Ternyata Aku Istri Kedua

Ternyata Aku Istri Kedua
Bab 53


__ADS_3

Alhasil mereka kini harus menjadi bahan tontonan orang karna banyaknya barang yang Nabila beli. Satu kardus berisi bahan sembako kini diletakkan di depan. Belum barang barang yang Nabila bawa dari rumah. Di tambah lagi dengan keperluan mandi yang baru Nabila bawa. Untung saja mereka menggunakan motor Matic milik Nabila. Tak bisa di bayangkan kalau mereka menggunakan motor Adrian, mau di letakkan dimana belanjaan yang Nabila beli.


Dengan motor yang sudah penuh dengan berbagai macam bawaan mereka kembali melanjutkan perjalanan yang tinggal lima belas menit lagi sampai di kediaman Adrian.


Saat mereka sudah mulai memasuki kawasan tempat tinggal Adrian, banyak mata yang tertuju kepada mereka, terutamanya kepada Nabila. Saat ini pasti mereka mempertanyakan, siapa wanita yang Adrian bawa. Setahu mereka Adrian baru saja bercerai. Bahkan diantaranya ada pula yang belum tahu jika Adrian sudah bercerai.


Mereka tiba di sebuah rumah yang tergolong sederhana, bahkan hanya satu per empat dari rumah yang di miliki orang tua Nabila.


"Bu, Adrian pulang nih. " Teriak Adrian sambil memindahkan semua barang ke teras rumah. Hingga terdengar derap kaki melangkah dari dalam rumah. "Adrian- Ibu Adrian langsung mematung saat netranya menemukan seorang wanita muda yang kini berdiri di samping Adrian.


Dengan raut yang sangat jelas menggambarkan rasa ketidaksukaannya Ibu Adrian bicara. " Masuklah. " Mengurungkan niatnya untuk memeluk Adrian.

__ADS_1


Nabila meremas jari jarinya. Merasa kecewa di perlakukan demikian. Tapi dia mencoba berpikir positif, kalau Ibu masih belum mengenalnya.Tak kenal maka tak sayang begitulah kata pepatah.


Sementara Adrian memasukkan kedalam rumah barang barang bawaan mereka. Nabila memilih duduk di teras rumah menungggu Adrian selesai. Setelah itu barulah mereka masuk bersama.


Nabila POV


Aku masuk ke dalam rumah Kak Adrian dengan hati yang bergemuruh. Harap harap cemas, semoga mereka bisa menerima kedatanganku. "Duduklah. " Kata Adrian. Aku patuh, duduk lesehan di depan televisi kecil yang sedang menyala. Ku arahkan netraku ke sekeliling. Ku lihat hanya ada satu pintu, pintu kami masuk tadi. Seperti ada sebuah ruangan, namun tidak menggunakan pintu, hanya sebuah dinding. Mungkin itu kamar batinku.


Terus berjalan dengan wajah cerianya saat mendapat kabar dari tetangga Adrian kalau Papanya pulang. Melangkah ke arah dapur sambil terus memanggil Kak Adrian. Sebuah senyuman berhasil ku ukir di bibirku. Dia sepertinya anak yang manis.


Tak lama Kak Adrian keluar dari dapur bersama anak perempuan yang ku lihat tadi. "Nabila, ini- Ucapannya langsung ku potong. "Shavia kan. Aku bahkan sudah tahu saat aku melihatnya, Kak. Dia sangat mirip denganmu. " Sambil ku bumbui dengan senyuman.

__ADS_1


Kak Adrian mengangguk. Kini pandangan Kak Adrian berpindah ke ada Putrinya. "Via, kenalkan. Ini Nabila, dia Istri Papa. " Mana mungkin Shavia ngerti, pikirku. Anak itu menjawab dengan antusias. " Namanya sama kaya Mamaku ya. " Aku tersenyum kecut mendengar jawabannya. Takdir memang terkadang aneh. Kak Adrian menikah dua kali dengan Nabila yang berbeda.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2