Ternyata Aku Istri Kedua

Ternyata Aku Istri Kedua
Bab 38


__ADS_3

Nabila tidak bergeming. Masih merasa nyaman dengan kebisuannya.


Ternyata aku memang tidak tahu apa apa tentang dirimu, Kak. Begitu banyak yang Kakak sembunyikan dariku. Bahkan selama bertahun tahun aku sama sekali tidak pernah memiliki kecurigaan padamu.


Dengan perlahan Nabila membalikkan badannya. Bagaimana pun dia harus tahu kebenaran yang selama ini sudah Adrian sembunyikan.


Bola mata Nabila nyaris tak terlihat karna sudah hampir setengah hari ia mengeluarkan air matanya. Tentu saja pemandangan itu melemahkan hati Adrian. Bukannya Adrian sengaja ingin menyakiti kedua wanita yang sama sama bernama Nabila itu. Tapi apa boleh buat, semuanya kini sudah terjadi.


"Ceritakan semuanya padaku, Kak. Semua tentang diri Kakak yang tidak ku ketahui. " Pinta Nabila sambil sedikit memundurkan tubuhnya kebelakang, karna ingin menjaga jarak dengan Adrian.


Adrian berpikir sejenak. Harus dari mana dia menjelaskannya. Terlalu banyak yang dia sembunyikan.

__ADS_1


Hingga akhirnya Adrian mulai bercerita tentang siapa dirinya dan juga orang tuanya. Menjelaskan kepada Nabila kalau dia masih memiliki orang tua juga dua saudara laki laki. Menceritakan bagaimana dia dan Bila bisa menikah dan memiliki Via sebagai pengikat di antara mereka.


Ya tuhan. Bahkan kami memiliki nama yang sama. Takdir macam apa ini, Tuhan.


"Aku mencintaimu, Nabila. Jantung ini selalu bergetar ketika bersamamu. " Sambil meletakkan tangan Nabila ke arah dadanya. "Aku merasa nyaman ketika berada disisimu. Rasa yang tidak pernah ku rasakan bersama Bila kini ku dapatkan darimu. Aku tau, aku salah karna sudah menduakan kalian. Tapi aku tidak ingin kehilangan kesempatan untuk memilikimu. Jadi tolong, beri aku kesempatan untuk berada disisimu. "


"Lalu bagaimana dengan Bilamu, Kak. "


Ingin rasanya Adrian tergelak saat Nabila mengucapkan Bilamu. Namun Adrian sadar, ini bukan saatnya untuk mereka tertawa.


"Kakak pikir aku seegois itu, memisahkan kalian. Bagaimana pun putri kalian masih membutuhkan kasih sayang orang tua yang lengkap, Kak. "

__ADS_1


"Nabila, bahkan aku merasa asing dengan putriku sendiri. Aku merasa ada sebuah dinding yang membatasi kami. Karna ketidak sukaanku dengan Bila. Akupun secara tidak langsung ikut menjauhi Via. "


Nabila tidak habis pikir. Bagaimana mungkin Adrian tega menjauhi putrinya sendiri. Kalau Adrian menjauhi Bila Nabila masih bisa memahaminya.


"Kau yang membuat dinding di antara kalian, Kak. Bagaimana jika nanti kita juga memiliki seorang anak. Apa kau akan memperlakukannya sama seperti kau memperlakukan putrimu. "


"Pertanyaan macam apa ini, Nabila. Tentu saja tidak. Aku akan menyayangi anak kita dengan sepenuh hatiku. "


"Bagaimana dengan putrimu, Kak. Apa selama ini dia mendapatkannya. Bukankah dia anakmu. "


Tiba tiba dada Adrian terasa sesak. Terbayang sang putri yang selama ini selalu dia tinggalkan. Hanya karna dia tidak suka dengan Bila, Via pun harus terkena imbasnya. Bahkan Adrian kerap menbiarkan Via menangis ketika ingin ikut bersamanya, dan lebih memilih mengabaikanya.

__ADS_1


"Kenapa Kakak diam. Apa Kakak menyesal mengabaikan putri Kakak sendiri. "


"Nabila- Kata kata Adrian terhenti. Bingung, apa yang ingin dia katakan buyar seketika.


__ADS_2