
Adrian dan Nabila diusung menuju pelaminan sambil di iringi musik gong. Sesampainya dipelaminan, semua para biduan kompak menyanyikan lagu yang memang pada dasarnya selalu ada disetiap resepsi di daerah Banjar.
.
.
Duhai senangnya pengantin baru
Duduk bersanding bersenda gurau
Aduh senangnya pengantin baru
Dusuk bersanding dipelaminan
Bagaikan raja dan permaisuri
Tersenyum simpul bagaikan bidadari
Duhai senangnya menjadi pengantin baru
__ADS_1
Disaat kau berbulan madu
Tinggalkanlah masa remajamu
Agar kelak kau hidup bahagia
Rukun aman damai sentosa
.
.
Namun karna bujukan Adrian juga teman temannya. Akhirnya Nabila mau menyanyikan lagu yang berjudul Pertemuan duet dengan laki yang sudah sah menjadi suaminya.
Nabila menarik nafasnya dalam dalam lalu menghembuskannya keluar. Diulanginya sampai berkali kali untuk menghilangkan rasa nervous yang melandanya.
Sekiranya Nabila siap, barulah musik dimainkan. Adrian mulai memandu Nabila untuk bernyanyi, dan ya. Nabila menyanyi dengan baik. Walaupun masih agak kaku. tapi ini lumayan.
Baiklah, ini tidak terlalu buruk. Batin Nabila.
__ADS_1
Semua orang larut dalam lirik yang Adrian dan Nabila nyanyikan. Saking menghayatinya netra Adrian mengembun. Ini sungguh luar biasa. Aku benar benar merasakan kebahagiaan tiada tara. Mendapatkan wanita yang kucintai. Kebahagiaan yang ku impi impikan kini sedang ku nikmati. Tuhan, biarkan semuanya seperti ini untuk beberapa saat. Adrian membatin.
Usai menyanyikan lagu Pertemuan, kini Adrian dan Nabila kembali ke pelaminan. Acara masih belum berakhir. Kini dilanjutkan dengan acara panjat pinang. Yang membuat menarik ialah situkang panjat. Mereka menggunakn kostum yang unik untuk memeriahkan acara. Ada memakai daster, ada yang pura pura hamil dengen perut yang membuncit, juga ada yang pura pura pincang. Mereka semua berpenampilan kocak, tak lupa penutup wajah mereka gunakan agar nanti tidak ada yang dapat mengenali mereka.
Mereka memulai aksi panjat dengan diiringi lagu yang dinyanyikan para biduan. Bahkan disela sela aksinya, mereka juga naik keatas panggung untuk berjoget bersama biduan.
Acara masih berlanjut karna para pemanjat belum dapat mencapai puncak pinang dikarenakan pinang yang licin juga pakaian yang mereka gunakan.
Hal itu justru menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat setempat. Hingga satu jam lamanya barulah mereka berhasil sampai dipuncak pinang.
Tak tanggung tanggung. Hadiah yang bergelantungan di atas pinang benar benar menggiurkan. Selain keperluan rumah tangga seperti sabun mandi, sikat gigi, pasta gigi, juga terdapat uang tunai yang bergambar proklamator digantung sebanyak empat lembar. Itu artinya mereka mendapat jatah masing masing satu lembar.
Usai acara panjat pinang. Kini tiba acara sungkeman. Dimana kedua mempelai akan mencium tangan orang tua mereka yang duduk dipelaminan.
Terlihat Andini dan Hendra berjalan menuju pelaminan. Mereka duduk tegap diatas pelaminan. Sedangkan Nabila dan Adrian duduk bersimpuh dihadapan Hendra juga Andini. Awalnya Nabila mencium tangan Andini, begitupun dengan Adrian yang mencium tangan Hendra. Setelah moment itu dipotret, mereka bertukar posisi. Kini giliran Adrian yang mencium tangan Andini, begitupun dengan Nabila yang mencium tangan Hendra.
Lagi lagi Adrian teringat dengan orang tuanya.
Untuk orang tua Adrian diwakilkan oleh Adik dari Hendra beserta istrinya. Nabila dan Adrian melakukan hal yang serupa seperti yang tadi mereka lakukan dengan Andini juga Hendra.
__ADS_1