Ternyata Aku Istri Kedua

Ternyata Aku Istri Kedua
Bab 45


__ADS_3

"Mulai sekarang Via adalah tanggung jawabmu, Mas. Kau bawa saja dia. "


Tanpa menunggu jawaban Adrian, Bila langsung menutup pintu rumahnya dengan kencang, tak lupa Bila juga menguncinya.


Bukan dia tidak menyayangi Via sehingga menyerahkannya pada Adrian. Tapi, setiap kali dia menatap Via dia pasti akan merasa menatap Adrian. Jadi Bila rasa hatinya akan lebih mudah membaik jika Via tidak bersamanya.


Maafkan Mama Via. Mama menyayangimu, bahkan sangat menyayangimu. Tapi akan sangat sulit untuk Mama bangkit kalau Mama selalu terbayang bayang oleh bayangan Papamu. Setiap kali menatapmu Mama seakan bertatapan langsung dengan Papamu. Ini sungguh berat untuk Mama.


Dengan sesugukan Bila terus menangis. Sejujurnya ia tidak ingin melepaskan Via, tapi keadaanlah yang memaksanya untuk melakukan hal itu.


Sedangkan diluar rumah Bila. "Via, kita ke rumah Nenek lagi. "


Dengan pandangan yang mengarah ke pintu rumah Via bertenya. "Mama gak ikut. "


Bukannya menjawab Adrian justru mendesak sang Putri. "Cepat, Via. "


Hingga akhirnya dengan langkah lemah dia mengikuti Adrian. Via masih terlalu kecil untuk memcerna apa yang terjadi di antara orang tuanya.


Sesampainya di rumah sang Ibu langsung bertanya. "Kok ke sini lagi, Adrian. " Sebab tadi Via menangis karna ingin ke rumah Ibunya.

__ADS_1


"Bila udah gak mau lagi ngurusin Via, Bu. Katanya sekarang Via itu sudah menjadi tanggung jawabnya Adrian. "


Terdengar helaan nafas sang Ibu. "Kalian berdua sama saja. Karna kalian Via menjadi korbannya di sini. Anak itu masih terlalu kecil untuk menerima situasi yang sulit ini. "


"Sudahlah, Bu. Kita terima saja permintaan Bila. Biarkan Via tinggal disini. Toh kalau Via mau bertemu Bila tinggal minta Verry untuk mengantarkan Via ke rumah Bila. "


"Tidak bisa seperti itu Adrian. Via itu masih sangat membutuhkan sosok orang tua di sisinya. Kenapa kalian menjadi egois. Demi kebahagiaan kalian, kalian harus mengorbankan darah daging kalian. "


"Ini demi kebaikan kami kedepannya, Bu. Aku tidak ingin menyakiti Bila lebih jauh lagi. Biarkan Bila mencari kebahagiaan nya sendiri. Hanya ini yang bisa Adrian lakukan untuknya, Bu. Menerima keinginannya untuk membawa Via. " Jelas Adrian.


"Tolong Ibu jaga Via untuk sementara. Karna Adrian tidak mungkin bisa membawanya tinggal bersama Adrian. Perlahan lahan semua akan membaik seiring berjalannya waktu, Bu. Besok Adrian akan kembali kerumah Istri Adrian. " Lanjut Adrian.


"Ibu, untuk kali ini maaf. Adrian tidak bisa mengikuti keinginan Ibu. Tegas Adrian.


Membuat sang Ibu sadar. Kalau kali ini keputusan Adrian sudah tidak bisa di goyahkan.


Adrian meninggal Via dengan Ibunya.


"Via, kamu maukan tinggal di sini. " Tanya sang Nenek.

__ADS_1


Via kecil mengangguk sambil tersenyum tanpa beban.


"Tapi sama Ibu juga kan. " Tanyanya


"Kalau Ibu ikut nanti siapa dong yang jagain Caca dirumah. " Caca adalah kelinci peliharaan Via.


"Caca di bawa juga dong Nek. "


"Kata Mama Via Cacanya gak mau. Makanya Mama yang tinggal dirumah nemenin Caca biar gak sendirian juga. Kalau Viakan disini banyak yang nemenin, ada Nenek, Kakek, Paman Adnan, juga Paman Verry. Jadi gak apa apakan Mama gak tinggal di sini. " Sang Nenek mencoba memberi alasan yang masuk akal untuk anak seusia Via.


Akhirnya Via menyetujui untuk tinggal bersama sang Nenek.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2