Ternyata Aku Istri Kedua

Ternyata Aku Istri Kedua
Bab 52


__ADS_3

Maaf ya teman teman, aku baru bisa up😊


.


.


.


Waktu terus berputar, hingga tidak terasa kini dua bulan sudah usia pernikahan Adrian dan Nabila. Adrian merasa lega, karna sudah tidak perlu menyembunyikan apa pun lagi dari Nabila.


"Nabila, lusa aku mau pulang. Kamu mau kan ikut aku pulang. " Bicara dengan penuh pengharapan.


"Tapi, bagaimana dengan Ibu, Kakak. Apa tidak apa apa kalau aku kesana. " Masih merasa sungkan untuk bertemu sang Ibu Mertua yang belum pernah dia temui.


"Perlahan lahan Ibu akan bisa menerima pernikahan kita. Ibu orangnya baik. Hanya saja kalian belum saling mengenal. Mungkin ini akan terasa sulit untukmu. Tapi percayalah, jika Ibu sudah mengenalmu. Ibu pasti menyukaimu. " Memang begitu. Nabila adalah gadis yang baik. Mereka hanya perlu saling mengenal, setelah itu sudah dipastikan kalau Ibu Adrian pasti akan menyukai Nabila.

__ADS_1


Nabila tersenyum sembari mengangguk. "Iya, Kak. Aku ikut. "


Adrian langsung memeluk Nabila. "Kalau kamu ikutkan kita bisa sekalian jalan jalan. Sudah lamakan kita tidak pernah jalan berdua. "


"Iya, lama juga ternyata. Terakhir kita jalankan bulan lalu. "


.........


Ke esokkan harinya, sama seperti hari hari yang lalu. Mereka memulai aktivitas paginya dengan sarapan terlebih dahulu. Barulah Nabila bersiap siap untuk ikut pulang bersama Adrian.


Kepulangan Adrian adalah moment yang paling di nanti nantikan oleh sang Ibu. Kemarin Adrian sudah memberi kabar, kalau hari ini dia akan pulang. Tapi Adrian tidak mengatakan kalau dia membawa serta Nabila untuk kepulangannya kali ini.


"Hati hati dijalan ya, sayang. " Andini memberikan pelukan singkat kepada Nabila. "Iya, Ma. " Jawabnya. Kemudian Nabila berpamitan kepada Hendra. "Nabila pergi, Pa. " Sembari mencium punggung tangan Hendra, kemudian Adrian pun melakukan hal serupa.


Mereka memulai perjalan yang lumayan panjang itu dengan perlahan. Sepanjang jalan ada ada saja yang Adrian ceritakan kepada Nabila. Mulai dari masa kecilnya yang nakal, pengalamannya bermain sepak bola, dan masih banyak yang Adrian ceritakan. Hingga perjalanan tiga jam pun tak terasa begitu lama. Saat mereka sudah dekat dengan kediaman Adrian, mereka memutuskan untuk mampir di sebuah pasar tradisional yang buka di setiap harinya.

__ADS_1


"Kak, kita mesti beliin apa ya buat keluarga Kakak. " Tanya Nabila bingung. Sebab ini adalah pertemuan mereka yang pertama setelah dua bulan pernikahan mereka.


"Apa aja, yang penting berguna. " Jawab Adrian seenaknya. Nabila justru semakin bingung mendengar jawaban dari Adrian.


Mau beli makanan takut salah karna Nabila masih belum tahu selera makan keluarga Adrian bagaimana. Mau beli pakaian juga Nabila mana tahu ukuran mereka. Setelah berkutat lama dengan berbagai macam pikirannya. Akhirnya Nabila memutuskan untuk membeli keperluan dapur saja. Sudah pasti itu akan berguna untuk mereka semua.


Nabila mendatangi salah satu toko sembako yang ada di sana. Mulai menyebutkan semua barang yang dia inginkan mulai dari beras, minyak goreng, hingga bagian terkecil seperti terasi pun tak lupa Nabila belikan. Tidak hanya keperluan dapur, Nabila juga membeli keperluan mandi dan beberapa snack makanan ringan.


Alhasil mereka kini harus menjadi bahan tontonan orang karna banyaknya barang yang Nabila beli. Satu kardus berisi bahan sembako kini diletakkan di depan. Belum barang barang yang Nabila bawa dari rumah. Di tambah lagi dengan keperluan mandi yang baru Nabila bawa. Untung saja mereka menggunakan motor Matic milik Nabila. Tak bisa di bayangkan kalau mereka menggunakan motor Adrian, mau di letakkan dimana belanjaan yang Nabila beli.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2