Ternyata Aku Istri Kedua

Ternyata Aku Istri Kedua
Q N A


__ADS_3

Alhamdulillah, setelah selesai dengan segala rentetan kesibukan sebagai orang tua, juga ibu rumah tangga, akhirnya aku bisa ngetik buat kasih qna. Sekedar pelengkap cerita saja sebenarnya. Karna cerita ini ada yang bilang gak bener, trus bilang karna aku temennya Nabila makanya aku seolah olah ngedukung Nabila. Gak nasehatin Nabila, apa lah, dan banyak lagi.


Sebenernya kejadiannya begini. Sekarang kan usiaku udah 22 tahun, sedangkan usia Nabila sekarang udah 32 tahun. Kalian dapat bayanginkan selisih usia kita itu jauh. Dan baru 5 tahunan ini aku deket sama Nabila lantaran setelah menikah aku sama Nabila sering ketemu, juga rumah aku deketan sama Nabila.


Sekarang aja usia pernikahan mereka sudah memasuki tahun ke 13, berarti saat mereka nikah itu usia aku baru 9 tahun.


Emang bisa anak 9 tahun menasehati orang usia 19 tahun. Gak kan. Apa yang bisa di lakukan anak bau kencur kaya aku. Ya pasti cuman bisa liat doang tanpa mengerti permasalahan orang dewasa.


Sekian klarifikasi dari aku ya. Semoga Kakak Kakak mengerti.


.........


A : Author


N : Nabila


A : Apa reaksi kamu saat mendengar pengakuan Adrian kalau ternyata dia sudah punya keluarga kecilnya sendiri ?


N : Pertama sih aku kaget, ya kaget dulu dong. Setelah beberapa menit baru aku merasa kecewa, merasa di bohongi, merasa menjadi manusia paling bodoh.


A : Kapan dong ngerasa bersalahnya ?


N : Saat Adrian bilang kaya gini. "Tapi aku tidak mencintainya, aku tidak bahagia bersamanya. " Nah, di sana baru aku ngerasa bersalah.

__ADS_1


A : Kenapa kamu gak mau berpisah ?


N : Bukan aku gak mau bercerai, tapi aku gak bisa. Saat itu aku mikirnya banyak yang akan di korbankan kalau kami bercerai.


A : Contohnya ?


N : Harga diri keluargaku, terutama orang tua. Kalau saja hanya harga diriku yang di korbankan, aku tidak masalah. Aku siap. Tapi ini berbeda. Di tambah usia pernikahan kami baru usia mingguan. Apa kata tetangga, keluarga jauh.


A : Emangnya gak bisa, kalian gak usah mikirin apa kata orang ?


N : Kalau aku bisa, belum tentu orang tuaku bisa. Apalagi kami tinggal di pedesaan. Tentu saja secara tidak langsung para tetangga akan menertawakan keluarga kami yang sudah salah menikahkan putri mereka.


A : Kamu gak kasihan sama Bila ?


A : Berarti secara tidak langsung kamu membuat mereka berpisah ?


N : Aku gak ada niat buat misahin mereka. Tapi Bila yang mundur karna dia tidak menerima di madu, di sana lah semua orang menganggap aku membuat mereka berpisah. Padahal Bila nya sendiri yang mundur, bukan aku yang meminta mereka berpisah.


A : Sama saja.


N : Menurutku itu berbeda., walaupun pada dasarnya teteplah banyak yang menyalahkan ku. Dari sudut pandang ku, Bila sendiri yang mundur, aku sadar apa yang membuatnya mundur, yakni kehadiran ku, wanita yang di cintai suaminya. Semua orang mungkin menyalahkan ku. Tapi Adrian selalu meyakinkan ku. "Kamu tidak bersalah, di sini akulah yang bersalah. " Kalau ada yang bilang aku egois, iya, aku memang egois. Karna aku tidak ingin mempermalukan orang tuaku, itulah alasan utamaku sehingga lebih memilih mempertahankan pernikahanku, juga di tambah Adrian sudah ngebobol gawang ku.


.........

__ADS_1


Namanya di desa ya, kalau apa apa itu selalu jadi bahan omongan tetangga. Saat Via pertama kali datang pun banyak yang bertanya itu siapa, dan di jawab Nabila putri sambungnya. Orang orang langsung pada ngomong. "Ternyata duda ya" Sambil nyinyirin. Itu baru tau Nabila menikahi duda, belum tau mereka kalau Nabila ngambil laki orang. Kalau tau gimanaa....


.........


Pernah suatu ketika, sore hari mami lagi ngumpul bareng di rumah tetangga sambil jaga abang abang tukang sayur lewat. Waktu itu sambil makan makan, trus sehabis makan Nabila naroh kobokan di atas piring bekas dia makan, lalu di kobokin tuh tangannya. Tiba tiba ada yang bilang gini. "Pamali, harusnya di kobok dulu tangannya, baru di taroh di atas piring kobokannya. Kamu mau gak nanti ditumangin orang, madu orang, Adrian nikah lagi. (Ini mitosnya yaa. ) "


(Di tumpang artinya di lapis. )


"Ahh, udah pernah. " Jawab Nabila santai.


"Itu kamu yang menumpanging bukan di tumpangin . " Seru ku sambil ketawa.


"Oh, iya ya. Aku lupa. " Nabila pun ikut tertawa.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2