
"Ibu tidak perlu minta maaf. Harusnya Bila yang minta maaf. "
"Bila sudah salah memilih pasangan, padahal Ayah dan Ibu sudah menentang pernikahan kami sedari awal. "
"Sekali lagi maafkan Bila, Bu. "
Kini giliran Bila yang menangis sambil memeluk Ibunya. Pelukan yang amat Bila rindukan. Lima tahun ini Bila sudah terlalu jauh dari Ibunya. Jangankan untuk berpelukan, bersentuhan saja sangat jarang.
Ibu Rusmi membalas pelukan Bila juga dengan air mata yang berjatuhan. Akhirnya mereka bisa mengikis jarak yang berada di antara mereka. Ibu Rusmi juga amat merindukan Putrinya.
Sedangkan Shavia tengah bermain di temani Ayah Nabila di teras rumah, sehingga Shavia tidak mendengar tangisan mereka.
.........
"Kak, bagaimana caranya aku ngasih tau ke Mama sama Papa kalau kamu itu sebenarnya masih memiliki keluarga. "
Nabila bertanya kepada Adrian yang saat ini sedang menatap televisi dengan serius. Nabila tidak ingin menyembunyikannya terlalu lama. Bagaimana pun Mama dan Papanya berhak tahu kebenaran yang ada.
Adrian hanya diam. Adrian juga sedang berpikir, bagaimana caranya menyampaikan hal itu kepada Hendra dan Andini. Hal itu tidaklah mudah, terlebih tentang kenyataan kalau Adrian sudah memiliki seorang anak.
"Aku juga bingung. Aku takut, kalau Mama sama Papa meminta kita berpisah setelah tahu kebenarannya. " Keluh Adrian. Karna hal yang Adrian sembunyikan cukup berat.
__ADS_1
"Selamanya kita tidak akan bisa, Kak menyembunyikannya. Cepat atau lambat Mama dan Papa harus mengetahuinya. " Seru Nabila.
"Nanti ya, kita cari waktu yang tepat untuk mengatakan yang sebenarnya. " Adrian tidak rela kalau merek harus berpisah hanya karna kebohongan yang sedari awal dia ciptakan.
Dulu Adrian tidak berpikir panjang sebelum menciptakan kebohongan. Yang ada di pikirannya saat itu hanyalah 'menikahi Nabila, bagaimanapun caranya' .
"Tapi secepatnya, ya Kak. Aku tidak mau menyembunyikannya terlalu lama. "
"Pasti, Sayang. " Ucap Adrian sembari menampilkan senyumnya yang penuh maksud.
Nabila mendelik, dia sudah paham betul dengan panggilan sayang di sebut Adrian.
Saat Nabila masih dengan pikirannya Adrian sudah mendaratkan sebuah ciuman lembut padanya.
"Sayang. " Ulang Adrian.
"Tidak ada jatah untuk siang ini, Kak. Aku mau membantu Bu Rt yang mengadakan acara nanti malam. " Tolak Nabila.
Kali ini Adrian tidak bisa marah dengan penolakan Nabila. Sebab Andini tidak ada, makanya Nabila yang akan menggantikan Andini untuk membantu Bu Rt.
Setiap diadakannya acara selamatan atau peringatan kematian, para pemilik acara selalu meminta bantuan sanak saudara atau tetangga terdekat untuk membantu memasak dalam jumlah yang besar.
__ADS_1
Nabila tengah bersiap siap. Setelah melihat penampilannya sudah rapi menggunakan kerudung barulah Nabila berangkat ke rumah Bu Rt dengan membawa sebuah rantang yang berisi beras.
Kedatang Nabila di sambut hangat oleh Bu Rt. Nabila menyerahkan rantang yang di bawanya tadi dan duduk bergabung dengan Ibu Ibu yang lain.
Nabila membantu mengiris sayur untuk sup ayam. Sedangkan yang lainnya ada yang memasak nasi, juga ada yang memotong ayam.
Kini satu jam sudah berlalu, nasi yang tadi dimasak sudah kini sudah matang. Ayam yang tadi di potong juga, kini sudah diungkep.
Semua proses memasak menggunakan kayu bakar.
Bu Rt mempersilahkan semua orang untuk makan terlebih dahulu, barulah nanti mereka kembali melanjutkan kegiatan memasaknya.
Tampak ikan asin yang masih hangat di letakkan di depan Nabila, tumis terong juga kacang panjang ada, juga tak lupa kulit cempedak yang sudah di awetkan kemudian di masak dengan cara di goreng pun juga terhidang. Sangat menggugah selera.
Nabila lebih memilih ikan asin juga kulit cempedak sebagai menu makannya. Hingga tidak terasa nasi satu piring penuh Nabila habiskan dengan singkat.
Usai makan semua orang kembali melanjutkan kegiatan masak mereka. Sedangkan Nabila mencuci piring dengan ditemani oleh dua orang Ibu Ibu.
Hingga tidak terasa Adzan Ashar berkumandang. Kini Nabila pulang dengan membawa sebungkus nasi dan rantang yang sudah di isi dengan sup ayam yang tadi di masak oleh para Ibu Ibu.
Note : Orang kalimantan selatan pasti taulah senikmat apa kulit cempedak itu. Kalau kulitnya masih baru itu rasanya kalau di masak cenderung ke arah manis. Tapi kalau yang sudah di awetkan rasanya akan cenderung ke asam. Kalau di masak itu enaknya pakai cabe rawit. Aku jadi kangen makan kulit cempedak, kalau ada gak pakai ikan juga aku jabanin.
__ADS_1
Nih Anak anak ku tidur siangnya pulas banget, makanya bisa double up.