Ternyata Aku Istri Kedua

Ternyata Aku Istri Kedua
Bab 91


__ADS_3

Masih terdengar di telinga Nabila gurauan orang orang yang mengobrol di teras rumah. Wajar saja, karna memang jaraknya hanya tiga meter dari kamar yang tengah Nabila tempati.


Ingin rasanya Nabila menyumbat telinganya agar tidak mendengar obrolan yang menurutnya itu terlalu berlebihan. "Sayang sekali kamu harus berpisah dengan Adrian, padahal kalian terlihat cocok. " Ucap salah seorang dari sepupu perempuan Adrian yang pada dasarnya memang tidak menyukai Nabila.


"Jodohnya sudah berakhir. Jadi ya relakan saja ya, Bila. " Nabila mendengar suara Ibu mertuanya. "Meskipun kamu bukan lagi istri Adrian. Tapi tidak merubah apa pun bagi Ibu. Kamu tetap Ibu anggap seperti anak Ibu sendiri. " Lanjut Ibu Adrian.


Tampak Adrian berjalan ke arah rumah, "di mana Nabila, Bu. " Tanyanya kepada Ibunya yang tengah berbincang dengan sanak keluarga yang lain.


"Mungkin di rumah, coba kamu cari. " Jawabnya.


Adrian langsung memasuki kamar satu satunya yang ada di rumahnya, tampak Nabila tengah berbaring memunggunginya dengan mata yang terpejam. Karna tak ingin mengganggu tidur Nabila dan Fa'iz, Adrian lebih memilih pergi ke dapur dan menyiapkan sendiri makan untuknya.


Ahh, hanya mengambil nasi dan lauk pauk, apa susahnya. Batin Adrian.


Selagi Adrian mengisi piring nya dengan nasi, tampak sepupu Adrian di belakangnya. "Mau makan kami Ad, Istrimu mana. " Tanya wanita yang kini sudah memiliki dua orang anak itu.


"Lagi tidur. " Jawab Adrian singkat.


"Suami kok gak di layanin. Malah orangnya enak enakkan tidur. " Gerutunya.


"Kan hanya mengambil nasi juga lauk pauk. Apa susahnya sih. Lagian aku bisa sendiri. " Adrian yang merasa sepupunya ini menilai buruk Nabila pun mulai tersulut emosinya.


"Kok kamu jadi marah sih. " Seru wanita itu.

__ADS_1


Tanpa menjawabnya Adrian berlalu ke arah meja makan yang dimana di atasnya sudah terdapat lauk pauk beserta air minum.


Tanpa dua orang itu sadari, sedari tadi Nabila mendengarkan pertikaian kecil mereka. Nabila tentu kenal dengan suara wanita yang tadi bicara dengan Adrian adalah suara wanita yang juga menyayangkan perpisahan Bila dan Adrian.


Setelah jejak air mata tak terlihat lagi di wajah Nabila, barulah Nabila menyusul Adrian di dapur. "Kamu makan, Kak. Kenapa tidak membangunkan ku. " Tanya Nabila yang kini telah duduk bersisian dengan Adrian.


"Ah, aku hanya tidak ingin mengganggu tidurmu. "


"Sama sekali tidak mengganggu, Kak. "


"Kamu mau makan sekalian gak. "


Nabila menggeleng. "Tidak, Kak. Aku makan bersama yang lain saja nanti. "


"Aku mau mandi saja,Kak. "


.........


Seusai Nabila mandi ternyata keadaannya sudah mulai sepi, hanya tinggal beberapa orang yang masih berada di rumah Adrian.


Baru saja Nabila selesai berpakaian suara tangisan Fa'iz sudah mengudara. "Ini Fa'iznya nangis. Kayanya sudah haus. " Adrian langsung menyerahkan Fa'iz kepada Nabila.


Tanpa di katakan pun aku tahu, Kak kalau Fa'iz tengah menangis. Nabila.

__ADS_1


Adrian merasa hari ini Nabila lebih banyak diam. "Ada apa, hmm. "


"Ada apa, apanya, Kak. "


"Aku tidak apa apa. " Kilah Nabila. Sebenarnya Nabila masih merasa kesal akan tindakan Adrian yang mencium tangan mantan istrinya itu. Tapi Nabila merasa dirinya sangat berlebihan.


"Kau hari ini lebih banyak diam. "


"Apa yang kamu pikirkan. "


"Apa ada yang mengganggumu. "


Tanya Adrian secara berturut turut.


.


*kasih like ya, biar jadi mood booster biar semangat upnya.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2