Ternyata Aku Istri Kedua

Ternyata Aku Istri Kedua
Bab 83


__ADS_3

Hari terus berlalu, hingga tak terasa kini sudah tujuh bulan usia kehamilan Nabila. Hendra dan Andini tampak begitu antusias menanti kehadiran cucu pertama mereka.


Minggu depan mereka akan mengadakan acara tujuh bulanan Nabila. "Adrian, nanti kamu jemput keluargamu untuk kemari. Sudah setahun lebih kalian menikah, tapi kami sesama besan belum pernah bertemu. " Pinta Andini.


"Iya, Ma. Nanti tiga hari lagi akan saya jemput. " Setiap kali membahas soal keluarga Adrian selalu di rundung perasaan tidak enak.


"Tidak perlu menyewa mobil. Pakai saja mobil Papa. " Kembali pinta Andini. Karna Andini yakin kalau tidak di suruh Adrian pasti akan menyewa mobil di penyewaan.


"Apa tidak apa apa, Ma. " Adrian merasa sungkan karna Hendra saja jarang menggunakannya.


"Tentu saja tidak apa apa. Tidak perlu sungkan. "


"Makasih ya, Ma. " Ucap Adrian, yang Andini balas dengan anggukan.


.........


Hari ini Adrian akan menjemput keluarganya. Sedari tadi Nabila tidak pernah berhenti menasehatinya.


"Ingat, Kak. Jangan ngebut, hati hati, biar lama asalkan selamat. " Sedari tadi hanya itu itu saja yang Nabila ucapkan.


"Iya, iya, ini sudah yang kesekian kalinya kamu mengatakannya. "

__ADS_1


"Aku pamit, yaa. "


Nabila mengantar kepergian Adrian hingga mobil yang Adrian tumpangi menghilang.


Nabila kembali ke dalam rumah untuk memulai kegiatannya seperti hari hari sebelumnya yakni membersihkan rumah.


Hingga beberapa jam kemudian Adrian menelponnya, memberikan kabar kalau dia sudah sampai di kediaman orang tuanya. Adrian sengaja tidak memberitahukan kepada orang tuanya kalau dia akan datang dan menjemput mereka untuk menghadiri acara tujuh bulanannya Nabila.


Tentu saja Ibu serta Ayah Adrian harus berkemas dengan dadakan. "Kamu ini, harusnya bilang dari kemarin kalau mau menjemput kami. Kalau mendadak seperti inikan jadi terburu buru. " Kata Ibu Adrian. "Sana kamu susul Adnan di tempat kerjanya. " Lanjut Ibu Adrian lagi.


Adrian tersenyum. "Kan ceritanya ini kejutan, Bu. " Adrian langsung menyusul Adnan ke tempat kerjanya menggunakan motor milik Verry.


Usai dua jam berkemas serta bersiap siap akhirnya mereka semua berangkat menuju kediaman Nabila.


"Adrian, kok Ibu takut ya ketemu mertua kamu. " Bukan tanpa alasan Ibunya Adrian merasa takut untuk bertemu mertua anaknya itu. Sebab dia merasa tidak enak karna pernah mendiamkan Nabila. Di tambah dengan kebohongan Adrian yang mengatakan kalau Adrian tidak memiliki keluarga.


"Tidak perlu takut, Bu. Mama sama Papa orangnya baik. " Adrian berusaha menenangkan. Padahal dia sendiripun merasa was was akan pertemuan dua keluarga itu.


Kini mereka sudah tiba di kediaman orang tua Nabila. "Rumahnya besar ya, Nek. " Celoteh Via saat melihat rumah di depannya.


Nabila langsung keluar dari rumah orang tuanya saat mendengar suara mobil masuk ke garasi, karna sedari tadi Nabila berada di sana.

__ADS_1


Shavia langsung menghampiri Nabila. Nabila menekuk kakinya untuk memeluk putri sambungnya itu.


"Via kangen sama Mama. "


"Adik bayi apa kabar. " Kini Shavia sudah mulai mengusap perut Nabila baru kemudian menciumnya.


"Adik bayi sehat, sayang. " Seraya memberikan ciuman di pipi Shavia.


Tidak lama tampak Andini dan Hendra keluar untuk menyambut kedatangan besannya. "Mari masuk. " Hendra mempersilahkan orang tua Adrian masuk.


jangan lupa like yaa.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2