
"Ayo kita makan malam, Kak. " Ajak Nabila kepada Adrian. Sambil mengenakan kembali baju tidur seksi yang tadi dilepaskan Adrian.
Sesampainya di dapur Nabila langsung memeriksa kulkas, melihat lihat bahan masakan yang tersedia.
"Kak, aku mandi sebentar ya. Baru setelah itu memasak. "
Adrian hanya mengangguk duduk dimeja makan sembari memainkan ponselnya. Saat dia rasa Nabila sudah memulai aktifitas mandinya. Adrian langsung menelpon sang Ibu.
Pada deringan yang ketiga barulah terdengar suara sang Ibu.
"Assalamuaikum, Adrian. Kamu apa kabar. Kenapa gak pulang. " Tanya sang Ibu secara beruntun.
"Waalaikum salam, Bu. Adrian baik. Nanti Adrian pulang, Bu. Adrian juga kangen sama Ibu. Tunggu Adrian pulang ya, Bu. "
"Iya, tapi cepat ya. Ini lo, Via sakit, dia nanyain kamu. Kamu gak kasian sama anak kamu sendiri. " Ucap Ibu.
"Kalau Ayah apa kabar, Bu. " Adrian mengalihkan topik pembahasan. Karna jujur saja. Sampai detik ini ia masih merasa asing dengan kehadiran anak kecil yang selama ini disebut anaknya.
Terdengar suara Ibu menghela nafas kasar. Karna memang Selami ini si Ibulah yang benar benar mengenal Adrian luar dalam. Sampai kapan kau akan terus menganggapnya asing, Adrian. Batin sang Ibu.
__ADS_1
Adrian bergegas menutup telponnya saat dia menyadari kalau suara gemercik air di kamar mandi sudah tidak terdengar lagi. Yang artinya Nabila sudah selesai dengan acara mandinya.
"Bu, Adrian tutup telponnya ya. Adrian mau makan. Nanti Adrian telpon Ibu lagi. Assalamuaikum, Bu. " Pamit Adrian dengan tergesa gesa.
"Waalaikum salam, Adrian. Kamu-. " Ucapan sang Ibu terputus lantaran sang anak sudah lebih dulu mengakhiri sambungan telpon mereka.
Nabila keluar dari kamar mandi menggunakan baju tidur malamnya, dengan rambut yang masih terbungkus rapi sebuah handuk. Bau wangi yang berasal dari sabun juga shampo yang Nabila gunakan langsung mengudara. Memberikan sensasi segar bagi yang menghirup aromanya.
"Bicara dengan siapa, Kak. "
"Ohh, emmh. Itu, tadi ditelpon teman. Gak penting penting banget kok. " Kilah Adrian.
Nabila hanya beroh ria.
Ketika kedua menu sudah siap, barulah mereka memulai makan malam mereka dengan lahap. Adrian sampai menambahkan nasi sebanyak dua kali.
"Bakalan ileran nih kayanya malam ini. " Sambil tertawa memasukkan suapan yang terakhir kedalam mulutnya.
"Biar nyenyak tidurnya, Kak. " Gelak Nabila.
__ADS_1
"Eeeeg. " Adrian bersendawa dengan keras. Membuktikan kalau dia benar benar kekenyangan.
Bagaimana Adrian tidak kenyang. Ikan goreng dan tumis kangkung dengan asap yang masih mengepul begitu menggodanya.
Nabila tersenyum. Senang, karena Adrian menyukai masakannya. Ada perasaan bangga ketika masakan yang kita hidangkan disantap dengan suka cita oleh pasangan kita.
Karna memang pada dasarnya Adrian lebih menyukai masakan rumahan ketimbang masakan restoran atau yang dijual diwarung warung. Tapi karna pekerjaan Adrian sering menuntutnya untuk jauh dari keluarga, makanya Adrian lebih sering makan diluar.
Usai makan malam mereka memutuskan untuk menonton televisi diruang keluarga.
Adrian meletakkan kepalanya di pangkuan Nabila. Secara refleks tangan Nabila langsung mengusap serta memijit mijit ringan kepala Adrian.
Mata Adrian terpejam. Merasakan pijatan Nabila yang membuatnya rilex. Secara tidak sadar Adrian terbang ke alam mimpinya.
.
.
.
__ADS_1
.
.