Ternyata Aku Istri Kedua

Ternyata Aku Istri Kedua
Extra Part 2


__ADS_3

Alhamdulillah, hpnya Paksu udah bisa di pakai lagi. Duhh, rasanya merdeka banget bisa pegang hp tanpa perlu gantian sama Paksu. Udah bisa megang hp waktu mau tidur sama bangun tidur. kalau di dua waktu itu gak megang hp rasanya aneh aja ya menurutku. Kemaren kemaren aku gak bisa pegang hp pas mau tidur gara gara hp ku di pakai buat masteran burung. Kalau aku ambil Palsu pasti marah marah. Pokoknya sebelum sama bangun tidur itu wajib banget buka sosmed, mulai dari ig, wa, juga fb.


Happy Reading ya kesayangan....


Saat matahari belum menampakkan wujudnya, Adrian sudah lebih dulu terjaga. Bergegas ke kamar mandi untuk sekedar mencuci muka juga menggosok gigi. Setelah itu Adrian berlanjut untuk membeli sarapan seperti biasa, hanya saja hari ini dia bangun lebih cepat.


Usai membeli sarapan, barulah terdengar Adzan subuh berkumandang. Tanpa membangunkan Nabila, Adrian memilih menyiapkan sarapan untuknya sendiri.


Selalu ada perasaan kasihan ketika Adrian menatap wajah Nabila yang tengah terlelap. Tubuhnya kini sudah mulai mengurus, kantong mata yang kini semakin terlihat jelas. Sangat berbeda saat dia baru melahirkan Faiz dahulu. Karna dulu Faiz mendapatkan asi dari Nabila, Nabila hanya perlu menyusuinya, bahkan bisa sambil memejamkan matanya, karna Nabila memberinya asi sambil berbaring.


Tapi tidak untuk Naura. Nabila harus lebih dulu membuatkan susu, lalu memberi susunya hingga habis, barulah Nabila bisa tidur kembali. Mungkin itulah yang membuat fisiknya berubah drastis.


Usai menikmati sarapannya Adrian langsung bersiap siap, karena hari masih sangat gelap, adrian memutuskan untuk membawa senter yang kini sudah terpasang di kepalanya sebagai penerang.


Di usapnya kepala Nabila yang masih terlelap dalam buaian sang mimpi. "Sayang, aku berangkat. "


Kemudian bergeser ke arah Faiz. Mencium ubun ubunnya. "Papa pergi, doain rezeki kita lancar, ya. "


Berlanjut ke sisi Naura yang asik terlelap dengan empeng yang setia di mulutnya. "Papa, pergi sayang. " Kemudian mendaratkan ciumannya di pipi kiri dan kanan Naura.


Saat di ambang pintu kamar, Adrian kembali memandangi keluarga kecilnya yang masih terlelap.

__ADS_1


Adrian pergi menyadap lebih awal dari biasanya lantaran ada keperluan pada jam delapan pagi nanti. Ingin hati tidak menyadap, namun keadaan selalu menuntutnya untuk mencari nafkah lantaran kebutuhan mereka yang kian bertambah.


Jam tujuh lewat dua puluh lima menit Adrian sudah tiba kembali di rumah, di sambut hangat oleh Nabila yang tengah duduk bersantai di teras sembari sarapan di temani oleh Faiz, dan Naura.


"Wah, udah pada segar nih. " Sapa Adrian.


Adrian mendekat, ingin mengambil Naura dari gendongan Nabila, namun langsung ditepis Nabila secara halus. "Mandi dulu sana. Katanya mau ke rumah Bapak DPR buat ngajuin proposal. "


Tanpa di suruh dua kali Adrian langsung bergegas ke kamar mandi.


Saat ini perekonomian mereka sedang menurun, hasil investasinya di pelabuhan tidak bisa didapatkan lantaran banyak kendala. Apalagi sekarang kebutuhan Shavia semakin membesar, ditambah baru dua bulan lalu dia membeli motor matic untuk Shavia sekolah secara kredit, itu sebabnya Adrian harus rajin mencari uang. Beruntunglah Adrian bukan tipe laki laki lemah yang mudah sakit.


"Tadi Via telpon Kak. Katanya dia minta di kirimin uang buat beli seragam sekolah, udah ada yang kekecilan. " Kata Nabila kepada Adrian yang baru saja Adrian keluar dari kamar mandi.


"Passs banget, pas gak ada uang lebih, malah banyak kebutuhan. "


"Kayanya aku butuh pekerjaan tambahan, Na. "


"Anak itu cepat sekali tumbuhnya, perasaan baru enam bulan lalu dia membeli seragam sekolah, sekarang sudah kekecilan. "


"Namanya juga masih dalam masa pertumbuhan, Kak. "

__ADS_1


"Ya sudahlah. Transfer saja, mana lama lagi hasil investasi baru bisa didapat. "


"Cukup gak. "


"Di transfernya berapa. "


"Untuk satu bulan kedepan. " Cicit Adrian.


Nabila menghembuskan nafas kasar. Banyak sekali.


"Sama buat beli seragam. " Lanjut Adrian.


.


Like nya jangan lupa yaaaa 😊....


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2