum.
"Iya kalau begitu, saya permisi dulu. Ayo saya " sambung Mama mengajak Kenzo dan Salsa untuk pergi dari sana.
Mereka bertiga pun pergi dari sana dan pulang kerumah, Salsa langsung menghubungi Mama dan Papa nya. Papa sangat senang mendengar itu dan katanya dia akan datang, bagaimana pun Papa adalah Papa kandung nya jadi dia mau Papa nya lah yang menggandenga dia di altar pernikahan nanti.
.
.
.
__ADS_1
.
TBC