Ternyata Aku Istri Kedua

Ternyata Aku Istri Kedua
Bab 7


__ADS_3

Satu minggu sudah berlalu.


Hari ini Adrian akan kembali kedesa Pak Hendra, karna Adrian sudah sangat merindukan sang pujaan hatinya.


Adrian mengatakan kepada Nabila kalau ia menunda kepulangannya, karna Adrian ingin memberikan kejutan untuknya. Adrian sudah menyiapkan hadiah untuk Nabila, selama mereka saling mengenal Adrian tidak pernah membelikan apa pun untuk Nabila, Nabila pun juga tidak pernah meminta apa pun dari Adrian. Karna memang Nabila bukan tipe wanita yang gila harta.


Semoga saja Nabila suka hadiahya. Batin Adrian.


Hingga tidak terasa Adrian pun sampai dikediamannya bersama teman teman sesama pemain sepak bola. Mereka merasa senang Adrian sudah kembali, karna menurut mereka keberadaan Adrian membuat suasana rumah menjadi lebih hidup. Adrian orang yang sangat humoris juga suka melawak, itulah mengapa kalau Adrian tidak ada terasa ada yang kurang.


.


.


.


.


Saat malam hari sudah tiba Adrian memutuskan untuk mendatangi Nabila kerumahnya.


Tok tok tok. Anggap saja igu suara pintu yang diketuk.


"Assalamuaikum"


"Waalaikum salam" Jawan Andini Ibunya Nabila.

__ADS_1


"Ehh, Adrian. Ada apa. " Tanya Andini.


"Adrian ingin bertemu Nabila Bu, apa boleh. " Kata Adrian.


Andini agak terkejut, tiba tiba Adrian mencari Nabila. Tapi dengan cepat Andini langsung menormalkan ekspresinya.


"Tunggu sebentar Ibu panggilkan Nabila. "


Lalu Andini pun masuk kekamar Nabila.


"Nabila, diluar Ada Adrian. Katanya ingin ketemu kamu."


"Yang benar mah. " Sambil menerbitkan senyuman diwajahnya.


'"Memangnya kamu itu ada hubungan apa saman Adrian sampai sampai dia kesini malam malam begini. " Sang mama mulai mengintrogasi putri sulungnya.


"Nanti Nabila ceritain Ma, Nabila keluar dulu nemuin Kak Adrian. "


Sebelum menemui Adrian diluar, Nabila pergi kedapur terlebih dahulu untuk membuatkan kopi untuk Adrian.


Saat keluar dari dapur, Nabila melewati Papanya yang sedang Menonton televisi diruang keluarga.


"Kopi untuk siapa Nabila." Tanya Hendra.


"Untuk Kak Adrian pa, dia ada diluar. "

__ADS_1


Hendra hanya manggut manggut tanda dia mengerti, bahwa sudah ada hubungan diantara keduanya. Tidak pernah sekalipun Adrian menemui Nabila secara pribadi. Apalagi malam malam seperti ini. Biasanya mereka bertemu ramai ramai, saat Hendra memanggil semua pemain untuk datang kerumahnya.


"Maaf membuat Kak Adrian menunggu. " Ucap Nabila sambil meletakkan kopi dihadapan Adrian.


"Tidak apa apa, aku kemari ingin memberikan ini. " Kata Adrian sambil menyerahkan paperbag kepada Nabila.


Nabila menerimanya. "Terima kasih Kak, kenapa harus sekarang, kan besok juga bisa. "


"Aku kangen tau, ya mana bisa nunggu besok. Bisa bisa tidurku tidak nyenyak malam ini. " Ucap Adrian sambil tertawa.


"Kangen aja terus, katanya gak jadi pulang.Tau taunya udah ada disini." Kata Nabila, karna dia masih dongkol karna Adrian membohonginya.


"Jangan manyun gitu, kaya minta dicium aja. " Sambil mengedipkan matanya.


Nabila langsung menutup mulut dengan tangannya.


"Baru juga jadian udah mau cium cium, mana boleh. Harus nunggu halal dulu lah Kak. "


"Yaudah, tunggu aku halalin ya Nabila sayang. " Kata Adrian.


"Aku pamit ya, gak enak jugakan udah malem begini. " Kata Adrian setelah menghabiskan kopinya.


"Iya, Kakak hati hati. " Sambil melambaikan tangan melepas kepergian Adrian dari halaman rumahnya.


Setelah Adrian tidak terlihat lagi barulah Nabila masuk kedalam rumahnya. Saat Nabila hendak masuk kedalam kamarnya Andini malah memintanya untuk bicara diruang keluarga. Nabila sudah bisa menebak apa yang ingin dibicarakan oleh orang tuanya itu.

__ADS_1


__ADS_2