Ternyata Aku Istri Kedua

Ternyata Aku Istri Kedua
Bab 88


__ADS_3

Hari beranjak gelap, Bila berpamitan dengan Shavia. Saat Bila melangkah ke arah pintu, ternyata pintu itu sudah lebih dulu di buka oleh Adrian. Dengan sedikit kikuk Bila menyapa Adrian. "Hai, Mas. Apa kabar. " Ucap Bila hanya sebagai basa basi.


"Aku baik, bagaimana kabarmu. " Jawaban Adrian membuat Bila terperangah. Kembali Bila menelisik sosok yang kini berhadapan dengannya. Ini benar Mas Adrian. "Baik. " Seraya tersenyum kaku karna masih merasa asing dengan sosok Adrian. Tak ingin berlama lama bertatap muka dengan mantan suaminya itu, Bila memilih berlalu.


Sekarang Mas Adrian banyak berubah. Dulu jangankan membalas sapaanku, menatap wajahku pun Mas Adrian enggan. Dulu dia hanya membutuhkan ku di atas tempat tidur, selebihnya dia tak pernah menganggap ku ada. Bila.


Semenjak pertemuan sekejap itu kini hubungan Bila dan Adrian berangsur membaik. Beberapa kali pertemuan tak sengaja itu terjadi pada saat kepulangan Adrian mengunjungi orang tuanya. Meskipun hanya sekedar saling menyapa juga menanyakan kabar, perlahan Bila mulai mengendalikan perasaannya agar terlihat biasa saja. Padahal hatinya bersorak ria atas sikap Adrian yang membalas sapaannya.


.........


Kini Fa'iz sudah memasuki usia enam bulan. Bayi itu sudah pandai membolak balikkan tubuhnya. Hari ini Nabila dan Adrian akan mengunjungi orang tua Adrian dengan membawa Fa'iz.


Mereka pulang sehari sebelum lebaran, karna Adrian sudah merindukan suasana lebaran di tempat tinggalnya. Selama dia menikah dengan Nabila dia selalu menjalani suasana lebaran di kampung sang istri.

__ADS_1


Setibanya mereka di kediaman orang tua Adrian tampak Shavia sudah berjalan ke arah mereka yang baru memasuki halaman rumah orang tua Adrian.


Nabila tersenyum melihat tingkah putri sambungnya ini. "Horee, adik bayi datang. " Soraknya seraya menciumi wajah Fa'iz yang baru terbangun dari tidurnya karna mendengar suara Shavia yang melengking.


"Wahh, Fa'iznya sudah bangun. Di bangunin Kakak Via, yah. " Monolog Nabila. Yang di sambut Shavia dengan gelak tawa.


"Sini di gendong sama Nenek, ya. " Ibu Adrian mengambil Fa'iz dari dekapan Nabila.


Nabila dan Adrian membawa masuk barang bawaan mereka kedalam rumah, hingga terdengar suara tangisan Fa'iz yang mengudara. Bergegas Nabila langsung menuju ke sumber suara. "Fa'iz sudah laper yaa. Sini sama Mama kita mimi dulu. " Ibu menyerahkan Fa'iz kepada Nabila, Nabila membawanya ke dalam kamar untuk menyusui, karna di luar ada Ayah mertuanya.


Nabila meletakkan Fa'iz di sebuah kasur lipat yang kecil. Baru saja Fa'iz terbaring dia langsung tengkurap. Shavia pun ikut ikutan tengkurap di depan Fa'iz. "Adik Fa'iz, ini Kakak Via. " Seru Shavia sayang sedang memperkenalkan dirinya yang di sambut Fa'iz dengan celotehan khas bayi yang tidak di mengerti oleh siapa pun.


"Ibu mau gendong Fa'iz ah, tadi gendongnya cuma sebentar, Fa'iznya keburu nangis. " Ibu membawa Fa'iz ke teras rumah yang di buntuti oleh Shavia.

__ADS_1


Shavia terus saja mengajak Fa'iz bicara sehingga tak jarang tawa Fa'iz terdengar di telinga semua orang yang ada di sana.


Sewaktu Ibu Adrian menggendong Fa'iz, Nabila memutuskan untuk menyiapkan makan siang dari makanan yang tadi sudah di belinya di tengah jalan.


Likenya yaa man teman.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2