
Adrian dan Nabila menghabiskan waktu hari ini untuk berkunjung ke kerabat dekat dari Andini terlebih dahulu. Mereka mendatangi kelima saudara Andini dalam waktu sehari.
Semua saudara Andini menyambut kedatangan Adrian dan Nabila dengan hangat. Hingga tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 18.45. Mereka berpamitan untuk pulang dan menolak secara halus ajakan makan malam dari tuan rumah.
Mereka memutuskan untuk makan malam diluar. Seperti biasa, menu andalan Nabila adalah nasi goreng lalapan dengan paha ayam goreng juga tak lupa sambal terasi sebagai pelengkap.
Adrian memesan menu yang sama seperti Nabila. Sambil menunggu makanan mereka siap, mereka membicarakan banyak hal.
"Emang disini harus ya berkunjung ketempat kerabat. " Tanya Adrian. Karna dulu saat Adrian menikahi Bila dia tidak tahu menahu soal ini. Entah Adrian yang tidak mau tahu atau memang tidak ada acara kunjungan yang serupa.
"Gak tau juga ya, Kak. Dibilang harus sih gak juga. Cuman lebih cenderung ke kebiasaan aja sih. Konon katanya biar kenal lebih dekat. " Jelaskan Nabila.
"Tapi enak juga kok, kalau dapat hadiah kaya tadi. " Ucap Adrian sambil mengingat tadi saudara saudaranya Andini ada yang memberikan mereka sepasang baju cuple, uang tunai cap proklamator, baju tidur seksi, sepasang sarung laki laki juga perempuan, dan yang terakhir memberikan mereka sepasang piyama cuple.
"Kakak, ini pikirannya gak jauh jauh dari yang berbau gratisan. " Cibir Nabila.
Pembicaraan mereka terjeda lantaran makanan yang mereka pesan sudah dihidanhkan. Mereka makan dengan lahap. Tak banyak yang mereka bicarakan selama makan.
Di perjalanan pulang Nabila termenung. Karna kebetulan menstruasinya sudah berakhir lebih cepat dari yang dia perkirakan , jadi dia berniat ingin menggoda Adrian menggunakan baju tidur seksi yang tadi diberikan oleh saudara sang Mama.
Sangat memalukan kalau ketahuan Kak Adrian jika aku sengaja menggodanya. Tapikan, aku juga pengen.
__ADS_1
Nabila berperang dengan batinnya. Haruskah dia menggoda Adrian atau diam saja sampai Adrian menggodanya.
Karna gengsi juga malu nya yang begitu besar, pada akhirnya keputusan yang Nabila ambil adalah diam saja sampai Adrian sendiri yang menggodanya.
Sesampainya mereka dikediaman Hendra. Nabila lebih dulu masuk kedalam rumah meninggalkan Adrian yang sedang memasukkan motornya kedalam garasi kecil, lalu menguncinya.
"Lama banget berkujungnya, sampai seharian kaya gini. Kan besok masih bisa. " Tegur Andini.
"Nanggung juga, Ma. Munpung searah, ya sekalian aja semua saudara Mama kami kunjungi. Besok giliran saudaranya Papa jugakan. " Jelas Nabila.
"Ya sudah, kalian sudah makan malam belum. "
"Malam, Ma, Pa. " Sapa Adrian.
"Malam. " Jawab Andini serta Hendra bersamaan.
Usai menyapa, Nabila dan Adria melangkah bersama sama kedalam kamar.
"Kamu duluan mandi atau aku nih. " Tanya Adrian.
"Kakak, aja duluan ya. Aku mau rebahan sebentar. "
__ADS_1
Tanpa menjawab ucapan Nabila, Adrian langsung melangkah ke arah dapur menuju kamar mandi.
Setelah lima belas menit selesailah acara mandi versi Adrian.
Ceklek
Nabila mengarahkan pandangannya ke arah pintu yang dibuaka oleh Adrian. Netrnya memindai penampilan Adrian. Rambut yang basah juga acak acakan terlihat sangat menggoda dengan tetesan air yang masih menetes dari rambutnya. Nabila merona memikirkan hal hal yang tidak senonoh didalam pikirannya.
Nabila meneguk salivanya dengan kasar. Sadar Nabila, sadar. Jangan sampai kamu menerjangnya duluan.
"Sana mandi, ntar kemaleman masuk angin lagi. " Kata Adrian sambil mengusapkan handuk kecil ke kepalanya .
.
.
.
.
.
__ADS_1