Ternyata Aku Istri Kedua

Ternyata Aku Istri Kedua
Bab 10


__ADS_3

Saat ini Adrian sedang bersiap untuk pergi ketempat pertandingan. Adrian memastikan bahwa semua benar benar sudah siap.


Sepatu, baju, bla bla bla. Sudah lengkap batin Adrian.


Dalam pertandingan kali ini Adrian kurang bersemangat. Karna Nabila tidak menjadi sporternya seperti biasanya. Nabila tidak pernah sekalipun melewati pertandingan yang dimainkan oleh Adrian, inilah kali pertamanya.


Hendra hanya bisa menggelengkan kepalanya karna permainan Adrian sangat mengecewakan. Hanya karna Nabila tidak hadir Adrian jadi tidak cekatan dalam permainan.


Awas saja anak itu, hanya karna masalah sepele jadi berdampak besar seperti ini. Batin Hendra.


Diwarung yang jaraknya cukup dekat dengan tempat pertandingan. Seperti biasa, setelah mereka bertanding mereka akan bersantai menikmati beraneka macam jus. Setelah mereka puas menikmati jus dengan ditemani gorengan, barulah mereka pulang kerumah yang sudah disediakan oleh Pak Hendra. Hanya begitu begitu saja kehidupan yang mereka jalani.


Setelah makan malam Adrian duduk diteras sambil ditemani sebatang rokoknya.


Aku harus apa, sampai saat ini Bila masih belum mau berpisah dariku, bagaiman hubunganku dengan Nabila bisa maju kalau begini begini saja. Apa ku paksa saja, huhhh.


Ku harap Nabila kelak bisa menerima semua kenyataan ini dan bisa memaafkanku.


Cukup lama Adrian memikirkan kisah percintaannya. Disatu sisi ada seorang istri yang sudah memberikan Adrian seorang anak. Tapi disisi lain, ada sang kekasih yang sangat dicintai Adrian, wanita yang membuat hidupnya terasa lebih berwarna, seseorang yang berhasil membuat dirinya memiliki rasa takut akan kehilangan sosok wanita tersebut.


Saat kantuk mulai menyerangnya. Barulah Adrian masuk kedalam kamar dan membaringkan diri bersama teman temannya. Adrian lebih memilih tidur, karna sangat ingin mengistirahatkan pikirannya.


.

__ADS_1


.


.


.


Keesokan harinya, Adrian terbangun dari tidurnya karna mendapatkan mimpi buruk. Adrian bermimpi kalau sang kekasih akan segera menikah dengan laki laki pilihan Hendra. Karna takut mimpinya menjadi kenyataan, Adrian langsung bergegas mandi untuk menemui Nabila.


Setelah selesai mandi dan sudah rapi Adrian melihat melihat kearah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 11.35.


Semoga saja Pak Hendra tidak ada dirumah, agar aku bisa berlama lama bersama Nabila.


Adrian masih ingat bagaimana Hendra mengusirnya secara halus jika ia bertamu lebih dari setengah jam. "Nabila, sudah jam berapa ini, bukankah kamu harus ini dan itu. " Kata Hendra.


.


.


.


.


Tak perlu waktu Lama Adrian pun sampai dikediaman Nabila. Adrian mengetuk pintu sambil mengucap salam.

__ADS_1


Tok... tok... tok...


"Assalamualaikum. "


Nabila yang kebetulan sedang ingin kedapur membalikkan langkahnya kearah pintu yang sedang diketuk.


Nabila mengerutkan keningnya. "Seperti suara Kak Adrian, kalau iya, mau apa. " Batin Nabila.


Karna biasanya Adrian hanya berkunjung satu atau dua kali seminggu. Makanya Nabila agak bingung kenapa Adrian datang, baru kemarin mereka tidak bertemu. Hari ini Adrian sudah datang.


"Waalaikum salam. " Sambil membukakan pintu untuk Adrian.


"Benar Kak Adriankan, aku gak mungkin salah mengenali suaranya. " Ucap Nabila didalam hati.


"Masuk dulu Kak, mau minum apa. "


"Terserah saja minuman apa pun pasti ku minum kok. " Kata Adrian.


Nabila hanya menganggukkan kepalanya. Saat Nabila hendak berbalik menuju dapur, Adrian menahannya sambil bicara setengah berbisik. "Papa kamu ada dirumah gak. "


Nabila tersenyum, "papa lagi ada urusan diluar, pulangnya juga masih lama. "


Adrian langsung mengelus dadanya sebari berkata "aman" .

__ADS_1


__ADS_2