Ternyata Aku Istri Kedua

Ternyata Aku Istri Kedua
Extra Part 3


__ADS_3

Nabila langsung mentransfer sesuai perintah Adrian. Satu juta untuk jajan Shavia selama satu bulan, juga lima ratus ribu untuk seragam sekolah.


"Sisa berapa. " Tanya Adrian melihat wajah Nabila yang lesu setelah mengirimi Shavia uang.


"Direkening sisa seratus ribu, terus uang cash sisa dua ratus ribu. "


"Haduhhhh, cukup berapa hari itu. " Kelakar Adrian seraya menghempaskan tubuhnya secara kasar di atas kasur.


"Jangan keras keras ngomongnya, Kak. Nanti Naura kebangun. " Tegur Nabila lantaran Naura yang sedang tidur di dalan ayunan dekat kasur.


"Tapi yang di rekeningkan gak mungkin juga kita ambil, Kak. Jadi bersihnya uang kita sisa dua ratus ribu. Belum susu sama popok Naura udah mau habis, cukupnya sampai sore doang. " Jelas Nabila.


Adrian langsung melayangkan bogem mentahnya berulang kali ke kasur secara gemas. "Aduh, kacau, Na. "


Nabila justru tertawa melihat tindakan Adrian. "Ya mau gimana lagi, yang penting Via satu bulan kedepan udah aman. "


"Kalau untuk kita disini, kita bisa pinjam dulu sama Mama kalau gak cukup. "


"Eh aku gak mau ya Mama sama Papa tau kalau perekonomian kita sedang sulit. Mau di taruh di mana mukaku ini. " Tolak Adrian.


"Gengsi juga ada batasnya ya, Kak. Kalau emang kenyataannya lagi susah, ya mau gimana lagi. "

__ADS_1


"Dua ratus ribu cukup gak sampai besok. Nanti besok aku kan udah jual karet. Jadi udah dapat uang lagi. "


"Cukup, nanti sore kita beli susu sama popok Naura yang kecil aja dulu. Biar uangnya ada sisa. Nanti kalau sudah dapat uang lebih baru beli seperti biasanya. " Usul Nabila untuk mengantisipasi agar tidak sampai meminjam uang kepada Hendra maupun Andini lantaran gengsi Adrian yang selangit.


Usai bersiap Adrian pun berpamitan kepada Nabila.


Hari ini pakai mode hemat. Nabila.


Nabila langsung menyisihkan uang seratus ribu untuk keperluan Naura, dan seratus ribunya untuk keperluan rumah tangga.


Nabila diam, kini otaknya mulai berhitung. Beli ayam setengah ekor dua puluh ribu, jajan Fa'iz dua puluh ribu, sisa enam puluh ribu, bensin buat Adrian nyadap besok sepuluh ribu, sayur buat besok sepuluh ribu, beli sarapan besok lima belas ribu, sisanya cuman dua puluh lima ribu. Untung saja kemarin aku sudah belanja keperluan dapur, jadi aman untuk satu minggu kedepan.


Saat Nabila masih berkutat dengan hitung menghitung, "Ma, minta uang jajan. " Seru Fa'iz seraya mengulurkan tangannya.


"Sini Mama temenin jajan. Nanti kembaliannya hilang lagi. " Nabila terlebih dulu memastikan kalau Naura masih terlelap di dalam ayunan saat ia menemani Fa'iz jajan.


Hanya butuh waktu lima menit Nabila sudah kembali kerumahnya. Saat ini Fa'iz sudah terbiasa bermain sendiri tanpa diawasi asalkan mainnya tidak di dekat jalan raya.


Huh, kan. Sudah berkurang dua ribu, baru juga di hitung. Nabila.


Setengah jam berlalu, Fa'iz kembali menghampiri Nabila. "Minta uang. " Kembali Fa'iz mengulurkan tangannya kepada Nabila.

__ADS_1


Tenang, masih ada enam belas ribu uang jajan Fa'iz, masih cukup untuk delapan kali jajan lagi. Nabila.


.


.


Jempolnya jangan lupa....


.


.


.


.


.


Ternyata Aku Istri Kedua


Ternyata Aku Istri Kedua

__ADS_1


Ternyata Aku Istri Kedua


Ternyata Aku Istri Kedua


__ADS_2