Ternyata Aku Istri Kedua

Ternyata Aku Istri Kedua
Bab 67


__ADS_3

Mereka tiba di rumah Nabila pada jam sebelas siang. Nabila langsung mengeluarkan ikan serta sayur yang sudah dia beli. "Ma, makan siangnya sekarang apa nanti. " Tanya Nabila kepada Andini yang sedang mencuci pakaian .


"Mama makannya nanti saja nunggu Papa pulang. Kamu kalau mau makan duluan aja. " Teriak Andini. Karna takut kalau Nabila tidak mendengar jawabannya.


Nabila berjalan mendekati Andini. "Nanti juga, Ma. Biar barengan sama Mama Papa. Tadi kami sudah makan bakso juga di jalan. Jadi gak laper laper banget. " Nabila memutuskan mandi untuk menyegarkan tubuhnya.


Kini Hendra sudah tiba dirumah. "Di sana ngapain aja, kok lama banget baru pulang. " Tanya Hendra datar, kalau ada orang tua ya wajar wajar saja bagi Hendra jika berlama lama di sana.


"Emm, jalan jalanlah, Pa. Nabilakan jarang banget jalan jalan jauh. " Maafkan Nabila, Pa. Nabila masih belum bisa mengatakan yang sebenarnya kepada Mama dan Papa.


Hendra berlalu ke kamar mandi meninggalkan Nabila. Nabila bergegas ke dapur untuk menyiapkan makan siang bersama Andini.


Kini Nabila sudah duduk di sisi Adrian. Begitu pula Andini yang sudah duduk di sisi Hendra. Dengan sigap mereka berdua mengambilkan nasi untuk suami mereka masing masing.


"Oh ya, Nabila. Tanah di depan sudah Papa beli dari Pak Khalik. Rencananya di sana mau Papa bangun rumah untuk kalian tinggali. Berhubung tanahnya terbatas, jadi rumah itu nantinya tidak akan terlalu besar. Hanya sekitar 6X10 meter. "


Tanah yang di maksud Hendra adalah tanah yang terletak di seberang jalan rumah mereka.


Tentu saja Nabila senang karna mereka bisa memulai hidup mandiri. Meskipun tidak bisa membangun rumah dari hasil jeri payahnya sendiri. "Tidak apa apa, Pa. Nabila udah seneng Papa buatin rumah. "


"Iya, Pa. Makasih banyak. " Seru Adrian pula.

__ADS_1


"Kalian ini. Nanti saja berterima kasihnya kalau rumahnya sudah selesai. Adrian, bukannya Papa meragukan kemampuan mu, Papa melakukan ini karna Papa ingin membantu kalian. Lagi pula Papa tidak ingin jauh dari Nabila. Makanya Papa memberikan rumah yang dekat dengan rumah Papa. "


Hendra tidak ingin Adrian merasa tersinggung atas apa yang ia lakukan. Karna Hendra benar benar tidak ingin berjauhan dari Nabila.


"Tapi untuk isinya kalian usahakan sendiri. Papa hanya memberikan rumah kosong. " Lanjut Hendra.


"Iya, Pa. " Jawab Adrian dan Nabila bersamaan.


Itu artinya mulai sekarang kami harus mulai berhemat. karna membeli perabotan rumah tangga lumayan membutuhkan banyak uang. Batin Nabila.


.


.


.


Ini baru satu minggu, dia sudah berhasil mengambil hati Via. Batin Ibu Adrian.


Segala bujuk rayu sudah mereka kerahkan. Mulai dari mengajak Shavia jajan, di bawa Verry ke pasar, hingga kini semua orang ke walahan karna Shavia tidak berhenti merengek.


.

__ADS_1


.


.


.


.


Maaf baru bisa up, itupun cuma satu bab. Hari ini koutaku habis. Nanti crazy up lagi pas koutaku udah aku isi. Aku kan ibu rumah tangga, jadi harus itung itungan. Apa lagi beberapa hari ini pagi sering hujan, alhasil suami aku gak bisa nyadap karet, makanya harus pandai pandai ngatur uang. Aku juga punya dua balita yang masih rutin minum susu dot sama masih pakai popok. Jadi itu lebih penting dari pada kouta.


Salam sayang untuk kalian semua. Terimakasih sudah mau mengikuti cerita yang alakadarnya ini. Kita belum kenalan ya. Nanti di lain bab kita kenalan ya😊.


Jangan lupa like ya, aku cuman minta like. Karna ceritaku masih belum pantas untuk dapat vote dan juga hadiah dari kalian semua.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2